Destiny Will Change

Destiny Will Change
Misi bersama


Hikaru dan Shiori dihadang oleh orang berbadan besar tersebut saat ingin keluar dari cafe Lewich


"kau cantik juga, kenapa kau menutupinya dengan jubah seperti itu. Sini biar paman bantu buka ya" ucap pria tersebut yang tidak senonoh terhadap shiori, tangan pria tersebut menuju ke arah kepala shiori dia ingin membuka penutup kepalanya


"Hei.... kalau kau berani menyentuh dia, Ku bunuh kau" Hikaru dengan cepat langsung memegang tangan pria tersebut yang hendak membuka jubah Hikaru.


Disaat itu raut wajah Hikaru berbeda tidak seperti biasanya, dengan tatapan yang mencekam dan aura ancaman yang mengisi ruangan tersebut


"Hei lepaskan bocah" Ucap pria tersebut yang berlagak kuat, padahal di sisi lain dia sedang kesakitan menahan sakit ditangannya akibat digenggam oleh Hikaru


-Sial bocah ini kenapa bisa sekuat ini padahal tubuhnya kecil, kalau begini terus tanganku bisa patah


"Hei kalian berdua, berhenti disana" Seseorang dengan rambut merah yang menggunakan baju zirah lengkap dan terdapat pedang dibelakangnya, dia menghampiri Hikaru dan pria tersebut yang sedang bertengkar


Hikaru pun melepaskan genggaman dia dari tangan pria tersebut dan melihat ke arah pria yang menegur mereka


"Tu-tuan vilkart. Maafkan saya tapi anak ini yang memulai duluan" Ucap pria tersebut menuduh Hikaru dan menundukkan kepalanya di depan Vilkart


"Hei jelas jelas kau yang menghalangi jalan kita jangan asal menuduh" Hikaru membantah perkataan pria tersebut


-orang ini... yang memimpin pasukan kerajaan waktu itu saat ibu kota kerajaan sedang diserang oleh kerajaan Trias. batin Hikaru


"Aku melihat semuanya, kau yang menghalangi jalan anak muda ini. kau berani berbohong terhadapku" Ucap Vilkart yang kesal kepada pria tersebut


"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi" Ucap pria tersebut lalu pergi keluar begitu saja tanpa mengucapkan apapun


"Halo nak. Aku vilkart aku adalah pahlawan kelas D no 1 di kerajaan ini, atau lebih tepatnya pahlawan terkuat Dickerajaan ini" Ucap Vilkart yang memperkenalkan dirinya kepada Hikaru


"Aku kenal orang ini, dia sangat kuat bahkan kekuatan nya diluar nalar" Ucap pelan shiori yang berbisik di telinga Hikaru


Raut wajah Hikaru berubah menjadi terkejut sambil melihat ke arah orang tersebut


"Ha-Halo juga, anda sepertinya kuat ya dan perlengkapan anda pun lengkap" Ucap Hikaru kepada vilkart


"ah tidak tidak, perlengkapan ini bukan punyaku. Biasanya aku hanya membawa pedang saja, ini punya temanku aku barusan habis mencobanya dan ternyata tidak cocok hahaha"


-dia sama denganku.batin Hikaru


"ketua Vilkart ayo kita berangkat, Kita sudah mendapatkan quest" Ucap seseorang yang baru saja masuk memanggil Vilkart


"Ah, baiklah tunggu sebentar aku akan mengganti baju dulu. Hikaru sepertinya percakapan kita sampai disini dulu aku harus segera pergi anggota guild memanggilku. Dah sampai jumpa" Ucap Vilkart yang pergi keluar meninggalkan cafe lewich


-aku bisa merasakannya anak itu punya aura yang besar, dia bukan anak biasa. kalau orang lain tahu kekuatan yang sebenernya seharusnya dia tidak ada di peringkat A sekarang


"ya, hati hati.... baiklah shiori sebaiknya kita bergegas. Dan Zegel masih di toko pasti dia kebingungan mencari kita"


"iya" Shiori dan Hikaru pun keluar dari cafe lewich dan segera kembali ke toko zegel untuk melaksanakan misi


"Hikaru.... itu terima kasih tadi sudah menolongku" Ucap Shiori yang menundukkan kepalanya sambil berterima kasih kepada Hikaru


"Ya, tenang saja selama kita bersama aku akan menolong mu" Ucap Hikaru yang membuat Shiori sedikit terkejut, dan mereka pun kembali berjalan ke toko zegel.


"Zegel...." Hikaru membuka pintu, tetapi dia tidak melihat Zegel


"Untuk apa tas sebesar itu kau mau piknik?" Tanya Shiori


"Untuk persiapan kita menjalankan misi sudah jelas" Jawab zegel sambil mengangkat jari jempol nya


"Wah mantap, kalau gini kita bisa sambil piknik nih" Hikaru sangat antusias dengan apa yang dibawa zegel


"Kenapa aku harus bersama dua lelaki bodoh ini" Ucap shiori yang setiap hari harus bertahan dari penderitaan bersama kedua orang tersebut


mereka pun bersiap siap dengan membawa barang barang yang dibutuhkan, setiap orang memakai satu tas ransel milik zegel untuk membawa barang nya masing masing dan tas ransel milik zegel paling besar


"Baiklah ayo kita pergi ke restoran nya terlebih dahulu untuk mengambil makanannya"


Mereka bertiga pun pergi ke restoran mewah tersebut untuk mengambil makanan yang akan dikirimkan


"Kalian yang akan mengantar makanannya ya baiklah, aku sudah menyiapkan kereta kuda di pintu belakang dan di dalamnya penuh terdapat makanan dan bahan makanan, lalu ingat kalian harus hati hati karena misi ini tidak mudah" Ucap pelayan di restoran tersebut yang menjelaskan tentang apa yang harus Hikaru lakukan


"Baiklah, terima kasih kami akan mengantar nya dengan baik"


Mereka bertiga pun keluar melalui pintu belakang restoran dan melihat kereta kuda yang akan mereka bawa sudah siap


"kuda nya ada dua, berarti dua orang di depan untuk mengendarai. dan di dalam gerbong menjaga makanannya satu orang karena hanya muat untuk satu orang di dalam"


"Aku akan di dalam kalian berdua yang mengendarainya" Shiori langsung masuk ke dalam dengan cepat tidak mempedulikan Hikaru dan Zegel


"Kenapa kita kena sialnya Mulu" Ucap Zegel


Hikaru dan zegel pun langsung duduk di depan dan mengendarai kuda tersebut


perjalanan mereka cukup jauh waktu yang mereka tempuh paling cepat tiga hari, dan dengan uang yang mereka punya untuk saat ini tidak cukup. tapi dengan makanan milik zegel yang mereka bawa setidaknya bisa bertahan selama dua hari


"Baru jalan setengah hari tapi aku sudah lapar" Ucap Zegel sambil menguap


"Kita harus hemat kalau kau makan sekarang nanti bisa bisa kita kelaparan di hari selanjutnya"


"ya... baiklah"


Mereka terus menempuh perjalanan melalui jalan yang aman dan akhirnya tiba di daerah perhutanan yang cukup berbahaya pada sore hari


"Hati hati Hikaru disini cukup berbahaya, bisa jadi ada monster yang menyerang tiba tiba" ucap Zegel yang terus berwaspada


"Memangnya tidak ada jalan lain selain lewat sini?" Tanya Hikaru terhadap zegel


"tidak ada lagi"


-atas. ucap Byakko yang memberitahu Hikaru ada ancaman yang berbahaya


Hikaru langsung meloncat ke atas dan mengeluarkan pisaunya, diatas dia melihat ada monster yang menyerupai burung elang tetapi ukurannya dua kali lebih besar dan wajah nya lebih seram dengan warna badan yang berwarna coklat dan bercorak merah


"monster apa itu, setidaknya ini tidak sebesar Cerberus yang ku lawan waktu itu" Ucap Hikaru yang sudah berada di atas setelah berpindah tempat dengan pisaunya yang ia lempar ke atas