
Hikaru pun pergi dari penjara bawah tanah tersebut, ia menuju tempat latihan para ksatria kerajaan di sana untuk melatih kekuatannya. Saat ini tempat latihan tersebut sedang tidak dipakai karena hari sudah sore matahari pun mulai terbenam.
"Aku akan terus berlatih waktuku tidak sampai satu hari, Reina pasti bisa membantuku untuk mencari tujuanku"
Hikaru terus menerus melempar pisaunya ke sebuah target, ia juga melatih kecepatan teleportasi menggunakan pisau miliknya. Hikaru pun mencoba mengeluarkan aliran listrik miliknya agar dia dapat melatihnya dan mengubahnya menjadi aliran petir milik byakko.
Malam terus berlanjut namun Hikaru terus berlatih hingga larut, sampai Zegel melihat dan menghentikan Hikaru.
"Hikaru sudahlah kalau seperti ini juga kau malah kelelahan besok" Ucap Zegel yang dengan cepat memegang tubuh Hikaru untuk menghentikannya.
"Tapi aku tidak punya waktu lagi, eh tunggu... kau tahu apa yang akan terjadi besok?"
"Ya aku tahu, tadi aku bertemu dengan Leo dia menceritakan semuanya tentang kau yang mau menyelamatkan Reina dan bertarung melawan salah satu komandan dari regu ksatria kerajaan disini" Ucap Zegel sambil tersenyum dan merangkul Hikaru
"Ya baiklah, aku akan tidur Akupun sudah mengantuk. Tapi kau habis dari mana saja?" Tanya Hikaru kepada Zegel sambil menguap karena dirinya sudah kelelahan.
"berdagang" Jawab Zegel sambil mengeluarkan uang dari saku celananya.
"Hah? kau benar benar berdagang?"
"Tentu saja! tidak mungkin aku membawa barang sebanyak itu saat kita berangkat kalau bukan untuk berdagang"
"Tapi setelah ini kita akan berpetualang tanpa menggunakan kereta kuda apa kau yakin mau membawa barang sebanyak itu?"
"Oh tidak aku tidak memikirkannya" ucap Zegel sambil berlutut sambil menyesali keputusannya.
"Sudahlah tidak usah sampai seperti itu, aku mempunyai uang hasil dari quest kita. Nanti akan kubagikan"
"Baiklah" Ucap Zegel yang kembali berdiri.
Hikaru dan Zegel pun pergi dari tempat latihan tersebut dan menuju kamar mereka di istana kerajaan yang sudah disiapkan oleh putri Irisviel.
"Kau mau kemana Hikaru? kamarmu ada disamping kamarku" Tanya Zegel yang melihat Hikaru berjalan menuju kamar Shiori.
"Aku akan melihat keadaan Shiori sebentar"
Jawab Hikaru yang terus berjalan menuju kamar Shiori.
"Setidaknya ganti baju dulu woi!!" Teriak Zegel memperingati Hikaru karena masih memakai kaos putih yang kotor, tetapi Hikaru mengabaikannya dan tetap menuju ke kamar Shiori.
Sesampai nya di kamar Shiori, Hikaru melihat Shiori yang masih saja terbaring di tempat tidurnya dengan kondisi tubuh yang masih lemas.
"Shiori aku berharap kau tidak memarahiku karena membuat keputusan ini" Ucap Hikaru yang berdiri di samping Shiori sambil menyapanya, Hikaru pun berjalan pergi menuju kamarnya dan bersiap untuk pertarungan besok.
Pagi hari pun tiba sinar matahari masuk melalui jendela kamar Hikaru membuatnya terbangun dan kembali memakai pakaian berwarna biru yang diberikan Zegel
"Ternyata Zegel tidak hanya mempunyai satu baju saja yang dijual" Ucap Hikaru yang memakai bajunya sambil bercermin melihat dirinya sudah berbeda dibanding pertama kali ia datang ke dunia ini.
Diapun berjalan pergi menuju markas dari regu Felix untuk bertarung di arena latihan yang berada disana, Ia pergi bersama Leo dan Keri yang mengantarnya.
"Apakah komandan Nord sangat kuat?" Tanya Hikaru kepada Keri yang berada di samping kirinya sambil terus berjalan di tengah keramaian kota menuju markas regu Felix.
"Bodoh pakai bertanya, sudah jelas dia adalah komandan kekuatannya tentu saja sangat besar" Jawab Keri membuat Hikaru semakin ketakutan.
"Dia sangat unggul di kekuatan fisik, dia bertarung dengan tipe jarak dekat. Orang ini mungkin akan sangat sulit kau lawan Hikaru" Ucap Leo yang menjelaskan kekuatan milik Nord.
Hikaru terus terusan memutar otak memikirkan kekuatan dari komandan Nord Zepelion yang sangat kuat.
Hikaru pun akhirnya sampai di markas regu Felix, di markas tersebut terdapat logo burung yang berwarna merah dengan corak hitam di pinggirnya
Gerbang pun terbuka Hikaru memasuki markas tersebut, semua orang yang ada di sana adalah para ksatria kerajaan dari regu Felix. Mereka semua menatap Hikaru yang bertubuh kecil dan tidak terlihat kuat sama sekali untuk melawan komandan Nord.
Komandan Nord pun telah menunggu Hikaru di depan pintu masuk markas serta asrama regu Felix.
"Selamat datang Hikaru, maaf telah merepotkanmu" Ucap komandan Felix, kali ini dai tidak membawa perisai maupun pedang miliknya dan hanya berpakaian armor yang sangat kuat.
"Ah tidak justru saya yang merepotkan Anda" ucap Hikaru sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah, bagaiman kalau kita langsung menuju arena saja?"
"Baiklah"
Hikaru pun berjalan bersama semua ksatria kerajaan yang berada di sana menuju ke arena pertandingan, para ksatria kerajaan dari regu lain pun ikut datang untuk menontonnya mereka semua duduk di sisi dari arena tersebut yang berbentuk seperti tangga mengelilingi arena.
Putri Irisviel pun ikut hadir untuk menonton pertandingan tersebut.
"Hikaru dengar ini sangat berbahaya, kau jangan terlalu memaksakan dirimu. kalau sudah tidak kuat menyerah saja kau tidak boleh sampai mati" Ucap Leo yang sangat khawatir sambil memegang kedua pundak Hikaru.
"Tenang saja Leo, aku pasti akan mengalahkannya" Ucap Hikaru dengan nada bicara yang sangat yakin membuat Leo mempercayainya.
"Baiklah berhati hatilah aku akan melihatmu dari sisi penonton"
"Oke"
Hikaru pun berjalan keluar dari ruang ganti menuju pintu masuk arena latihan yang sekarang akan menjadi arena pertandingannya melawan komandan Nord Zepelion.
Hikaru membuka pintu tersebut dan melihat banyaknya orang datang hanya untuk melihat pertandingan tersebut, ia berjalan ke sebuah arena yang lantainya hanya terbuat dari tanah.
"Hei lihat anak itu, serius dia akan melawan komandan Nord?"
"Tubuhnya kecil sekali mana bisa dia menang"
"Lagian untuk apa dia menyelamatkan pasukan musuh, apa jangan jangan dia juga sebenarnya orang jahat?"
Orang orang pun mulai membicarakan Hikaru yang baru saja memasuki arena tersebut.
Dari arah depan Hikaru terlihat sebuah pintu terbuka, itu adalah komandan Nord dengan armor warna merah yang sangat lengkap disertai dengan pedang dan perisai yang terlihat sangat kuat untuk melawan apapun.
"Nah ini dia baru pahlawan kekuatannya sudah tidak perlu dipertanyakan"
"Komandan Nord kalahkan anak itu"
Orang orang pun bersorak melihat kedatangan komandan Nord. Reina pun ikut menonton pertandingan tersebut namun di dalam sebuah kotak kurungan dengan tangan dan kaki yang di borgol. Zegel juga melihat pertandingan tersebut dari kursi penonton.
"Hikaru sebelumnya aku mohon maaf bila aku terlalu keras padamu, tapi ini semua kulakukan untuk kerajaan ini jadi mohon bantuannya"
"Ya aku paham itu mohon bantuannya juga"
Hikaru dan komandan Nord pun sudah bersiap untuk memulai pertarungan mereka.
"Baiklah pertarungan petualang kelas A Hikaru dengan komandan regu Felix Nord zepelion. Dimulai!!!...." Ucap Putri Irisviel yang menandakan bahwa pertandingan tersebut pun dimulai