
Di tengah malam saat para warga tengah tertidur lelap, terjadilah peperangan di luar gerbang kerajaan. Para warga pun di suruh cepat mengungsi ke daerah yang aman bersama dengan para petualang kelas A dan B yang menjaga.
"Cepat-cepat!!! Semuanya harus pergi ke tempat yang aman ayo" para petualang terus berkata seperti itu kepada semua warga yang berada di kota Zivilia untuk segera pergi ke tempat yang aman
"Kau tidak ada apa apanya, mengapa kau jadi pemimpin dasar lemah" komandan Togo dari pasukan musuh berbicara sambil terus beradu pedang kepada vilkart yang memimpin pasukan petualang untuk menjaga pintu gerbang utama kota kerajaan Zivilia
"Aku belum mengerahkan semuanya, aku tidak menyangka kau akan menyerang pada malam hari seperti ini" vilkart berbicara sambil terus mengayunkan pedangnya ke arah komandan Togo
"Pusaran api!!" Para petualang dari pasukan musuh meloncat tinggi lalu mengeluarkan sihir api dari tanganya sehingga menghasilkan ujan bola api yang sangat banyak
Lalu para petualang kerajaan Zivilia mengangkat tanganya keatas dan menciptakan sebuah lubang seperti portal, dan bola api yang banyak dari atas tersebut masuk kedalam lubang tersebut dan menghilang
"Bagus kita berhasil menahan serangannya" kata salah satu petualang tersebut dengan senang
Pertempuran pun terus berlanjut dan sedikit demi sedikit menciptakan korban.
"Hah.... Kalian lama sekali aku sudah mengantuk" salah satu orang di barisan paling belakang dengan menggunakan baju putih dan jaket berwarna hitam dengan celana berwarna coklat. Tetapi orang tersebut tidak membawa senjata sama sekali.
"Hei Elard kenapa kau berada disini bukankah kau ditugaskan untuk menyerang langsung kerajaan dari dalam" salah satu pasukan musuh dibelakang berbicara kepada orang tersebut sambil menyebut namanya
"Eh? Emang ya? Aku tidak ingat kalau disuruh seperti itu oleh komandan" Elard kebingungan karena dia lupa dengan perintah yang diberikan oleh komandan Togo
"Cepat kau harus menyerang kedalam kerjaan dan hancurkan semuanya"
"Iya iya aku mengerti, dasar merepotkan" Elard pun langsung menghilang dan dia berpindah tempat menuju ke atas dinding pintu gerbang bersama beberapa pasukan musuh lainya yang ikut bersama Elard, yang kemungkinan orang tersebut adalah orang orang terkuat yang berada di pasukan musuh
"Hmmmm.... Kota yang indah, tapi sebentar lagi akan hancur" ucap Elard
Sambil tersenyum karena dia akan menghancurkan kota tersebut
Sementara di bagian dalam kota hanya terdapat para petualang kelas rendah yang membantu para penduduk untuk pergi ke tempat yang aman.
"Semua warga sudah di pindahkan ke tempat yang aman, aku belum tahu detail tentang kota ini dan lokasinya" Kata Hikaru yang baru saja selesai membantu warga untuk pindah ke tempat yang aman
"Apa itu aku tadi seperti melihat bayangan" Hikaru melihat banyak bayangan di setiap atas rumah dan bangunan. tetapi bayangan tersebut langsung menghilang
"Duarr.....!!!" Suara ledakan besar dari sisi kanan Hikaru.
"Hah apa itu kenapa ada suara ledakan dari dalam kota" Hikaru pun bergegas menuju ke arah suara ledakan tersebut
"Duarr.....!!" Suara ledakan pun terdengar lagi sekarang berada di sisi kanan Hikaru, suara tersebut terus menerus berbunyi dan ledakan terus terjadi di setiap sisi kota
"Apa ini? Tidak mungkin para petualang dan penjaga yang berada di gerbang dikalahkan semudah ini"
Hikaru pun segera berlari ke tempat dimana para warga berada.
Sekeliling kota pun sekarang dipenuhi dengan api dan ledakan dari penyerangan musuh secara diam diam yang tidak dapat di ketahui para petualang
Hikaru terus berlari, tetapi saat ditengah perjalanan dia menemukan perempuan yang belum sampai ke tempat aman.
"Iya aku tidak apa apa" jawab perempuan tersebut sambil menahan bstuk karena menghirup asap yang berada di sekeliling kota
"Ayo cepat akan aku antarkan kau ke tempat aman" Hikaru langsung menggendong perempuan tersebut
-Cepat lari dibelakang mu ada orang yang sedang berusaha membunuhmu. lagi lagi dari batin Hikaru ada suara berat yang berbicara kepadanya.
Tetapi Hikaru tidak mempertanyakan suara tersebut dan langsung melihat ke arah belakang sambil menurunkan wanita yang tadi dia gendong
Hikaru pun langsung refleks mengeluarkan pisau yang berada di kantong celana nya dan menangkis anak panah yang menuju dirinya dengan pisau nya
"Bagaimana refleks ku bisa secepat itu?" Hikaru bingung karena dia bisa bergerak untuk menangkis anak panah tersebut secepat tadi
"Dimana kau!! keluar sini kalau berani pengecut" ucap Hikaru sambil berteriak
"Wah wah hebat juga kau" kata seseorang yang tiba tiba keluar dari sebuah gang yang berada di depan Hikaru.
Ternyata orang tersebut adalah Elard orang yang tadi memakai jaket hitam dan terus tersenyum sambil menyerang kota
"Jadi kau yang tadi ingin memanahku?"
"Hey jangan menuduh seperti itu dong, itu hanya anak buahku. Dan sekarang dia sedang menuju ke tempat dimana para warga berada" jawab Elard sambil menggelengkan kepalanya
Hikaru pun kaget dan dia langsung memegang tangan perempuan yang tadi dia gendong dan segera berlari pergi ke tempat aman.
"Arrkhhhh..." Hikaru tidak dibiarkan semudah itu untuk pergi, Elard melemparkan sebuah tali tipis yang langsung mengikat ke leher Hikaru sehingga Hikaru tercekik dan terjatuh lalu membuat pisau Hikaru terlempar jauh ke depan
"Cepat aghh.. sebaiknya kau lari dan memberi tahu warga yang lain Arkh..." Hikaru memerintahkan perempuan tersebut untuk pergi dan memberi tahu warga yang lain
"Tapi kau-"
"Cepat pergi!! Argh..." Hikaru pun terus terusan tercekik di leher nya
Lalu perempuan tersebut pun langsung berlari dan menuju ke tempat para warga yang lain berkumpul.
"Sudah sekarat seperti itu masih menjadi pahlawan ya, Hahahaha bodoh dasar bodoh. Lagipula taliku itu adalah tali sihir yang tidak bisa dilepaskan dengan mudah apabila sudah terikat" kata Elard sambil terus tertawa melihat penderitaan Hikaru.
-Aku akan mati disini? Apakah aku akan mati seperti ini?
-Tidak, kau harus tetap Hidup kau akan tetap Hidup. suara berat dari batin Hikaru kembali muncul
-Cepat ambil pisau itu dan potong talinya. Saat mendengar kata tersebut Hikaru pun teringat tentang kejadian dimana pisau itu kembali lagi ke tangan Hikaru seperti magnet saat dia melempar nya waktu melawan pasukan musuh.
"ARGHHHH...!!" Hikaru mengerahkan seluruh tenaganya dan memfokuskan titik kuat pada tubuhnya untuk ke tanganya dan pisau tersebut pun terbang ke arah tangan Hikaru lalu Hikaru langsung memotong tali tersebut dengan mudah.
"Apa? Tidak mungkin tali sihir di potong semudah itu" Elard terkejut karena Hikaru bisa memotong talinya dengan mudah
"Aku tidak akan mati disini, karena perjalanan ku baru saja dimulai!!"