
" bi.. ?? " ( dita)
bibi pun menoleh ke arah dita.
" ada apa.. ?? " ( bibi)
" bi, emang sudah sejauh itu ya mereka, sampai sampai udah punya anak aja, apa lagi tuan bagas, baru aja berpisah. " ( dita)
" entah lah bibi juga engga atau, dan merasa kaget. " ( bibi)
" iya ya bi, emang anak nya, sekarang umur berapa bulan, atau berapa bulan. ?? " ( dita) .
" bibi, engga tau, karena bibi juga baru mengetahui nya sekarang.. ?? " ( bibi)
" emang, waktu dulu gimana bi, perlakuan tuan bagas, ke pada nona keyla. ?? " ( dita) ia sedikit penasaran.
" yg bibi lihat biasa saja, tapi sih ada perlakuan tuan bagas yg berbeda ke pada nona Kayla, mereka terlihat sepasang kekasih.. ?? " ( bibi)
" emang dulu, mereka satu rumah bi.. ?? " ( dita) ia semakin penasaran.
" bisa terbilang singkat, nona Kayla bareng dengan tuan bagas, hanya satu bulan kurang..??" ( bibi)
" kenapa, cuman sebentar.. ?? " ( dita)
" karena nona Kayla kurang suka dengan nyonya Siska, makan nya nona kesya, lebih memilih tinggal bersama opah dan omah nya, mau tidak mau nona Kayla pun ikut dengan nona kesya, pindah ke rumah orang tua nya, tuan bagas. " ( bibi)
" nah, dari situ bibi engga tau lagi, cuman tuan bagas, jarang pulang ke rumah, karena ia pulang ke rumah orang tua nya, beralasan karena ingin bertemu dengan nona kesya, dan tidak lama dari itu nona Kayla di kabar kan pergi, semua orang mencari nya, sampai sampai tidak ada yg menemukan nya. " ( bibi)
" eh.. ?? ketemu ketemu, sekarang, di saat ia sudah mempunyai anak, dengan tuan bagas. " ( bibi)
" panjang juga ya cerita nya. ??"( dita)
" iya, udah ah.. ?? jangan ngomong ngin orang, kita berdoa, semoga tuan bagas dan nona Kayla langgeng, karena bibi senang kalau nona Kayla berjodoh dengan tuan bagas mereka pasangan serasi, apa lagi nona Kayla yg ramah, dan baik. " ( bibi) sambil tersenyum senang.
sedang kan dita, tersenyum kecut, karena dalam hati nya, ia berdoa, semoga rumah tangga majikan nya hancur, dan bagas menjadi milik nya.
jelita pun terbangun, dan butu buru dita, menuju ke arah jelita.
" pah.. pah.. ?? " ( jelita) ia celinguk kan mencari sang papah.
" papah, engga ada sayang, palah pulang dulu, kamu sama kita dulu ya, kalau besok kanu sembuh, kita pulang dan ketemu papah. ?? " ( dita) dengan menampil kan senyum manis nya, dan berbicara sangat lembut, ke arah jelita.
jelita pun mengangguk kan kepala nya, seperti nya ia mengerti dengan ucapan dita.
" anak pintar, sekarang kita lap dulu ya, biar engga berkeringat. " ( dita)
lagi lagi jelita hanya mengangguk kan kepala nya saja, sebagai jawab ban.
dita pun mengambil air, dan mulai, mengelap tubuh jelita,hanya memakan waktu 20 menit, kini jelita pun, sudah cantik dan wangi.
berbeda di ke diaman bagas, kini mamah dan papah nya bagas, datang ke rumah nya, setelah selesai makan malam, mereka kumpul di ruang tengah.
sedang kan kesya, tidak ikut bersama mereka, karena kesya ada PR, dan besok akan ulangan harian, jadi ia memutus kan untuk belajar.
dede kianu, si tidur kan, di karpet bulu, di samping nya ada sang omah.
" aduh, cucu omah makin gemas aja.. ?? " ( mamah bagas) ia mencium pipi gembul dede kianu.
" iya dong omah, orang asi nya juga kuat. ?? " ( Kayla) dengan nada, yg di buat anak kecil.
" pantas saja, berarti hebat, cucu omah ini. ?? " ( mamah bagas)
" allhamdulillah, lancar mah.. ?? " ( Kayla)
" syukur sayang, kalau lancar. ?? " ( mamah bagas) tersenyum ke arah Kayla.
" oh iya gas, gimana dengan proses persidangan dengan Siska.. ?? " ( mamah bagas)
" doa kan saja mah, moga aja berjalan dengan lancar. " ( bagas)
" pasti mamah doa kan nak, supaya cepet selesai.. ?? " ( mamah bagas)
" mamah sudah muak dengan sikap nya, yg arogan.. ?? " ( mamah bagas)
" aku juga sama mah, tadi dia juga mengancam aku mah, iya aku engga Terima lah mah, aku ancam balik lah. ?? " ( bagas)
" bagus, keluarga Bagaskara, jangan sampai di rendah kan. " ( mamah bagas) .
" iya, iya lah mah, mana mau aku di tindas, apa lagi sama Siska.. ?? "( bagas)
" sekali hempas, jatoh dia.. ?? " ( bagas)
" bagus.. ?? " ( mamah bagas) sambil menepuk bahu sang anak.
" oh iya nak, gimana kabar nya jelita.. ?? " ( mamah bagas)
" itu dia mah, jelita sekarang lagi di rumah sakit. ?? " ( bagas) dengan tatapan lesu.
" APA.. ?? " ( mamah bagas) sedikit meninggi kan suara nya, karena ia kaget, mendengar jelita di rawat di rumah sakit.
" kenapa, kamu engga, bilang gas, kalau jelita di rumah sakit, jelita sakit apa.. ?? " ( bagas ) dengan tatapan khawatir, walaupun jelita bukan ke turun nan bagas, tapi mamah bagas, sudah terlanjur sayang ke pada jelita, ia sudah menganggap jelita, seperti cucu nya.
" doa kan saja mah, semoga besok bisa pulang, karena tadi kata dokter, allhamdulilah jelita sudah baik baik saja, tunggu sampai besok, semoga ia ada kemajuan mah, dengan kondisi nya. " ( bagas)
" amin.. ?? " ( mamah bagas )
" oh iya mah, selama persidangan, jelita sama pengasuh nya tuk sementara waktu tinggal di sini ya mah, sedang kan bibi tinggal di rumah mamah, engga apa apa kan mah.. ?? " ( bagas ) ia menatap ke arah sang mamah, yg memberi penjelasan.
" mamah ngikutin aja nak, terserah keputusan kamu aja.. ?? " ( mamah bagas)
" makasih ya mah, aku takut, Siska nekad ngambil jelita, walaupun dia bukan darah daging aku, tapi aku udah terlanjur sayang sama dia mah. " ( bagas)
" mamah tau itu nak, mamah pun sama, apa yg kamu rasa kan.. ?? " ( mamah bagas) ia pun mengakibatkan kan tatapan nya ke arah keyla.
" kamu, engga apa apa kan nak, kalau kita sayang sama jelita.. ?? " ( mamah bagas) ia merasa tak enak, dengan Kayla.
" aku, engga apa apa mah, ko mah.. ?? " ( Kayla)
" lagian jelita itu, engga punya salah apa apa, yang jahat di sini kan orang tua nya, bukan jelita, yang memanfaat kan jelita, demi ke pentingan mereka.. ?? " ( keyla)
" iya Allah nak, hati kamu benar benar mulya, sungguh mamah merasa bahagia,dan bersyukur,karena mempunyai menantu seperti kamu.. ?? " ( mamah bagas) sambil tersenyum ke arah sang menantu.
" justru terbalik, aku bahagia dan bersyukur aku bisa di Terima di keluarga mamah, dan papah, .. ?? " ( Kayla) .
" sini sayang.. ?? " ( mamah bagas ) ia pun merentang kan tangan nya, Kayla tau apa yg di maksud dengan mamah bagas.
ia pun memeluk sang mamah mertua.
bagas, dan papah nya, merasa terharu, karena melihat sang mamah dan sang istri begitu akrab, hati nya menghangat, karena dulu Siska dan sang mamah engga pernah sedekat ini,jangan kan dekat baru aja bertemu udah berantem.