Destiny Will Change

Destiny Will Change
Rintangan


Hikaru akhirnya telah mendapatkan teknik baru dari kekuatanya, dan diapun sudah berlatih agar bisa bertarung dengan baik untuk berpetualang bersama shiori


Di malam hari setelah Hikaru mendapatkan sebuah teknik untuk berpindah tempat menggunakan pisau nya, Hikaru dan shiori duduk di meja makan dan saling berbicara


"Hikaru, sebenernya apa kekuatanmu?" Tanya shiori


"Aku juga tidak tahu, tetapi aku dikirim kesini dari duniaku untuk membangkitkan kekuatan yang ada di dalam tubuhku" jawab Hikaru


"Hmmm.... Baiklah. Oh iya ngomong ngomong kemana kacamatamu? Saat kita pertama bertemu sepertinya kau menggunakan kacamata. Apa kau bisa melihat tanpa kacamata?"


"Hah iya benar juga, sudah berhari hari aku tidak menggunakan kacamata tetapi pengelihatanku tidak berkurang" jawab Hikaru sambil memegang kedua matanya


"Baiklah mulai besok kita akan pergi ke kota zalka, perjalanan kita cukup jauh jadi mungkin kita akan menginap di desa saat perjalanan"


"Zalka? Jadi di kerajaan ini bukan hanya ada satu kota utama?" Tanya Hikaru yang kebingungan


"Iya, ada 3 kota di kerajaan ini. Kota utama Zivilia, kedua zalka, dan ketiga Sora. Dan jarak di antara 3 kerjaan itu cukup jauh"


"Mengapa kau ingin pergi ke kota zalka shiori?" Tanya Hikaru


"Aku ingin menjual ini" kata shiori sambil berjalan ke dapur dan mengambil sebuah bola kristal berwarna biru


"Apa itu? Bola sihir?" Kata Hikaru sambil berdiri dan menghampiri shiori


"Bukan. Ini adalah kristal mana yang di dalamnya terdapat energi mana yang besar, aku mempunyai kenalan di kota zalka dan mungkin apabila aku menjualnya kepada dia, dia akan memberi bayaran yang banyak"


"Hmmmm baiklah aku akan ikut" kata Hikaru


"Dan saat diperjalanan nanti tidak akan mudah jadi ini juga sebagian untuk membangkitkan kekuatan yang ada di dalam dirimu" kata shiori sambil menaruh bola kristal nya


"Iya baiklah"


"Yasudah aku tidur duluan, selamat malam" kata shiori sambil masuk ke kamarnya


"Malam" Hikaru pun masuk ke kamarnya


Di pagi hari setelah bersiap siap dengan semua perlengkapan yang dibawa di dalam sebuah tas yang digendong Hikaru


"Baiklah ayo berangkat sekarang" shiori sudah siap kembali dengan jubah hijau nya dan menutup kembali kepalanya untuk menyembunyikan identitasnya


"Ya.. ayo!" Hikaru menggunakan jaket hijau pemberian zegel dan membawa sebuah ransel tas berisi perlengkapan mereka berdua. Lalu pisau milik Hikaru di taruh di kantong celananya seperti biasa


Setelah berjalan cukup jauh di dalam hutan mereka melalui banyak sekali rintangan dan melawan monster monster yang berada di hutan


"Hyatttt..." Suara shiori sambil terus menebaskan pedangnya ke para monster tersebut


"Apa ini? Kenapa anjing ini berkepala dua?" Tanya Hikaru yang kebingungan karena anjing yang dibunuhnya memiliki dua kepala


"Ya aku juga tidak tahu mengapa bisa seperti itu. Intinya monster disini semuanya aneh tidak ada yang normal"


-Namanya juga monster pasti tidak normal. Hahaha dasar Shiori. batin Hikaru


"Ayo kita lanjutkan perjalanan"


ucap shiori sambil menaruh kembali pedangnya


Mereka berangkat saat matahari terbit tetapi sekarang matahari sudah hampir terbenam dan mereka belum sampai di sebuah desa dan masih berada di dalam hutan


"Kapan kita akan bertemu sebuah desa? sebentar lagi akan malam"tanya Hikaru sambil mengeluh


"Sebentar lagi" jawab Shiori


Saat mereka terus berjalan, tiba tiba bola kristal milik shiori bersinar terang


"Hah apa ini tiba tiba bola ini bersinar" ucap shiori sambil mengeluarkan bola tersebut dari kantung jaket nya


"Apa itu? Tadi berkepala dua sekarang berkepala tiga dan tubuh nya lebih besar dua kali lipat dibanding yang tadi" ucap Hikaru yang berjalan mundur karena melihat monster tersebut


"Tenang Hikaru lebih baik aku yang melawanya kau dibelakang saja" sambil mengeluarkan pedangnya yang berwarna emas


"Tunggu kau tidak mungkin melaw- oh shit!" Shiori langsung melompat ke arah monster tersebut dan langsung berusaha menebas kepala anjing tersebut tetapi pedang shiori tidak melukai monster tersebut


"Shiori!!"shiori pun terlempar karena tendangan kaki monster tersebut


"Brengsek kau kepala tiga" Hikaru pun langsung melepaskan tas yang dia gendong lalu mengeluarkan pisaunya


"Maju sini!!" Monster tersebut pun maju lalu Hikaru melemparkan pisaunya ke kepalanya dan dia pun berpindah tempat ke arah pisau tersebut


"Matilah kau sekarang!!" Teriak Hikaru sambil menempelkan tanganya ke kepala anjing tersebut dan mengeluarkan aliran listrik yang sangat besar hingga phon disekitarnya roboh.


Tetapi monster tersebut belum juga mati, lalu shiori pun segera mengarahkan pedangnya ke kaki monster tersebut lalu monster tersebut pun tumbang dan Hikaru di tangkap oleh shiori


"Jangan gegabah Hikaru dia bukan monster biasa" ucap shiori sambil kembali mengarahkan pedangnya ke monster tersebut


"Tapi pedang mu tidak bisa membunuhnya, kepala nya terlalu keras!" ucap Hikaru sambil mencoba menahan shiori


Tetapi shiori terus berusaha melawan monster tersebut


"Bagaimana ini? Kalau aku diam saja shiori bisa mati" ucap Hikaru sambil terus berpikir


-Kau selamatkan dia lah bodoh kenapa kau Diam saja. dari batin Hikaru kembali ada suara berat yang berbicara kepadanya


"Siapa kau? Mengapa kau selalu berbicara denganku"


-Berisik cepat lawan saja monster itu akan ku jelaskan nanti bocah


"Tidak mungkin aku bisa mengalahkan itu. Hah apa ini kenapa pisau ini menjadi terang" ucap Hikaru sambil melihat pisaunya berubah menjadi biru terang


-Kupinjamkan kekuatanku lagi sekarang cepat lawan monster lemah itu


Hikaru pun langsung melompat lalu melempar pisaunya ke arah kaki monster tersebut dan diapun langsung memotong kaki nya, dengan pisau nya uang sekarang sangat mudah bagi Hikaru untuk memotong kaki monster tersebut


"Mana mungkin? Semudah itu?" Shiori yang kaget dan langsung mundur melihat Hikaru dengan mudah memotong kaki monster tersebut


-Bagus terus cincang terus


"Hah cincang?"


-Sudah lanjutkan saja. Awas diatasmu


Tiba tiba monster tersebut berusaha menggigit Hikaru dan saat itu tangan Hikaru berusaha menangkisnya, tetapi tangan Hikaru berubah menjadi seperti tangan seekor macan putih dan dapat menangkis kepala anjing tersebut dengan mudah


Lalu tanpa memikirnya Hikaru langsung melemparkan pisaunya ke kepala anjing tersebut dan saat dia terbang di udara untuk berpindah tempat, dia langsung melempar pisaunya ke arah mata salah satu kepala anjing tersebut. Lalu dari pisau Hikaru mengeluarkan aliran listrik yang besar sehingga satu dari tiga kepala anjing tersebut hancur dan monster itupun terjatuh.


"Monster apa ini sebenarnya?" Tanya Hikaru kepada shiori sambil melihat monster yang baru saja dia bunuh


"Dia mirip cerberus tetapi bukan, kalau cerberus yang asli bisa mengeluarkan api dari mulutnya" ucap shiori sambil memegang kepala dari salah satu anjing tersebut


"Dan yang terutama mengapa kau bisa menjadi sekuat tadi lalu memotong kaki monster itu dengan mudah?"


"Hah, aku juga tidak tahu tetapi aku bisa melindungimu sekarang" ucap Hikaru sambil tersenyum


"Ya ya ya terima kasih penyelamat" kata shiori sambil tersenyum dan kembali melanjutkan perjalanan


"Hei tunggu!!"


"Cepat jalan dan bawa lagi tasnya"