Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Program Kehamilan Keara


Keara dan Petra menikah selama tiga tahun dan belum di karuniakan seorang anak. Keara dan Petra memeriksakan diri ke dokter spesialis dan memang ada sedikit masalah dengan kesuburan Keara. ia meiliki siklus haid yang tidak teratur. bila merencanakan program untuk kehamilan makan terlebih dahulu Keara harus memulihkan haidnya agar rutin setiap bulannya. dokter memberikan beberapa obat dan vitamin untuk di konsumsi Keara.


Keara bisa melihat sedikit kekecewaan di mata Petra. ia begitu mendambakan seorang anak dan Keara belum bisa memberikan padanya. Keara merasa bersalah, ia menuruti sepatuh mungkin semua kata dokter agar dirinya bisa hamil dan memberi keturunan pada Petra.


Siang itu Keara duduk seorang diri di bangku taman. ia baru saja kembali dari rumah sakit tempatnya periksa. siklusnya kembali tidak normal, dokter memberikannya obat. selalu begitu dan Keara semakin tertekan. padahal ia tidak boleh stress atau terlalu banyak pikiran jika ingin program hamil. rumah tangganya dengan Petra mulai di bumbui dengan riak-riak kecil. apa lagi jika ibu mertuanya sudah menyinggung masalah keturunan. Keara hanya bisa terdiam dan merasa semakin bersalah pada Petra.


Beberapa waktu ini Keara merasa tertekan setiap kali di rumah. Petra lebih banyak diam dan tidak sehangat dulu. Keara yang setengah mati membuka hatinya untuk Petra kini mulai ragu.


Keara menatap ke depan, di taman itu banyak kenangannya bersama Hyuk. ia segera membuang pikirannya soal Hyuk. ia menghormati Petra sebagai suaminya. Keara menatap resep obat di tangannya. sore ini ia harus ke apotik untuk menebus resepnya. belum lagi jika sampai di rumah Petra akan bertanya padanya soal hasil pemeriksaan hari ini. Keara bingung harus bagaimana menjelaskannya. ia tidak ingin Petra kecewa tapi di lain sisi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Keara menghela nafasnya dan berdiri dari duduknya. ia pergi meninggalkan taman dan menuju mobilnya.


"Bagaimana hasilnya?". Tanya Petra merangkul bahu Keara dan mendaratkan kecupan di kening Keara.


Petra memeluknya dan memberi kecupan hangat di pipi Keara.


"Kau lelah, beristirahatlah dulu aku akan menyelesaikan sedikit lagi pekerjaan ku".


Keara mengangguk dan berjalan menuju kamar, ia melepas bajunya dan berendam di air hangat. disana Keara menangis sejadinya, ia belum bisa memberikan kebahagiaan seutuhnya pada Petra yang sudah tulus mencintainya.


Di ruang kerja Petra terduduk lesu. ia memikirkan betapa sakit hati Keara. ia tak lagi menuntut Keara untuk memiliki anak meski di hatinya berkata lain. saat ini yang terpenting baginya adalah keutuhan rumah tangganya. akhir-akhir ini dilihatnya Keara mulai kebal dengan semua masalah ini. Petra takut bila Keara meinggalkannya karena ia terlaku memaksa dan egois. Petra menutup laptopnya dan megusap wajahnya. ia melangkah menuju kamar, Keara sedang mandi. Petra terduduk di depan pintu kamar mandi. ia mendengar isak tangis Keara, hatinya pilu Petra ikut meneteskan air mata. ia tahu ini tidak mudah tapi ia mencintai Keara dan ingin mempertahankannya. Perta beranjak ke kasur dan merebahkan dirinya di atas kasur. Kesra selesai mandi, ia mengeringkan rambutnya dan mulai merias wajahnya dengan riasan tipis. Keara berjalan menghampiri Petra yang tertidur ia mencium bibir Petra dan menyandarkan wajahnya di dada Petra.