Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
cinta pertama ku


Kini qayla pun sudah sampai di toko bunga smiling flowers , ia mendapati Melda yang sedang duduk di bangku depan laptop kasir smiling flowers melamun dengan pandangan yang begitu gundah sampai-sampai tak mendengar salam qayla ..


" Ada apa ini ? , Kenapa kau terlihat


semurung itu setelah semalam pergi berkencan dengan pria tampan ? " Seru qayla membuyarkan kegundahan nya


" O..kapan kau datang ? Dan bagaimana kau mengetahui jika semalam aku pergi "


" 10 menit yang lalu kau bahkan tak mendengar salam ku , ini . kau meninggalkan dompet mu aku menghubungi mu tapi tak bisa jadi aku menelpon rumah mu dan di angkat dengan mama mu terus bilang kalau kau meninggalkan ponsel mu padahal sedang pergi berkencan , "


" Uhff aku bahkan tak menyadari jika dompet ku tak ada " lirih Melda


" Kenapa kau terlihat semurung ini ? "


" Qaylaaaa .. " lirih Melda


" emm sepertinya ini tentang semalam . katakan , siapa itu ? "


" Begini masalahnya , tentang cinta pertamaku .. "


" Ahyar ? "


" Ho'oh , selagi SMA . ku pikir cinta ku akan berbalas karena aku sudah mengangumi nya sedari SMP , ku kira karena ia bukan tipe orang yang suka memperhatikan siswa perempuan lain nya ia bisa melirik ku namun ternyata aku salah , saat satu sekolah tahu hubungan resmi nya dengan hanisa . Mendengar hal itu membuat ku tak ingin lagi berharap apapun hingga suatu saat kita berdua kebetulan bertemu ia berbicara tentang perasaannya yang tak bisa menerima ku . aku bahkan sudah mengetahui itu , kala itu sebenarnya aku ingin sekali tak bertemu dan mendengar langsung perkataannya . Hingga Satu hari berlalu tapi aku masih merindukan nya , setahun berlalu , aku juga masih merindukan nya , Satu hari berlalu dan aku mencoba melupakan nya begitu juga setahun berikutnya , seterusnya begitu , begitulah aku hidup . Ah Sepertinya perasaan ku padanya sangat dalam , uwah Sangat memalukan ! "


" Hauhh cinta pertama mu pasti sangat menyakitkan " lirih qayla


" Tapi , ahyar ... " seru Melda melihat qayla yang di balas tatapan oleh qayla


" Ahyar bilang dia mencintaiku dan meminta ku menikah dengan nya "


" Uwahhh ! luar biasa , lantas apa masalahnya ?!! " Sahut lifah bergabung begitu serius


" Lifahhh " Seru qayla tersenyum melihat lifah


" Hei , apa kau baik-baik saja " tanya Melda


" tentu saja , seseorang bilang pada ku katanya jangan terlalu drama dunia tidak akan runtuh tanpa nya "


" Ohooo lifah kita sudah kembaliiii " seru Melda tersenyum


" Ah itu tidak penting sekarang , jadi benarkah ahyar menyatakan perasaan nya ? . Lanjutkan cepat "


" Begitulah . Aku tidak tahu ini kabar buruk atau baik "


" Lantas apa masalahnya ! "


" Kenapa sekarang ? , Aku melalui banyak hal selama beberapa tahun terakhir . " protes Melda yang mati-matian mencoba menghindar dan menghapus Ahyar


" Siapa yang peduli ? , Kau begini karena tidak menyukainya ? "


" Andai aku memang tidak menyukainya "


" Lantas apa ? " Sahut qayla


" uhff aku tidak mau terluka lagi , aku takut . Jelas ia adalah seseorang yang tak bisa ku gapai "


" Astaga , jelas sekali kamu tidak berpengalaman . Kamu pikir tidak akan terluka jika menyukai orang lain ? Semua orang menyakiti orang lain , semua orang juga terluka . Entah itu orang biasa atau seseorang yang tidak bisa kamu gapai ! , hey ! Lalu apa yang akan kau lakukan dengan Khalid ? bagaimana dengan keseriusan Khalid ? "


Melda mengeleng , " dia memahami nya . bahkan ia juga akan bicara dengan keluarga nya jika tidak akan melanjutkan pertemuan kami , dia bersikap begitu santai "


" Uuuu Dia begitu dewasa .. " sahut lifah melirik qayla


" Uhfff ... " Melda Kembali menghela nafas


" Aaa kenapa !! "


" Sttt aku tidak Mengerti bagaimana ia bisa tahu aku berada malam itu "


Tiba-tiba qayla tersenyum kala mengingat apa yang ia lakukan tentang inside di atas sambil berjalan pergi meninggalkan Melda yang sedang galau..


***


Flashback , qayla POV


" Tidakkah kau akan pergi ke mall xxx .." menelpon Ahyar di perjalanannya dari rumah lifah


" kesana ? . Untuk apa ? " Jawab ahyar mengerutkan alisnya


" Dompet Melda tertinggal . ku rasa ia membutuhkan nya karena Melda sedang di sana dengan Khalid , Khalid akan melamar Melda . Mereka juga akan kejenjang hubungan yang lebih serius , Mereka terus bersamaa " memprovokasi ahyar


Seketika ahyar mengerem mobil hingga terdengar suara decitan ..


" Halo .. haloo . Ouh sepertinya tidak guna juga aku memberitahukan hal ini dengan mu "


" kau serius ? , Apa kau serius ?! " Ujar ahyar


" Menurut mu ? , Lupakan saja " tutup qayla tersenyum


Kuharap ini dapat membuat nya merasa terancam dan segera cepat mengungkapkan perasaan nya ..


And flashback ..


" Kau yang memberitahu nya ya ? " Gumam lifah berbisik mengikuti qayla


" Yaa ! sahabat ku satu ini sekarang tampaknya sudah begitu fasih soal percintaan , uwah hebatnya raii membuat kau begitu peka tentang cinta . ah sepertinya bukan hanya itu tapi urusan kasur juga ya " ledek lifah tertawa


Qayla mendadak menatap lifah dengan kedua bola matanya yang sedikit membulat ..


" Peace Jangan menatap ku seperti itu , cukup Melda yang pemarah , "


" Apa kau yakin sudah baik-baik saja ? , Dia . Apa dia mengganggu mu ? "


" Emm aku merasa baik-baik saja setelah kemarin dan terimakasih untuk para bodyguard yang berada di sekitar rumah ku mereka menghadang Ahmad dengan sigap begitu saat mendekati rumah ku ,"


aku rasa aku harus baik-baik saja . ya sedang ku usahakan untuk baik-baik saja , begitu lah kiranya yang sedang lifah lakukan ..


" Syukurlah kalau mereka menghadangnya , tapi berjanjilah pada ku untuk bicara kalau kau mengalami kesulitan karena aku dan Melda selalu ada untuk mu "


Lifah tersenyum , " baiklah . Jangan khawatir , ah ya lalu bagaimana selanjutnya dengan Melda dan ahyar ? "


" Entahlah , pagi tadi ahyar mengunjungi kediaman ku eum seperti nya pukul 5 . "


" Wahh dia gila .. " ucap lifah


" Raii cerita pada ku tentang Ia yang begitu kalang kabut karena Melda yang pergi begitu saja dengan Khalid tanpa menjawab apapun tentang pernyataan cintanya "


" Aihh Bukankah mereka berdua begitu lucu , aku punya ide bagaimana kalau kau meminta raii untuk memprovokasi kembali ahyar "


" Oh benar ! , Kalau begitu aku akan menghubungi raii "


***


Sementara setelah selesai membalas pesan istri tercintanya itu , raii berjalan menemui ahyar di ruangannya dengan Ahyar yang meletakkan kepalanya di depan meja kerja nya begitu lunglai tak bersemangat .


" Apa ini ! Kau belum siap-siap ?! Kita akan pergi kan "


Ya mereka akan pergi menemui Kline untuk membahas produk yang akan di gunakan perusahaan kingdom IT ,


" Uhff , baiklah " sahut Ahyar begitu proposional berjalan mengikuti langkah raii


Di sela-sela mereka berjalan pergi keluar perusahaan , " dia sudah menerima nya . Mereka sudah pasti bersama bukan ! , benar kan ? . hohhh Dia ( Melda ) bahkan mengabaikan pengakuan gua ,


pergi gitu aja ."


" Mungkin , tapi lu yakin mau nyerah gitu ajah . Janur kuning belum melengkung jadi lu masih punya kesempatan "


" Lalu gua harus bagaimana ? "


Ck .. batin raii kesal melihat sahabatnya itu bergerak terlalu lama. " Ouhhh ? , " Ucap raii


Ahh bukankah sebelumnya otak lu dapat bekerja begitu genius . Umpat raii memasuki mobil tak berkaca jika ia pun pernah berada di situasi itu


Setelah lama perjalanan mereka pun sampai di sebuah perusahaan kecil , raii dan ahyar memasuki perusahaan itu yang di sambut oleh pemilik dan para karyawan yang berkontribusi di dalamnya . Mereka pun mulai membahas kerja sama mereka tentang produk yang akan di pasok Kline nya itu , ya itu merupakan perusahaan sederhana milik ayahnya Melda tetapi tak di ragukan lagi tentang pekerjaan perusahaan an itu .


" Terimakasih banyak sudah mau berkerjasama dengan kami dan mempercayai produk kami , kami berharap semoga anda puas dengan performa perusahaan kami " seru Ayah nya Melda setelah selesai


" Sama-sama , " sahut raii


ahyar pun di antar untuk melihat-lihat bagaimana produk itu di buat ..


sedangkan raii sengaja menepi dan menghubungi istri tercinta nya yang sedari tadi begitu ia rindukan . Karena ada banyak pekerjaan yang harus ia Selesai hari ini begitu menyita waktu nya sampai-sampai tak sempat melihat ponselnya yang cuma berhenti di dua garis centang biru pesan dari qayla .


" Wah , bagaimana ini aku tak bisa menahan rasa rindu ku dengan hanya mendengar suara mu " ucap raii di telpon yang memang begitu ingin menemui qayla .


Ya mereka bagaikan orang yang sedang di mabuk cinta setelah semua yang terjadi , dunia serasa milik berdua bahkan raii tak bisa jauh sedikit pun dari qayla ia selalu merasa rindu , bagi nya qayla adalah candu yang jika boleh kepergian adalah hal yang selalu ingin ia tolak . satu lagi perubahan drastis sikap nya 1000 derajat berubah kala bersama qayla seakan image kejam yang selalu tak kenal ampun dan dingin bagaikan balok es batu yang melekat padanya hilang begitu saja


Berhasil membuat qayla menahan senyum malunya , " sudah ah ku tutup telpon nya jika kau terus gombal . Aku sedang merangkai " Sahut qayla yang kini tak berkonsentrasi lagi


" Ah benarkah , Aku tidak menggombal itu adalah fakta " jawab raii tersenyum begitu senang hingga membuat orang yang melihat itu bingung


" Oh iya terimakasih sudah meminta bodyguard mu untuk stay di rumahnya lifah "


" Kau tidak perlu berterimakasih sayang , karena aku tidak ingin melihat istri tercinta ku ini sedih sekarang apapun yang membuat mu sedih itu akan membuat ku sedih juga "


" Ohhh Qaylaaaa apa ini bukankan seharusnya bungga lilin kenapa kau merangkai bunga matahari sebegitu banyak nya !! " Teriak lifah melihat qayla dengan telpon yang masih terhubung


" Ahh.. " gumam qayla kaget dan kalangan kabut


" Hiyaa ini pasti karena suami mu itu kan , makanya kau jadi tidak konsen begini " sambung lifah yang berhasil membuat raii tertawa


" Gak ko , ah bukan begitu .. " sahut qayla lalu mematikan panggilan teleponnya


kemudian Ahyar pun kembali , dan mereka berdua akhirnya pergi ..


***


-


-


-


...jangan lupa like vote dan komenya yeorobeun ☺️🌻...