
setelah memati kan sambungan telepon Siska, iaa pun menuju ke sang istri, terlihat Kayla sedang membenar kan selimut jelita, karena kini jelita sudah tertidur lagi, mungkin ada pengaruh obat jadi jelita, pun tidur kembali.
" sayang.. ?? " ( bagas) kini ia sedang berdiri di samping sang istri.
Kayla pun mendongak kan wajah nya.
" ada apa mas. " ( Kayla)
bagas hanya menggeleng kan kepala nya, membuat Kayla mengedik kan bahu nya, dan kini ia menatap sang suami.
" mas.. ?? " ( Kayla)
" iya sayang.. ?? " ( bagas) sambil membelai rambut sang istri.
" tadi siapa, yg menghubungi kamu .. ?? " ( Kayla)
" biasa sayang, c pegacaw Siska.. ?? " ( bagas)
" mau apa kata nya mas. " ( Kayla)
" biasa mau, nanyain jelita. " ( bagas)
"oh.. ?? " ( Kayla).
" sayang, gimana kalau nanti jelita sama pengasuh nya, tinggal bersama kita, kalau tinggal di rumah mamah takut nya Siska tau, sementara waktu aja sayang, selama proses persidangan aku sama Siska, belum beres. " ( bagas)
" aku mah ngikutin mas aja, gimana baik nya, mau tinggal selama nya, juga engga apa apa, biar lebih rame rumah kita mas.. ?? " ( Kayla) sambil menampil kan senyuman nya.
" iya sayang, aku pingin nya gitu, tapi kan mamah pingin jelita, tinggal di sana, pengganti kesya, kasian sayang, mamah jadi ke sepian, kalau semua pada di rumah kita. " ( bagas)
" iya, ya mas.. ?? " ( Kayla ) ia menghela napas nya.
" tadi nya, kalau jelita di rumah, tambah rame sayang.. ?? " ( kayla)
" aku, juga mau nya gitu sayang, tapi aku engga mau egois, kasian mamah. " ( bagas)
" iya ya mas.. ?? " ( Kayla)
" kalau, engga gini aja, gimana kalau kita buat adik buat kesya, dan dede kian, yg banyak, biar tambah rame rumah kita. " ( bagas) ia tersenyum genit, dan menaik turun kan halis nya .
" itu mah, ke mauan kamu mas.. ?? " ( Kayla) sambil memukul dada sang istri.
" iya kan, kata nya, kamu ingin rumah kita rame, iya kita buat anak banyak.. ?? " ( bagas)
" iya, engga gitu juga kali mas, emang aku kucing, yg terus terus san melahir kan.. ?? " ( Kayla)
" iya kan emang kamu kucing.. ?? " ( bagas) ia makin menggoda sang istri, ia merasa gemas, kalau sudah melihat wajah sang istri,yg sedang mode marah.
Kayla menatap tajam ke arah sang suami, bagas pun menangkup ke dua pipi sang istri, dan mengecup nya.
" kamu itu, kucing manis aku sayang.. ?? " ( bagas)
" ehmptzz.. ?? " ( Kayla) masih dalam mode kesal nya.
" jangan marah dong, nanti cantik nya ilang.. ?? " ( bagas) berusaha merayu sang istri.
" ehmptzz. ?? " ( Kayla)
cklek..
bagas dan Kayla pun menoleh ke arah pintu, ternyata dokter dan di belakang nya ada suster.
" selamat sore tuan, maaf ganggu.. ?? " ( dokter) ia membungkuk kan badan nya.
" sore juga dok, silah kan masuk.. ?? " ( bagas)
Kayla pun turun dari bangkar, dan kini di sisi sang suami.
dokter pun memeriksa jelita, setelah selesai dokter pun menatal bagas dan Kayla.
" gimana dok, keadaan anak saya.. ?? " ( bagas)
" allhamdulilah baik tuan, kalau besok kondisi nya,membaik, nona kecil bisa pulang ..?? " ( dokter)
" iya tuan, mudah mudah han saja.. ?? " ( dokter) ia pun menatap ke arah bagas, dan berganti ke arah Kayla.
bagas tau, dengan tatapan dokter.
" maaf tuan ini istri saya. ?? " ( bagas) ia memperkenal kan sang istri.
" oh iya tuan, kalau yg tadi siapa. ?? " ( dokter) ia bingung, karena tadi dita, mengaku sebagai ibu nya.
" oh, itu pengasuh nya, kalau yg sudah Sepuh itu, asisten rumah tangga saya. ?? " ( bagas)
" oh, kirain tuan, dia itu istri tuan, soal nya, tadi dia mengaku sebagai ibu nya jelita. " ( dokter)
bagas membulat kan mata nya, karena kaget atas pengakuan dita, Kayla pun sama merasa kan kaget, tapi ia berusaha menekan kan rasa kaget nya.
" mungkin dia sedang khawatir, jadi dia asal bicara..?? " ( Kayla) ia berusaha menyangkal nya.
" iya mungkin nyonya, seperti itu, kalau begitu saya permisi, saya akan bergantian sip dengan rekan saya, nanti malam teman saya yg akan memeriksa nona jelita.. ?? " ( dokter)
" iya dok, kalau begitu, saya mengucap kan terimakasih.. ?? " ( bagas)
" sama sama tuan, karena itu sudah ke wajib ban saya,kalau begitu saya permisi. ?? " ( dokter)
bagas pun mengangguk kan kepala nya, sebagai jawab ban, dokter dan suster pun menuju ke luar.
bagas pun kini duduk di sofa, dan di ikuti oleh Kayla.
bagas menghela napas nya, ia masih kaget, mendengar ucapan sang dokter.
" mas, kamu kenapa.. ?? " ( Kayla) ia membelay bahu sang suami.
" aku, merasa kaget aja atas ucapan dita. " ( bagas)
" mungkin dia lagi khawatir aja mas, jadi ia asal jawab. " ( Kayla) ia pun berusaha menenangkan suami nya, walaupun ia juga, merasa kaget, dan sedikit marah, atas ucapan sang pengasuh, tapi ia berusaha terlihat baik baik saja.
bagas bukan lebay, tapi ia tidak Terima atas ucapan sang pengasuh yg mengaku sebagai ibu jelita, apalagi di depan sang istri, ia takut sang istri tersinggung, dan takut berpikir macam macam tentang diri nya.
" sayang, aku benar benar engga ada hubungan apa apa sama dita. " ( bagas) ia menatap ke arah Kayla, ia berusaha meyakin kan sang istri.
" aku percaya sama kamu mas, tapi tolong ke percayaan aku, jangan kamu hianati mas.. ?? " ( kayla)
" iya sayang, mas janji, tapi mas mohon sama kamu, jangan pernah mendengar ucapan orang lain, takut nya orang tersebut ingin menghancur kan rumah tangga kita, " ( bagas)
" aku percaya sama mas.. ?? " ( Kayla) sambil menampil kan senyuman nya, ia meyakin kan sang suami, kalau ia percaya atas ucapan sang suami, bagas pun memeluk sang istri.
" makasih sayang.. ?? " ( bagas) ia mengecup pucuk rambut sang istri.
cklek..
kayla pun mereray peluk kan nya, dan menoleh ke arah pintu kamar, dan terlihat sosok dita.
" maaf tuan, dan nyonya. " ( dita) ia merasa tak enak, telah mengganggu ke mesraan sang majik kan, bukan hanya itu, ia pun merasa iri ke pada Kayla, karena mendapat kan bagas, bukan hanya perhatian nya saja, tapi cinta nya pun, begitu besar ke pada Kayla.
" dita, sini kamu.. ?? " ( bagas) dengan tegas.
duta merasa tak enak, mungkin tuan nya marah karena mengganggu aktivitas nya.
" dita, cepet ke sini, ngapain kamu di situ. " ( bagas) sedikit tegas.
dita pun perlahan, menghandap ke arah bagas dan Kayla , dengan perasaan gugup.
" kamu tau, apa ke salah han kamu.. ?? " ( bagas) dengan tatapan tajam , Kayla berusaha menenang kan sang suami, dengan cara mengelus bahu sang suami.
dita menggeleng kan kepala nya , ia ingin tau apa ke salah han nya.
bagas menghela napas nya.
" maksud kamu apa, mengaku ibu nya jelita, di depan dokter.. ?? " ( bagas)
degh..