Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Malam Panjang Dua Sejoli


Ariani menaiki bangku kecil dan memasangkan dasi Bram, Bram memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya. memandangi istrinya yang manis.


"Untung sekali aku mendapatkan mu". Kata Bram sambil tersenyum nakal.


"Apa aku beruntung mendapatkan mu?". Ariani balas mengerjainya. Bram tertawa dan menggigit pundak Ariani.


"Sayang menurutmu Maura pergi kemana?, apa ia memiliki tempat tinggal?". Bram mencubit pipi Ariani. ia tahu istrinya orang yang baik hati. meski dijahati ia akan tetap peduli jika melihat kesusahan orang lain.


"Apa aku harus mencarikannya tempat tinggal?".


"Mungkin, jika kau bersedia sayang".Kata Ariani. Bram tertawa makin keras.


"Kasihan, ia tak punya keluarga dan paman Hasim ternyata juga bukan ayahnya".


"Lalu bagaimana kalau ia dikirim untuk menghancurkan Admaja Group?".


"Benarkah?, ia sejahat itu?". Ariani mengomel dan mengutuki Maura. ia kesal dan tidak menyangka.Maura di utus seseorang untuk menghancurkan suaminya.


Ariani turun dari bangku kecilnya dan mengambil jas di gantungan lemari pakaian Bram. ia membantu suaminya memakai jas itu dan merapikannya.


Hyuk melihat-lihat cincin pernikahan di sebuah toko perhiasan ternama. disana kebetulan ada Natasya yang melihatnya dari kejauhan, ia juga sedang ingin menambah koleksi perhiasannya. Hyuk terlihat membeli sepasang cincin dan memasukan kedalam kotak kecil yang indah. Natasya tahu untuk siapa cincin itu. Natasya mengambil ponselnya di tas dan menghubungi seseorang. wajah Natasya nampak serius ia seperti sedang memberi instruksi. Hyuk melangkah pergi dari toko perhiasan itu. Natasya tersenyum melihat punggung lelaki itu menjauh. ia memandangi Hyuk sampai tak nampak lagi bayangannya.


Malam itu Hyuk menemani Natasya makan malam. Natasya bilang ia sedang ulang tahun tapi tidak tahu mau merayakan dengan siapa. ia menghubungi Bram dan meminta Hyuk untuk menemaninya makan malam. kalau Bram yang memberi perintah, Hyuk tidak akan menolak. Natasya sengaja menggunakan Bram sebagai senjatanya. karena Natasya client yang cukup penting bagi Admaja Group jadi Bram menuruti kemauannya.


Hyuk terlihat rapi dengan stelan jasnya. rambutnya di tata kebelakang dan di sisir rapi. ia berjalan mendekat ke arah Natasya yang sudah cantik dengan gaun merahnya. Hyuk membawa buket bunga mawar merah untuk Natasya. Natasya memang menyukai warna merah, dengan warna itu ia terlihat semakin mencolok.


"Silahkan duduk tuan Hyuk". Natasya mempersilahkan.


"Selamat ulang tahun nona". Hyuk menyalami Natasya dan menyerahkan buket bunga beserta sekotak kado untuk Natasya. gadis itu sangat gembira apa lagi malam itu Hyuk terlihat spesial dengan penampilannya. lelaki itu terlihat tampan dan hebat. keduanya menikmati makan malam sembari mengobrol. seorang pelayan mengantarkan wine ke meja mereka. Natasya meminumnya sedikit. Hyuk belum meminumnya, ia masih menikmati makan malamnya. pandangan Natasya tak lepas dari sosok Hyuk di hadapannya. ia tergila-gila dengan lelaki angkuh itu. lelaki pendiam yang misterius dan tak bisa di tebak kehidupannya.


Hyuk meneguk wine di hadapannya. setelah itu ia lupa apa yang terjadi padanya. baru kali ini segelas minuman bisa membuat mabuk kepayahan. Natasya membawa Hyuk ke kamar hotel tempat mereka makan malam. ia melepas jas dan dasi Hyuk lalu membuka kancing kemeja Hyuk agar longgar. Natasya melepas jam tangan lalu sepatu Hyuk. ia juga membuka ikat pinggang berwarna hitam yang dipakai Hyuk. Natasya mengecup bibir Hyuk dengan lembut.


"Keara". Bisik Hyuk pelan. Natasya tidak peduli nama siapa yang di sebut oleh lelaki itu. ia terus melakukan aksinya. ia di mabuk cinta dengan Hyuk sejak pertama kali melihatnya. senyumnya yang jarang terlihat tapi ketika sekali tersenyum ia bisa membius Natasya. Natasya mengusap dada Hyuk, Hyuk membuka matanya dan meraih wajah Natasya. ia membalas apa yang gadis itu lakukan kepadanya. Hyuk menarik tali di gaun Natasya dan sekarang terpampang tubuh indah di hadapnnya. Hyuk memeluk Natasya dan menyebut nama Keara. Natasya menyumpat mulut Hyuk dengan bibirnya dan **********. malam panjang milik mereka berdua. Hyuk yang selama ini selalu menjaga kehormatannya dan kehormatan wanita yang ia temui kini hancur tak bersisa. ponsel Hyuk berbunyi beberapa kali. ia mengabaikannya tak mengangkat panggilan telepon dari Bram.


Natasya bangun dan susah payah menyingkap tubuh Hyuk yang menindihnya. Hyuk tertidur pulas, Natasya bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. ia mandi air hangat agar lebih segar. Hyuk terbangun mendengar gemericik air di kamar mandi. ia melihat sekelilinya, kepalanya berat dan pening. Hyuk mengamati dirinya yang tak memakai apapun di balik selimut tebal. ia melihat barang-barangnya berserakan di meja dan lantai. Hyuk memegangi kepalanya. ia mengingat apa yang terjadi selesai makan malamnya dengan Natasya. ia melihat gaun Natasya teronggok di lantai. Hyuk tahu apa yang terjadi antara dirinya dengan Natasya. bayangan ia mencumbui gadis itu terlintas. Hyuk mengenakan pakaiannya ia menyambar jas dan dasinya. Hyuk meraih ponselnya dan melihat ada panggilan telepon dari Bram semalam.


"Sial!!". Ia memaki dan kesal setengah mati pada Natasya. melihat Hyuk yang akan beranjak pergi Natasya keluar dari kamar mandi mengenakan jubah mandi dan handuk bersih yang melilit kepanya untuk mengeringkan rambut. keduanya dalam situasi canggung sekarang. Hyuk menatap tajam Natasya dan pergi meninggalkan gadis itu tanpa berkata-kata. Natasya mengeringkan rambutnya sambil menangis. ini adalah konsekuensi yang harus di tanggungnya karena Hyuk memang tidak menyukainya.