Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Tampan rupawan ..


Seperti yang aku bilang tadi kalau kita akan ke smiling flower siangan dikit , kira-kira kesana memakan sekitar waktu 20 menitan lah sekarang aku dan Melda berada di depan smiling flower .


" tumben damai banget ya smiling flower .. " gumam Melda yang ngeliat emang sedamai itu smiling flower hari ini , belum ada orang yang keluar masuk toko dan belum ada atau emang udah gak ada lagi pasukan cewek-cewek pengila orang Tampan kala berita yang menggemparkan warga net waktu ian yang mendadak jadi pekerja sementara di smiling flower .


" Namanya juga orang jualan Mel , apa lagi kan toko kita ini toko bunga . Masa iya si orang mau ngasih bunga Mulu setiap hari " seru ku tersenyum yang di gandeng Melda masuk , begitu masuk aku dan Melda melihat lifah yang tengah terduduk ngelamun bahwa ia tak menyadari kedatangan kita .


saat ini Lifah tuh emang udah bingung khawatir banget gak dapat-dapat kabar dari dua sahabatnya tapi belum lagi ia juga ya gak bisa ngehubungi mereka kan . meskipun rasanya itu sudah lumayan reda setelah Ian memberitahukan keadaan mereka ,,


" Bagus banget . pagi-pagi gini ngelamun , oh jadi gini kerjanya pantes ajah sepi . yaa qay " guyon Melda membuat lifah segera menoleh dan tentunya langsung berlari kearah mereka kemudian memeluk qayla dan melda . Erat banget ,


" Udah dong ah sesek tauu ! " Seru Melda menepuk pundak lifah yang ternyata ia tengah beruraian air mata


" uhhh kenapa nangis , sini peluk lagi " ujar qayla memeluknya


" Hiks , hiks . Maafkan aku ya qay .. aku .. aku juga salah karena ikut nyembunyiin nya dari kamu " ujar lifah menatap qayla


" Nggak ko kamu gak salah " sahut qayla menghapus air mata Lifah dan tersenyum


" Kamu baik-baik saja kan ? , Terus kamu sama raii baikan kan ? ." Tanya lifah khawatir


" Eungg , he'um " angguk ku tersenyum yang tentunya membuat lifah tenang


" Oh jadi kamu ngelamuin kita hehe , " tawa Melda yang lucu melihat lifah . Yang langsung di lirik sinis lifah


" Jahat ! , kamu tega banget suruh aku nunggu kabar dari kamu mengenai apa yang terjadi di sana , sementara kamu gak kunjung-kunjung telpon aku . Kamu gak tau apa aku hampir kaya orang gak waras tiap hari ngeliatin ponsel mulu , dikit-dikit kalau ada notice aku langsung cek ponsel . Kau itu sangat menyebalkan ! Dan Satu lagi smiling flower aman terkendali ku handel ko meskipun dengan aku yang hampir berantakan ini " oceh lifah ngeluarin uneg-uneg-kekesalan nya sekaligus juga lega si melihat dua sahabat ada di depannya


" Maaf-maaf , maafin aku yaa . Bukannya aku sengaja gak mau ngehubungi kamu tapi suasananya lagi emang serius . riwueh tahu , luar biasa banget dramanya mereka . Pokoknya anak ku ini menjadi saksi bisu mereka " Seru Melda mengeleng kan kepala sambil ngelus-ngelus perutnya yang sudah agak kelihatan sedikit buncit


" Tunggu , maksud kamu ... Di sini ada ponakan kita ? Kamu hamil ... " sahut lifah antusias yang di anggukkan Melda


" Mashaallah ihh , Gak sia-sia kan bulan madu yang aku ajuin ke kamu " ucap lifah yang tak mengkontrol raut wajah senengnya " halo assalamualaikum Dede . Kenalin ini aunty lifah yang cantik sahabat mami Kamu yang super duper nyebelin , dan sahabatnya umma qayla Nugraha juga " ucap lifah pegang perut Melda sambil nyengir menyeringai . Qayla ikut tersenyum senang , lalu Melda menyenggol lengan lifah agar menghentikannya untuk menjaga perasaan qayla .


" Apaan si , orang lagi ngobrol sama si Dede ih .. " gerutu lifah yang terus di sengol lengannya . lalu melihat Melda , lifah yang paham pun langsung nyengir berubah canggung melihat qayla


" Ahh pokonya hari ini aku happy , kalian sudah di sini " ujar lifah menggandeng dua sahabatnya itu . Mereka tertawa bersama ,


" Oh ya aku begitu penasaran ingin menanyakan ini , berita smiling flower tempo hari yang begitu fantastis sampai menjadi trending topik ? "


" Itu , itu karena ulahnya si ian "


" Itu aku juga tahu , orang fotonya terpanggang jelas di sosmed tengah tersenyum sambil memegang buket bunga Beuh ! .. dengan berita , pegawai pria di sebuah toko bunga berlabel smiling flower menarik perhatian karena begitu tampan bak idol negeri ginseng ."


" Wah pokoknya aku gak ngerti deh sama pemikiran orang itu ! . "


" Ada apa ko kayanya kamu tampak kesel gitu si ? " tanya ku


" Ish , kayanya kamu salah nilai orang qay ? "


" Siapa , Ian ? "


" Ho'oh , pria picik yang pamrih ! "


" Tidak , ian bukan orang seperti itu ko . Maksud ku ian bahkan gak masuk tipikal itu " ujar ku yang memang kenal ian


" Uhff , terimakasih banyak kalau emang begitu adanya , Ku akui ia memang bekerja cukup hebat . tapi perlu kalian tahu ia adalah pria yang begitu pamrih dan licik , ia bahkan meminta imbalan atas apa yang ia lakukan . "


" Stttt ... " Gumam Melda seakan tak yakin dengan apa yang lifah bicarakan sambil memandang qayla dan lifah


" Ah terserah kalian , citra pria itu memang baik di mata kalian kan . Jadi percuma saja aku bicara ! "


" Eayy , bukankah seharusnya kau merasa senang dapat berkerja berdua dengan nya . Pria tampan yang rupawan , jujur saja aku mengakuinya ia memang pria tampan , kaya , pinter , sukses satu lagi baik lagi . Ya kan qay ? " Yang di anggukkan oleh ku . " Etss tapi tentunya pasti ganteng suami aku lah yaa , number one di hati dia mah . gak ada ruginya tau lif , lihat semua orang di luar sana malah berebut untuk hanya bisa melihatnya saja kan "


" Aouhh , hentikan . Sebaiknya kalian memuji pekerjaan ku saja selama kalian tidak ada ! "


" Kerja bagus , terimakasih dan maaf untuk hari-hari yang melelahkan nya lifahh " seru ku yang di balas senyuman manis lifah


" Hati-hati loh qay nanti ketagihan pujian lifah tuh " ujar Melda mengangkat kedua alisnya .


Siang menjelang sore hari toko smiling flower kembali di banjiri pembeli , baik yang memesan secara online maupun offline . Alhamdulillah nya sesepi-sepinya smiling flower tapi masih tetep ada pembeli setiap hari nya . Kali ini kami sibuk masing-masing , mulai dari aku yang menghandle pesanan costumer dari mulai memastikan alamat mereka sampai pemberian stiker label sebelum di kirim kurir , Melda yang berkutik pada komputer meja kasir dan lifah yang sibuk merangkai bunga melayani pembeli di dalam toko .


Sampai kedatangan Ian yang menarik perhatian , " apa kalian memerlukan bantuan ? " Seru ian membuat qayla , Melda dan lifah berhasil menoleh nya secara bersamaan . Ian lalu tersenyum berdiri di dekat qayla


" Tidak perlu , Sudah hampir selesai ... " Sahut qayla tersenyum


" Bagaimana keadaan mu ? , Kenapa tidak menghubungi ku jika kau sudah kembali . Kalau aku tidak kesini mungkin tidak akan tahu kau sudah kembali , kapan kau sampai di sini ? "


" semalam kami tiba , Keadaan ku baikk . Bagaimana dengan mu ? "


" Kalau itu jelas aku tidak baik-baik saja setelah mendengar kabar mu di sana . Senang mengetahui keadaan mu baik-baik saja dan senang melihat mu di hadapan ku , " seru Ian tersenyum begitu ngetreat qayla . yang hanya ku balas dengan tersenyum pula


" Uhf , tampak nya suami mu itu berhasil membuat mu kembali padanya , artinya aku memang tidak memiliki kesempatan apapun lagi " ucap ian Spontan yang tentunya membuat ku ingin lari saja Mendengarkan nya . Jika boleh jujur ku katakan ian itu sempurna , ya meski sebenarnya kesempurnaan hanya milik yang di atas . Tapi sebagai manusia itu penilaian ku , dari segi semuanya rasa tak perlu di ragukan pula . bayangkan saja bagaimana ia memperjuangkan ku , ada untuk ku , bahkan ia tak keberatan dengan sigap meminta ku menikah dengan nya setelah apa yang terjadi pada ku kala itu . Bahkan sampai sekarang ia tak pernah berhenti berharap ada kesempatan untuk nya , sayangnya ia hanya tak terlalu beruntung karena aku sudah bertemu lebih dulu dengan raii yang membuat ku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada sang pemilik nama itu . Aku hanya berdoa semoga ian di pertemukan dengan wanita yang begitu mencintainya juga ,


" O-i-ya , terimakasih ya sudah membantu di smiling flower . Aku melihat foto selca mu , sangat bagus " seru ku mengganti topik


Ian tertawa , " ah itu bukan apa-apa ... " Sahut Ian


" Uwah lihat , kau itu picik sekali ya . Kemarin-kemarin bukannya kau meminta bayaran atas apa yang kau lakukan ! " Ujar lifah tak percaya dengan apa yang di ucapkan nya barusan


" Apa maksudmu ? .. " tanya Ian


" Ck haouh benar-benar ! " sahut lifah memicingkan mata sambil geleng-geleng kepala ,


" Dia lagi PMS kali jadi ya bawaannya sewot ajah . Trending topik mu bersama smiling flower kemancan negara loh , Oh ya Ian , sepertinya kita perlu mengrekrut mu di sini deh " Sambung Melda tersenyum mengacungkan jempolnya becanda


" Wah boleh , kedengarannya ide bagus tuh . " sahut Ian menanggapi guyonannya Melda , lirik Ian pada qayla


***


-


-


-


jangan lupa like vote dan komenya ☺️🌻