Destiny Will Change

Destiny Will Change
Mengambil keputusan


Saat ini Hikaru sedang terpojok dalam situasi yang sulit karena dia menggagalkan penghukuman Reina.


"Semuanya tenang!! Hikaru adalah salah satu petualang di kerajaan Zivilia ini yang telah menyelamatkan ku dari serangan pasukan kerajaan Trias yang berusaha membunuhku" Ucap putri Irisviel sambil berusaha menenangkan para orang yang berada di sana


"Dia juga bertarung untuk menyelamatkan tuan putri?"


"Apakah dia sekuat itu?"


Orang orang pun masih belum sepenuhnya percaya dengan Hikaru.


"Aku mempunyai sebuah saran, bagaimana kalau Reina ikut bertualang bersama ku agar dia bisa selalu awasi untuk tidak berbuat hal buruk atau kabur dari kerajaan ini. Dia juga akan membantu para ksatria kerajaan disini untuk bertarung melawan kerajaan Trias, kekuatan Reina sangat sayang kalau tidak kita manfaatkan dengan baik" Ucap Hikaru mengeluarkan pendapatnya agar Reina selamat dari hukuman matinya.


"Mana mungkin kau bisa menjaganya, kau hanya petualang Kelas A" Ucap salah satu ksatria kerajaan yang ada disana mengetahui identitas Hikaru


"Apa kelas A?"


"Bodoh sekali dia, hanya petualang kelas A tapi sok berbicara seperti itu"


"Kenapa petualang kelas A ada di istana ini"


"Hikaru lah yang telah berhasil mengalahkan Reina" Ucap putri Irisviel memotong obrolan orang orang yang berada di sana, sehingga membuat seluruh orang yang berada disana terkejut dengan hal tersebut.


"Apa mata kalian semua buta? jelas jelas tadi dia dapat memotong balok besi sebesar itu tanpa ada kesulitan sama sekali"


-ya... padahal itu sangat sulit. Batin Hikaru


"Saya sangat percaya kepada Hikaru, jadi saya mempunyai sebuah syarat kepada Hikaru agar dapat membawa Reina bersamanya"


"Kau harus bertarung melawan pemimpin dari regu Felix, yaitu komandan Nord zepelion"


Nord zepelion adalah salah satu komandan terkuat dari lima regu ksatria kerajaan yang terdapat di kerajaan Zivilia


-Mustahil!! kenapa tuan putri memberikan sebuah syarat yang sangat berat kepada Hikaru, komandan Nord bukanlah orang biasa dia bahkan mampu melawan lima puluh pasukan musuh sendirian. Batin Leo


-Maaf Hikaru aku tidak ada pilihan lain, tapi aku percaya bahwa kau akan berhasil. Batin putri Irisviel


komandan Nord ternyata juga berada di ruangan tersebut, dia pun berdiri dari kursinya dan memperkenalkan dirinya kepada Hikaru.


"Saya akan melakukan tugas tuan putri untuk melawan anak muda ini, ini semua dilakukan untuk kebaikan kerajaan ini maka saya akan bertarung dengan sungguh sungguh tanpa mengalah sedikit pun" Ucap Nord dengan gagah membuat Hikaru sedikit tertekan dengan aura nya.


-Apa apaan itu, badanya sangat besar ototnya bukan main. Dia mempunyai pedang besar di tambah juga dengan perisai yang besar, rambut berwarna abu abu menambah kengerian dirinya. Batin Hikaru


"Bagus komandan Nord, beritahu kepada anak itu bahwa kerajaan ini tidak bisa di remehkan" para ksatria dan menteri kerajaan yang berada di sana pun setuju dengan syarat yang diberikan oleh putri Irisviel untuk membuktikan bahwa Hikaru layak untuk menjaga Reina.


"Apakah anak itu akan baik baik saja? lawan dia adalah komandan dari pasukan Felix loh, pasukan Felix!!!"


"Aku juga khawatir kepada anak itu apalagi dia hanya petualang kelas A"


Ucap tiga orang laki-laki yang merupakan komandan dari regu pasukan lainya yang masih belum diketahui identitasnya.


"Baiklah, pertandingan akan dimulai besok pukul sepuluh pagi di arena latihan regu Felix"


Ucapan putri Irisviel pun mengakhiri pengeksekusian Reina tanpa adanya keributan.


Disaat semua orang sudah pergi, Reina pun di bawa oleh para ksatria kerajaan ke penjara bawah tanah karena dia belum bisa ikut bersama Hikaru.


-Kenapa kau melakukan ini Hikaru? apa yang sebenarnya kau rencanakan. Batin Reina


Putri Irisviel pun berjalan menuruni tangga menuju Hikaru, Leo sebagai pengawal pribadi tuan putri pun mengikuti di sampingnya.


"Hikaru maafkan aku, disituasi seperti tadi aku tidak punya pilihan lain untuk mengikuti keputusanmu tanpa adanya persetujuan dari para ksatria dan menteri kerajaan. Dan untuk syarat yang kuberikan aku sungguh minta maaf menyuruhmu bertarung melawan pemimpin dari regu Felix yang sangat kuat. karena kalau kau tidak melawan dia, aku tidak yakin para menteri dan ksatria kerajaan bisa percaya padamu"


"Ah tidak apa apa lagi pula aku masih bisa bertarung" Ucap Hikaru dengan menyembunyikan luka di rusuk kirinya sambil tersenyum.


"Mengapa kau menyelamatkan Reina Hikaru? aku masih tidak mengerti dengan pola pikirmu, dan tindakanmu tadi terlalu nekat" Ucap Leo yang memarahi Hikaru sambil menarik kerah bajunya.


"Karena aku tidak ingin ada orang yang tidak bersalah mati sia sia" Ucap Hikaru dengan dingin kepada Leo bersamaan dengan tatapan serius Hikaru meyakinkan Leo untuk membiarkan Hikaru melakukan apa yang dia mau.


"Terserah kau saja" Leo pun melepaskan kerah baju Hikaru dan memalingkan wajahnya dari Hikaru.


"Berhati hatilah Hikaru, lawanmu adalah komandan pasukan dari kerajaan Zivilia. kalau pertandingan sudah mulai tidak terkendali aku akan langsung menghentikannya"


"Baiklah tuan putri tenang saja, saya akan berusaha sebaik mungkin"


Putri Irisviel dan Leo pun berjalan pergi meninggalkan Hikaru kembali ke ruangan tuan Putri, sementara Hikaru kembali ke kamar Shiori untuk menjaganya selama dia masih tidak sadarkan diri.


Dari pagi sampai sore Hikaru hanya duduk di kursi yang berada disamping tempat tidur Shiori.


"kapan kau akan bangun Shiori..., aku yakin saat kau bangun dan mengetahui aku menyelamatkan Reina pasti kau akan memarahiku dengan ekspresi dingin mu itu, tapi aku tahu siapa Reina sebenarnya jadi tenang saja Shiori" Ucap Hikaru berbicara kepada Shiori yang tidak sadarkan diri sambil berharap Shiori cepat siuman.


Malam hari pun tiba, Reina terlihat sangat lemah di dalam penjara bawah tanah yang dinding dan lantainya hanya terbuat dari batu. Dia kehabisan banyak darah sehingga tidak bisa membuat senjata apapun untuk saat ini, namun sepertinya Reina pun tidak berencana untuk kabur sama sekali.


Dari arah tangga yang menuju ke penjara bawah tanah terdengar suara langkah kaki menuju arah Reina membuat dirinya melihat keluar jeruji.


Orang tersebut adalah Hikaru yang datang untuk melihatnya, dengan hanya menggunakan kaos putih dan celana yang penuh dengan sobekan akibat pertarungannya dengan Reina jaketnya pun sudah hancur sehingga tidak dapat ia pakai lagi.


"Yaho Reina... aku mempunyai beberapa pertanyaan untukmu" Ucap Hikaru yang berdiri di depan sel penjara milik Reina.


"Tanyakan saja aku sudah tidak peduli" Ucap Reina dengan sangat lemas yang masih terduduk di lantai sambil kembali menundukkan kepalanya ke bawah.


Di situasi saat ini Hikaru masih belum mengetahui hal yang dia lakukan saat ini benar atau salah.