Destiny Will Change

Destiny Will Change
Tahap Kedua


Hikaru kini sedang tersungkur di sisi arena setelah tubuhnya terlempar ke dinding arena tersebut hingga hancur.


Sementara komandan Nord kini sudah tidak memakai senjata apapun, perisai miliknya pun sudah hancur akibat terkena aliran petir milik Hikaru.


-Hikaru cepat bangun kalau tidak kau akan kalah. Ucap byakko dalam batin Hikaru


-Kali ini kita harus mengalahkannya, tapi sepertinya komandan Nord belum mengeluarkan seluruh kemampuanya. Ucap Hikaru yang sudah sangat kelelahan.


-Aku akan membantumu, walaupun aku tidak bisa keluar dari tubuhmu ini sekarang. Tetapi aku akan berusaha untuk memberikan kekuatanku sepenuhnya dari dalam, atau bisa dibilang aku akan masuk menyatu dengan jiwamu. Ucap byakko yang ingin melakukan sesuatu terhadap Hikaru


-Kau dan aku akan menjadi satu untuk melawan Nord, karena aku bisa merasakan kekuatan orang itu sangat kuat. Byakko pun menundukkan kepalanya ke arah Hikaru


Hikaru pun memegang kepala Byakko sambil memejamkan matanya, Hikaru pun akhirnya terbangun setelah pingsan selama beberapa detik.


Disaat membuka matanya ia melihat komandan Nord berdiri dengan sangat gagah tanpa memiliki luka yang parah di tubuhnya, sebaliknya tubuh Hikaru sudah terluka akibat serangan milik Nord sebelumnya.


Hikaru pun berusaha berdiri dan kembali mengambil pisau nya untuk kembali melawan Nord Zepelion. Wajah Hikaru nampak semakin serius dan datar berbeda dari sebelumnya.


Tanpa mengucapkan kata kata apapun Hikaru dengan cepat langsung menghilang dari hadapan Nord dan sudah tiba di belakangnya dan langsung menendang bagian punggung dari Nord hingga dia terdorong jauh.


"Arghh...... Anak ini kenapa kecepatannya setiap saat terus meningkat, dan sekarang pun dia seperti menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya" Ucap Nord yang sudah terdorong jauh akibat serangan Hikaru.


Kini Hikaru bisa berpindah tempat dengan sangat cepat walaupun tidak menggunakan pisau miliknya, Hikaru kembali bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Ia menuju ke hadapan Nord sambil mengayunkan tangan kanannya untuk menyerang Nord.


Disaat pisau milik Hikaru sudah ingin menyentuh tubuh Nord, seketika Hikaru merasa serangannya tertahan dan tanah di sekitarnya menjadi berterbangan karena tekanan angin dari serangan milik Hikaru. pandangan Hikaru tertutupi oleh debu dari tanah tersebut


Saat debu tersebut mulai hilang dia melihat pisau miliknya sedang ditahan dengan telapak tangan kiri Nord tanpa terluka sedikit pun, dan seluruh tubuh Nord kini dikelilingi oleh aura berwarna hijau, aura tersebut membuat fisiknya semakin kuat dan bahkan pisau milik Hikaru tidak dapat melukainya.


Nord pun mengepal tangan kanannya dan langsung memukul Hikaru dengan sangat kuat hingga mulut Hikaru mengeluarkan banyak sekali darah, dan dirinya kembali terlempar ke sisi tembok arena dan membuat tembok tersebut hancur karena kekuatan Nord kali ini bisa dibilang sepuluh kali lipat dibanding sebelumnya.


"Itu adalah kekuatan komandan Nord yang sebenarnya"


"Ya aku tahu, kekuatannya dapat menguatkan fisik miliknya sehingga tidak dapat diserang oleh serangan biasa dan bisa dibilang dia tidak terkalahkan kalau masalah pertarungan jarak dekat seperti ini"


"Aku khawatir dengan anak itu, apakah dia akan selamat setelah pertandingan ini?"


"Aku tidak tahu tetapi yang jelas anak itu mungkin akan hancur apabila dia hanya dapat terus berbuat seperti ini" Ucap tiga orang komandan dari regu lain yang sedang membicarakan Hikaru karena situasi ini sangat berbahaya untuknya


"Tuan putri kalau terus seperti ini Hikaru akan kalah" Ucap Leo yang sudah khawatir terhadap Hikaru dan berusaha memberitahu putri Irisviel untuk menghentikan pertandingan.


"Tunggu dulu Leo, aku yakin Hikaru bukan anak yang akan menyerah seperti ini" Ucap tuan putri yang melihat Hikaru masih terduduk di sisi arena sambil menundukkan kepalanya.


"Sudahlah menyerah saja"


"Anak ini memang kuat, tetapi tetap saja tidak bisa menandingi komandan Nord" Ucap para penonton yang terus membicarakan Hikaru.


"Aku sudah tidak kuat lagi, sepertinya memang aku salah dan terlalu sombong bisa menyelamatkan Reina" Ucap pelan Hikaru yang sudah sangat pasrah.


-Ini dia yang aku tunggu, Hikaru tadi aku sudah bilang kan aku akan bersatu denganmu untuk mengalahkannya. Kali ini kita akan melakukannya karena dari tadi aku hanya menunggu momen dimana Nord mengeluarkan kekuatannya.


-Baiklah tadi kau sudah memegang kepalaku kan, intinya aku sudah dapat menyatu denganmu. Cepat bangun Hikaru mari kita kalahkan komandan ini secepat mungkin dan kembali ke tujuan utama kita datang ke dunia ini. Ucap byakko yang sudah bersiap untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya dan bersatu dengan Hikaru.


-Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi kalau intinya untuk mengalahkan komandan Nord aku tidak mungkin mundur. Ayo kita hajar orang ini bersama sama. Batin Hikaru.


Hikaru pun kembali berdiri dan mengambil pisaunya, tetapi dia masih menundukkan kepalanya dan terlihat sedikit sempoyongan untuk berdiri.


"Sudahlah Hikaru kalau kau hanya melakukan hal yang sama kau tetap akan kalah mau bagaimanapun juga, kau menyerah saja akupun tidak mau melawan dirimu yang tidak bersalah ini" Ucap komandan Nord sambil tersenyum kepada Hikaru.


"Hah? siapa yang bilang aku akan kembali melakukan hal yang sama seperti tadi" Ucap Hikaru yang sudah berdiri, dan seketika dari dirinya keluar aliran petir berwarna ungu milik Byakko yang kini sudah dapat dikendalikan penuh oleh Hikaru.


Tubuh Hikaru pun di kelilingi terus oleh aliran petir berwarna ungu milik Byakko, sementara tubuh komandan Nord di kelilingi oleh aura hijau.


Aliran petir yang keluar dari tubuh Hikaru membuat area di sekitar arena menjadi sedikit gelap karena warna ungu dari petir tersebut.


"Wah kau ternyata juga memiliki kemampuan tersembunyi ya? baguslah kalau begitu ayo kita lanjutkan pertarungan ini" Ucap Nord yang seketika bersemangat dan bersiap untuk melawan Hikaru.


-Hikaru ingat aku tidak bisa berlama-lama bersatu dengan tubuhmu, jadi kau harus menyelesaikan ini dengan cepat aku akan terus membantumu. Ucap byakko


Hikaru berlari menuju Nord dengan kecepatan petir milik Byakko, aliran petir ungu di sekitar tubuhnya pun terus mengikuti dirinya.


Hikaru kembali mencoba menggunakan pisau nya namun kali ini pisau miliknya yang tadinya berwarna biru dan hitam kini berubah menjadi warna ungu seperti aliran petir miliknya. Ia berusaha melempar pisau tersebut namun lemparannya terlalu tinggi di atas kepala Nord


Saat sudah sampai dihadapan Nord, Hikaru mencoba untuk menyerang Nord dengan aliran petir dari tangan kirinya yang sudah ia kumpulkan sehingga akan menjadi satu serangan yang sangat kuat.


Komandan Nord pun sudah mengayunkan tangan kanannya dengan kepalan tinju yang sangat kuat untuk memukul wajah Hikaru. Tetapi disaat tangan kiri Hikaru sudah mendekati Nord dan tangan kanan Nord sudah berada di samping wajah Hikaru.


Seketika Hikaru menghilang dari pandangan Nord, lalu dengan sangat cepat Nord terkena serangan milik Hikaru dari atas dan mengenai bagian punggung dirinya hingga dia terdorong ke bawah.


Ternyata lemparan pisau Hikaru yang meleset ke atas tersebut sengaja dia lakukan untuk berpindah tempat dan menyerang Nord dari atas menggunakan tangan kirinya yang sudah penuh aliran petir milik Byakko.


Nord tertekan ke bawah hingga menyentuh tanah, aliran petir milik Hikaru pun menyebabkan tanah disekitarnya hancur dan membuat para penonton terkejut dengan serangan Hikaru tersebut.


Nord kini terlungkup di tanah yang sudah hancur karena ditekan oleh tubuhnya yang terdorong ke bawah sambil terkena oleh serangan petir milik Hikaru