Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Nasihat dari Pak Sopir



 


Aksa pun segera lari dan menyetop taxi yang kebetulan melintas di hadapannya. Dengan uang yang ia pegang, ia pergi menemui kedua orang tuanya. Ia telah berdosa, ia sudah menjadi anak yang durhaka. Ia telah membela orang yang salah.


"Nak, kamu kenapa. Kog menangis?" tanya Pak Sopir. Ia melihat dari kaca yang ada di hadapannya, ia melihat pemuda yag naik ke mobilnya itu sedang menangis dan wajahnya terlihat sangat sedih.


"Saya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal pak." Jawab Aksa sambil menangis. Ia sudah tak peduli bagaimana penilaian orang terhadapnya, yang ia rasakan saat ini adalah hatinya yang begitu sakit karena telah di campakkan oleh orang yang ia cintai. Ia juga menyesal telah membentak orang tua yang telah menjaga dan melindunginya sejak ia masih kecil.


"Jika boleh tau kesalahan apa nak?" tanya Pak Sopir.


"Saya tadi malem meninggalkan istri saya di malam pertama demi pacar saya. Dan tadi pagi saya juga membentak kedua orang tua saya demi membela pacar saya dan sekarang saya di campakkan pacar saya sendiri hanya karena saya telah jatuh miskin setelah papa menyita semua fasilitas saya. Ternyata selama ini dia gak mencintai saya dengan tulus, dia cuma cinta sama harta yang saya punya." Ujar Aksa.


"Ya Allah nak, kamu telah melakukan dosa besar. Ingatlah Ridho Allah itu terletak pada Ridho sang ibu.  Apakah kamu lupa dengan salah satu hadits yangm mengatakan:


Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”


Dan kamu sudah membuat orang tuamu murka nak dan itu artinya kau pun juga membuat Allah murka terhadapmu.


Istigfar nak, segera minta maaf kepada ayah dan ibumu. Percayalah apapun yang di lakukan ayah dan ibumu, mereka melakukan itu demi kebaikanmu. Memang mereka tak akan bilang alasannya ketika mereka menyuruhnya ini dan itu dan menyuruh kita meninggalkan ini dan itu tapi percayalah tanpa sepengetahuan kita, mereka pasti sudah mengetahui apa yang tidak kita ketahui, itulah sebabnya mereka melarangnya dan menyuruh kita menjauhinya." Ujar Pak Sopir itu menangis saat mengingat kesalahan yang dulu pernah ia lakukan di masa lalu.


"Iya pak dan saya menyesal telah membuat mereka marah. Saya telah mengecewakan mereka padahal mereka yang selama ini ada untuk saya dan tak pernah meninggalkan saya ketika saya mempunyai masalah sebesar apapun itu." Ucap Aksa.


"Jangan biarkan dirimu seperti saya nak." Ujar Sopir itu.


"Emang kenapa dengan bapak?" tanya Aksa.


"Dulu saya melakukan kesalahan yang sangat fatal, saya meninggalkan kedua orang tua saya yang sudah tua renta demi mengejar wanita pujaan hati saya dan nyatanya wanita yang selama ini saya kejar, ternyata dia bukan wanita baik baik dan ketika saya kembali untuk menemui kedua orang tua saya, mereka sudah tiada karena mereka kecelakaan sewaktu mengejar saya pas saya pergi dan gak ada yang memberitahu saya.


Kalau saya gak pulang mungkin sampai sekarang, saya gak akan tau bahwa mereka sudah meninggalkan saya untuk selama lamanya. Dan sampai sekarang penyesalan itu masih ada. Gara gara saya pergi mengejar wanita itu, ayah dan ibu saya kecelakaan dan akhirnya meninggal. Memang benar jodoh, rizki dan kematian seseorang itu sudah ada yang mengatur. Namun yang menjadi beban dan penyesalan saya selama ini karena saya telah menjadi anak yang membangkang dan tak menuruti nasihat mereka bahkan saya juga belum sempat meminta maaf. Dan sungguh saya menyesal, sangat menyesal. Yang bisa saya lakukan saat ini adalah mendoakan kedua orang tua saya." Ujar Pak Sopir sambil menghapus air matanya.


"Terus kenapa bapak bisa ada di sini, saya yakin bapak itu orang Indonesia sama seperti saya." Ucap Aksa.


"Setelah 4 tahun saya menyendiri dan merenungi kesalahan saya akhirnya saya pergi ke Malaysia untuk mencari pekerjaan karena kebetulan teman teman saya banyak yang kerja di Malaysia dan mereka mengajak saya karena selain pekerjaannya enak, gajinya pun sangat lumayan. Nah pas di Malaysia itulah, saya bertemu istri saya dari negara ini. Hingga akhirnya saya menikah dan menetap di negara ini bersama istri saya karena keluarga dari istri saya tidak mengizinnkan istri saya untuk ikut saya jadi sayalah yang ikut istri saya." Ujar Pak Sopir.


"Bapak sudah punya anak?" tanya Aksa.


"Semoga bapak dan keluarga bapak menjadi keluarga yang SAMAWA. Semoga Allah selalu memberikan kebahagian untuk bapak." Ujar Aksa yang mulai lupa dengan masalahnya sendiri.


"Nak, setiap rumah tangga itu pasti ada punya masalah masing masing. Kalau pasangannya baik dan penurut kadang mertuanya yang murka dan suka ngatur. Pasangannya udah baik, mertua juga baik kadang saudara ipar yang suka iri dan cemburu hingga ada aja yang di buat masalah. Tapi jika pasangan udah baik, mertua baik, ipar baik kadang yang jadi masalah adalah ekonomi yang selalu saja berkurang dan gak pernah cukup. Tapi jika pasangan kita baik, mertua baik, ipar baik, ekonomi baik kadang yang jadi masalahnya adalah keturunan, sulitnya mempunyai anak. Intinya setiap rumah tangga itu pasti akan di terpa masalah. Jika suatu saat keluargamu mengalmami masalah, bersabarlah nak dan minta pertolongan Allah. Percayalah Allah tak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita." Ucap Pak sopir.


"Iya pak saya akan mengingat selalu nasihat dari bapak. Terima kasih karena sudah memberikan saya pencerahan dan nasihat yang pasti akan bermanfaat untuk saya." Ujar Aksa.


"Sama sama nak, kita sesama muslim memang sudah seharusnya saling menasehati satu sama lain. Oh ya ini jalannya lurus terus apa belok?" tanya Pak Sopir yang dari tadi bicara panjang lebar hingga mereka lupa arah tujuan mereka.


"Wah ini mah kejauhan. Bapak bisa putar balik nanti di dekat Mall, bapak belok ke kanan ada perempatan bapak belok ke kirim. Rumah saya ada di Gang 7 Blok 7 nomer 7." Ujar Aksa.


"Wah itu termasuk kawasan elit ya nak." Ucap Pak Sopir.


"Iya pak." Ujar Aksa.


Pak sopir pun segera melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah di beri tahu oleh Aksa. Setelah sampai di depan rumahnya, Aksa pun segera keluar dari mobil.


"Pak, berapa?" taya Aksa.


"300 ribu nak." Jawab Pak Sopir.


"Ini." Aksa memberikan uang seratus ribuan sebanyak 10.


"Ini kebanyakan nak." Ujar Pak sopir.


"Gak papa pak, ambil aja. Mungkin ini rezeki bapak. Terima kasih nasihatnya. Saya mau masuk dulu. Assalamu'alaikum." Ucap Aksa.


"Waalaikumsalam." Ujar Pak sopir lalu langsung pergi setelah  memastikan penumpangnnya itu masuk ke dalam rumah mewah.