Destiny Will Change

Destiny Will Change
Penyelesaian


Shiori dan Zegel pun sedang dalam situasi yang terdesak untuk melindungi Hikaru, sementara Jero dan Keri sudah bersiap untuk menyerang mereka berdua


"Jangan menghalangi" Ucap Jero yang berlari sendiri ke arah Shiori dan zegel, dia menyelimuti seluruh lengan kanan nya dengan sihir api yang dia punya


Zegel pun berusaha menangkisnya dengan pedang yang sudah berisi kekuatan petir nya, serangan milik Jero ditangkis oleh zegel. tetapi tubuh zegel tetap menerima serangan yang kuat tersebut


"Sialan" Ucap Zegel yang menahan sakitnya setelah mengeluarkan darah dari mulutnya akibat serangan tersebut


"lihat kemana kau, lawanmu disini" Ucap Keri kepada Shiori yang pandangannya teralihkan ke arah Zegel dan tidak sempat melihat Keri yang dengan cepat sudah berada di belakangnya


"A-arghhh!!..." Shiori terkena serangan tebasan pedang cahaya milik Keri dari belakang dan tidak sempat untuk merespon serangan tersebut


Diapun terlempar jauh dan bagian punggungnya terluka cukup parah hingga pendarahannya terus berjalan


Namun zegel tidak menyerah, dari seluruh tubuhnya keluar aliran petir yang besar sehingga kecepatannya menjadi sangat cepat. Jero pun terus terusan diserang oleh zegel namun dengan kecepatan zegel Jero pun tidak bisa menangkis semua serangannya


"Hei... kau jangan mengalihkan pandanganmu dariku" Ucap shiori kepada Keri yang sedang lengah, diapun langsung menyerang Keri


Keri pun terkena serangan pedang shiori dan menjauh darinya


-Ini bukan sihir, tetapi mengapa perempuan ini bisa menyerangku sekuat ini


Shiori terus terusan menyerang Keri dengan pedangnya bersama tubuhnya yang mengeluarkan aura berwarna merah


Keri dan Shiori bertarung sangat sengit, sementara zegel dan Jero bertarung dengan kecepatan zegel yang menggunakan petirnnya


"Berhenti semuanya!!!!" Suara teriakan yang terdengar dari arah kereta kuda milik putri Irisviel


Putri Irisviel pun datang menghampiri tempat keributan tersebut karena pertarungan mereka menghancurkan daerah hutan tersebut


"Tapi dia adalah penjahat putri, orang tersebut memata matai anda tadi melalui semak semak" Ucap Jero


"Hah? temanku Hikaru tidak mungkin melakukan itu, pasti ada maksudnya" Ucap Zegel membantah omongan Jero


"Sebaiknya kau dengar penjelasan mereka terlebih dahulu Jero, regu penyembuh cepat pulihkan semua orang yang terluka" Ucap putri Irisviel yang terlihat marah kepada Jero dan menyuruh regunya untuk mengobati orang yang terluka


"Ta-tapi dia musuh, lihat dia melukai Leo sampai seperti ini" Keri pun membawa Leo yang pingsan akibat serangan Hikaru tadi


Putri Irisviel pun berjalan ke arah Hikaru yang sedang terbaring pingsan, dan dia berpikir seperti pernah menemui Hikaru di suatu tempat


"orang ini.... ah dia yang waktu itu memberikan lidah buaya ke toko obat nenek ku saat aku menjaga toko, dia orang baik pasti Jero sudah salah paham"


"Hei Jero, kenapa kau bertindak ceroboh. dia adalah orang baik dia salah satu petualang yang membantuku waktu itu" Ucap putri Irisviel yang menghampiri Jero dan memarahi nya


"A-aku tidak tahu... maafkan aku maafkan aku" Jero menundukkan kepalanya dan meminta maaf kepada putri Irisviel.


"Hei kau harus minta maaf kepada Hikaru juga bodoh" Ucap Zegel yang kesal karena perbuatan Jero


"Ya baiklah, kalau dia sudah sadar"


-untungnya pertarungan ini di berhentikan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau terus berlanjut. batin Jero


Disaat semua orang sedang di obati, Hikaru pun akhirnya terbangun dan berusaha berdiri


"Ah... kepala ku, eh? tubuhku ko baik baik saja setelah terbakar tadi" Hikaru kebingungan dan mengecek seluruh bagian tubuhnya bahwa masih baik baik saja


"Kau baru saja di sembuhkan oleh pasukan ku, maafkan kesalahan ksatria kerajaan ku Hikaru aku sungguh minta maaf" Ucap putri Irisviel yang sangat dekat dan berada di depan muka Hikaru


"Ah- iya tidak apa apa"


"Hei kau payah sekali kukira kau kuat makanya aku mengeluarkan serangan terkuat ku, tapi siapa sangka kau malah langsung pingsan" ucap Jero yang tidak meminta maaf, malah merendahkan Hikaru


-Ah iya.. aku baru ingat, padahal tadi aku pingsan bukan karena serangannya. tetapi karena byakko memanggilku


beberapa menit yang lalu....


"Hei Hikaru, aku harus memberitahumu sesuatu sebelum terlambat" Ucap byakko yang berada di depan Hikaru


"Dimana ini? aku bukanya tadi sedang bertarung'" Tanya Hikaru yang kebingungan karena sekarang dia berada di ruangan yang gelap hanya ada cahaya ungu redup yang menerangi


"ini adalah alam bawah sadar mu, aku berada disini di dalam pikiran dan tubuhmu" ucap byakko


"Lalu, untuk apa kau memanggilku kesini. aku sedang bertarung dan kalau kalah aku bisa mati" Ucap Hikaru yang sedikit khawatir


"Tenang saja kalau terjadi sesuatu yang buruk aku akan langsung membantu, tetapi sekarang ada hal yang lebih penting aku merasakan kekuatan musuh yang besar tidak jauh dari sini"


"Musuh? kenapa harus disaat seperti ini, dan mengapa harus memanggilku kesini biasanya kau hanya berbicara denganku melalui pikiran" Tanya Hikaru


"Musuh kali ini hampir sama kuatnya dengan Ranku yang kita lawan di duniamu, tidak bahkan mungkin lebih kuat. Dan orang ini ada hubungannya dengan musuh mu yang sebenarnya mengapa kau dibawa ke dunia ini" Byakko menjawab nya dengan serius


orang yang akan menyerang Hikaru nanti ada hubungannya dengan musuh Hikaru yang sebenarnya dan ada sangkut pautnya dengan orang yang memberikan Hikaru kekuatan Byakko


"Aku tidak tahu kapan pastinya dia akan menyerang mu, tetapi sepertinya tidak akan lama lagi jadi bersiap lah Hikaru. Sekarang pegang tanganku aku akan sedikit membantumu" Byakko pun mengarahkan salah satu tanganya untuk memegang tangan Hikaru


Tetapi sebelum itu terjadi, Hikaru sudah dipaksa bangun dari pingsan nya karena di obati oleh para pasukan penyembuh


-Ah sial percakapanku dengan byakko belum selesai, aku masih belum tahu jelas apa yang terjadi. batin Hikaru


"Sebaiknya kau dan temanmu istirahat bersama kami, dan kau ingin kemana malam malam ini di tengah hutan?" Tanya putri Irisviel kepada Hikaru


Hikaru pun menjelaskan keadaanya mengapa dia bisa berada di hutan ini dan bertemu dengan rombongan putri Irisviel


"Jadi kau sedang menjalankan misi bersama temanmu lalu kebetulan bertemu denganku" Ucap Putri Irisviel sambil melirik Jero yang berada di belakangnya


"Eh- bukan salahku, dia tidak bilang jadi aku langsung menyerangnya" Ucap Jero yang berusaha mengelak


"Sudahlah sekarang sudah hampir pagi, aku baru tidur sebentar sebaiknya kita kembali" Ucap Zegel sambil menguap mengajak Hikaru dan Shiori kembali ke kereta kudanya


"ya sebaiknya kita kembali" Ucap shiori dengan dingin langsung berjalan meninggalkan tempat putri Irisviel dan pasukannya tanpa berbicara apa apa


"Terima kasih atas bantuannya dan maafkan saya sudah membuat salah paham, sebaiknya kami harus cepat pergi" Ucap Hikaru kepada putri Irisviel


"sebaiknya kalian ikut dengan kami saja, atau ada sesuatu yang ingin kalian minta sebagai permintaan maaf saya"


"Permintaan?" Zegel dengan cepat membalikkan badan dan merespon ucapan putri Irisviel


"Nah kalau seperti ini kita tidak akan kekurangan makanan" Ucap Zegel yang membawa makanan penuh di sebuah tas yang diberikan oleh putri Irisviel


Hikaru dan Shiori pun hanya bisa terdiam melihat tingkah Zegel yang tidak tahu malu tetapi menguntungkan mereka


Rombongan putri Irisviel pun kembali melanjutkan perjalananya karena matahari sudah mulai terbit, diapun berpisah dengan Rombongan Hikaru yang kembali menjalankan misinya


-aku masih memikirkan perkataan byakko, sebenarnya siapa dan apa yang akan terjadi nanti