Destiny Will Change

Destiny Will Change
Istirahat


Akibat serangan Hikaru dan Byakko membuat Ranku kini terbaring lemas dan tidak bergerak sama sekali, namun Hikaru dan yang lainya masih belum tahu apakah Ranku sudah mati atau masih hidup.


Setelah serangan terkahir Hikaru bersama Byakko, Hikaru langsung mundur dari area pertempuran dan datang mendekati Levion yang masih bersama robotnya kini sudah mendarat.


"Wow!! aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal segila itu" Ucap Levion.


Levion berpakaian memakai sebuah jubah berwarna hitam dengan rambut berwarna merah. wajahnya terlihat seperti laki laki berumur dua puluh dua tahun dengan ekspresi yang kalem


"Ya aku juga tidak menyangka" Ucap Hikaru yang menjawab perkataan Levion


Setelah hantaman besar itu terjadi disisi lain Shiori dan Nori masih bertarung satu sama lain.


"Serangan apa itu? kekuatannya benar benar besar" Ucap Nori yang bertanya tanya kepada dirinya melihat Hikaru yang dapat menghancurkan Golem Ranku dalam sekejap.


Shiori menghela nafasnya setelah melihat serangan tersebut, karena ia tahu bahwa itu semua berasal dari Hikaru.


Kini Shiori hanya perlu fokus untuk melawan Nori tanpa memikirkan Hikaru


Shiori kembali membuat pedangnya diselimuti oleh apinya dan mulai berlari untuk menyerang Nori secara tiba tiba.


Saat Shiori sudah berada di depan Nori dan ia sudah mengayunkan pedangnya untuk menebas Nori, namun lagi lagi Nori menghilang dari hadapannya. Tetapi kini dengan insting tajam milik Shiori ia bisa menebak dimana Nori akan muncul.


Setelah menemukan keberadaan Nori yang berada di sebelah kanannya Shiori dengan cepat mengarahkan pedangnya ke sebelah kanan dan menahan tendangan yang di lakukan oleh Nori.


"Kau benar benar membuatku kesal!!" Nori pun mulai geram karena tidak bisa menyerang Shiori.


Nori kembali menghilang dari hadapan Shiori dan kembali melakukan Teleportasi ke arah yang lain dari Shiori, namun Shiori tetap bisa menahan serangan tersebut dan Nori kembali melakukan hal yang sama berkali-kali.


Setelah diserang berkali kali dengan cara yang sama oleh Nori akhirnya Shiori pun menemukan celah untuk menyerang balik Nori.


Bugh... Shiori menghalau serangan Nori dengan sikut nya dan Nori pun tidak bisa menghalau serangan tersebut.


Nori pun mundur cukup jauh akibat serangan Shiori, namun Shiori tidak memberi Nori kesempatan dan langsung berlari maju menujunya sambil mengayunkan kembali pedangnya


Nori berusaha menghindari serangan tiap pedang Shiori yang berusaha untuk menebasnya, Nori pun kembali melakukan Teleportasi dan berpindah ke belakang Shiori. kali ini Shiori kurang cepat untuk menebak serangan Nori dan Nori pun langsung menendang Shiori


Shiori pun terdorong mundur dan pertarungan kembali berlanjut Nori dengan tangan kosong terus berusaha untuk menyerang Shiori menggunakan Teleportasi nya dan Shiori hanya bisa menahan sambil menunggu momen yang tepat untuk melawan balik.


-Kenapa perempuan ini kuat sekali. Batin Nori


Shiori dan Nori pun akhirnya saling mundur akibat sudah cukup lelah karena mereka terus terusan menyerang tanpa henti.


"Hah... hah... Ya kau kuat sekali, aku tidak menyangka bisa bertarung seperti ini denganmu" Ucap Nori yang sudah sulit untuk bernafas dengan normal setelah pertarungan keras dengan shiori.


Disaat Nori sedang lengah akibat kelelahan setelah bertarung dengan Shiori, tiba tiba ia diserang oleh sabit milik Reina yang sudah muncul di belakangnya.


Akhh...... Suara Nori yang sudah tidak bisa berkata apa apa akibat Reina menyerang nya secara mendadak


-A.. apa ini?. Batin Nori, kini dia sudah terbaring di atas tanah setelah terkena serangan Reina.


"Itu semua karena dia sudah kelelahan bertarung denganku" Ucap Shiori yang kini sedang melirik Reina dengan tatapan sinis.


"Hehehe" Reina hanya bisa tertawa karena ia terlambatnya untuk datang membantu Shiori.


Reina yang melihat Shiori terluka cukup banyak pun kini langsung menghampiri nya dan menggigit pundak Shiori, ia berusaha untuk mengendalikan darah yang ada di dalam tubuh Shiori untuk menyembuhkannya seperti dengan yang ia lakukan kepada Hikaru saat itu.


"Aw... jangan gigit aku terlalu keras" Shiori memegang pundak nya yang sedang digigit oleh Reina.


"Iyshh bahghiklah" Ucap Reina sambil tetap menggigit pundak Shiori dan suara nya pun menjadi tidak jelas.


Lalu setelah Reina selesai untuk sedikit menutup luka luka Shiori, kini Shiori langsung terpikirkan tentang Hikaru.


"Reina, kamu sudah melihat Hikaru setelah ledakan itu?" Tanya Shiori sambil memasukkan kembali pedangnya ke sarung pedang miliknya.


"Belum, disaat aku berlari menuju Hikaru. Aku dihentikan olehmu yang sedang bertarung dengan perempuan tadi makanya akun belum melihatnya lagi" Ucap Reina yang kini membawa kembali sabitnya dan di tenteng dengan menggunakan tumpuan pada bahu nya.


"Sebaiknya kita segera kesana" Shiori pun segera berlari menuju tempat ledakan tersebut dimana Hikaru berada


"Hei tunggu aku. kau ini benar benar" Reina pun segera berlari mengikuti Shiori dari belakangnya.


Setelah berlari cukup jauh akhirnya mereka pun melihat Hikaru sedang di papah oleh seseorang yang sepertinya itu adalah Levion.


"Hikaru..... kau tidak apa apa?" Tanya Shiori yang segera menghampiri Hikaru.


"Shiori, syukurlah kau tidak apa apa. Ya aku tidak apa apa" Jawab Hikaru dengan tubuh yang sudah sedikit lelah dan banyak luka luka di sekitarnya.


Reina yang melihat hal tersebut pun secara otomatis langsung menggigit Hikaru di bagian bahu nya.


"Eh? apa yang kau lakukan?" Tanya Levion yang kebingungan serta kaget melihat Reina yang secara tiba tiba langsung menggigit bahu Hikaru.


"Sudgwlah kayyu tidak uswh iket campur" Ucap Reina yang lagi lagi berbicara tanpa melepaskan gigitannya.


"Apa yang kau bicarakan aku tidak mengerti" Levion yang semakin dibuat kebingungan pun kini memasang ekspresi yang aneh.


"Sudahlah tidak usah pedulikan cewe yang sedang menggigit itu, pak pemilik robot bisakah kau menceritakan kepada saya apa yang baru saja terjadi?" Shiori menghampiri Levion dan memberikan beberapa pertanyaan.


"Ah baiklah akan saya ceritakan intinya saja" Ucap Levion yang segera menceritakan tentang kejadian ini dengan sepengatahuan Levion saja.


"Sial jadi semua ini adalah serangan dadakan dan bahkan kerajaan Trias pun diserang" Shiori yang terlihat geram karena tidak bisa bertindak apa apa


"Sudahlah Shiori kita sudah tidak bisa berbuat apa apa" Ucap Hikaru yang masih saja digigit oleh Reina.


"Mau sampai kapan kau menggigit Hikaru seperti itu?" Tanya Shiori sambil memasang ekspresi datarnya seperti biasa.


"Ini baru saja selesai" Jawab Reina yang segera melepaskan gigitannya dan duduk di samping Hikaru.


Pertarungan mereka sudah selesai, setidaknya untuk saat ini. Kita tidak tahu apakah akan ada serangan susulan atau sebenarnya mereka belum menang sama sekali?