Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam
Aksa punya pacar



 


"Oh ya Balqis, aktivitasmu saat ini apa?" tanya Aksa.


"Gak ada, cuma bantuin papa aja di kantor. Aku juga sudah lulus kuliah beberapa bulan yang lalu." Jawab Balqis


"Oh gitu ya." Ujar Aksa.


"Iya, kamu sendiri?" tanya Balqis.


"Aku sih juga sama ngurus perusahaan papa, sebenarnya pengen banget punya perusahaan sendiri tapi gak di perbolehkan sama papa. Papa takut jika aku punya perusahaan sendiri lalu siapa yang akan menggantikan posisi papa jika sudah tua kelak. Padahal aku bisa mengelola perusahaanku dan juga perusahaan papa tapi karena papa maksa gak memperbolehkan jadi ya sudah, aku cuma bisa nurut aja." Jawab Aksa tertawa getir karena mengingat cita citanya yang pengen banget punya perusahaan sendiri namun tak ada izin dari papanya.


"Oh gitu." Ujar Balqis.


"Iya. Oh ya apa alasan kamu menerima perjodohan ini?" tanya Aksa.


"Hanya ingin menyenangkan hati papa aja." Jawab  Balqis.


"Yakin hanya itu?" tanya Aksa.


"Iya, kamu sendiri gimana? Apa alasan kamu menerima perjodohan ini?" tanya balik Balqis.


"Iya karena aku wajib menuruti keinginan papa dan aku gak di beri kesempatan untuk menjawab. Aku gak di beri kesempatan untuk bersuara. Aku hanya boleh melakukan apa yang di perintahkan oleh papaku." Jawab Aksa yang terdengar sedih.


"Apakah sebenarnya kamu tak menginginkan perjodohan ini?" tanya Balqis.


"Entahlah aku juga bingung." Jawab Aksa karena sebenarnya dia sudah punya pacar dan dia pacaran sama wanita itu sudah hampir 7 tahun. Namun sayang sampai detik ini papanya masih belum merestui hubungannya dengan sang pacar hingga tiba tiba Aksa di kejutkan dengan papanya yang ingin menjodohkan dirinya dengan anak sahabat papanya itu.


"Gak perlu, aku gak mau papa dan mama marah sama aku. Memang benar kamu yang membatalkan perjodohan ini tapi tetep saja sesampai di rumah, aku yang akan kena marah karena mereka pasti mengira aku sudah membuatmu marah hingga kamu membatalkan perjodohan ini." Ujar Aksa yang tau betul sifat papa dan mamanya itu.


"Jika boleh tau kenapa kamu dan pacarmu itu gak di restui?" tanya Balqis.


"Entahlah aku juga gak tau. Apakah karena pacarku itu orang biasa aja bukan dari anak kalangan orang kaya atau karena pacarku itu seringkali buka auratnya di depan umum hingga papa dan mamaku risih liatnya. Aku bingung karena mama dan papa hanya melarang hubunganku dengannya tanpa memberitahu alasannya dengan jelas." Jawab Aksa.


"Kalau alasan yang pertama, mungkin aku bisa bantu. Aku akan memberikan dia modal untuk buka usaha dan aku juga akan membantunya hingga usaha dia maju dan berkembang pesat. Tapi jika alasannya yang nomer dua, aku gak bisa bantu karena bagaimanapun orang tua menginginkan anaknya menikah dengan wanita yang baik baik dan dia tidak akan berubah selama dia sendiri enggan untuk merubah penampilannya. Semua itu berawal dari sendiri mau seperti itu terus menerus apa mau berubah menjadi lebih baik. Jujur aku dulu juga seringkali memakai baju yang terbuka namun karena sesuatu hal hingga membuatkau bertekad untuk menjadi lebih baik." Ujar Balqis.


"Aku juga sebenarnya sudah beberapa kali menyuruhnya untuk menutup aurat tapi dia gak pernah mau alasannya karena ribet dan sumuk. Mungkin karena di sini negara bebas dan hanya sedikit orang yang memakai gamis dan kerudung lebar jadi dia males memakainya. Tapi aku yakin kelak dia pasti akan berubah dengan sendirinya jika kami sudah menikah tapi masalahnya papa dan mama gak mau beri dia kesempatan. Padahal dia adalah wanita yang sangat baik menurutku." Ucap Aksa.


"Itu kan menurutmu bukan menurut orang tuamu. Mungkin orang tuamu mengetahui sesuatu hal hingga mereka bersikeras menentang hubungan kamu dengannya. Walau aku bertemu papa dan mamamu sebentar tapi aku bisa menilai mereka adalah orang tua yang sangat baik dan sayang sama anaknya. Aku merasa dia tulus dan sangat menyayangi kamu, kamu itu adalah putra mereka dan anak satu satunya mereka jadi wajar jika mereka ingin memberikan yang terbaik untuk putranya bahkan mereka sampai mencarikan kamu jodoh." Ujar Balqis.


"Entahlah, aku bingung." Ucap Aksa frustasi.


"Iya sudahlah, kamu berdoa aja. Kamu sholat istikharah, minta petunjuk sama Allah agar kamu di berikan jalan terbaik dan tidak salah mengambil keputusan hingga kamu juga gak menyesal di kemudian hari." Ujar Balqis.


"Iya." Ucap Aksa tersenyum.