
"Akhh.... Sialan kau mengagetkanku!!!" Denji dan Aki yang sama-sama terkejut langsung mengepalkan tangannya, bermaksud ingin meninju orang tersebut.
"Hei!!! Tenanglah master, ini aku Sharky (Shark Devil Man) apa kau lupa?? Kau pernah menyelamatkanku dari bom dulu" jawab orang itu yang mengaku namanya Sharky.
"Oe Denji apa kau mengenal orang ini?" Aki bertanya kepada Denji dengan wajah yang masih menahan amarah. "Yahhh aku tak ingat siapa dia, seingatku waktu ada tragedi pengeboman di pusat kota,aku pernah membawa seseorang ke rumah sakit".
"Yaa itu adalah aku master... Aku berhutang nyawa kepadamu, oiya mengapa kau ke kelasku sekarang?"
Yaa Sharky adalah orang yang pernah diselamatkan oleh Denji saat ada tragedi pengeboman di pusat kota, saat itu ia langsung lari ke arah gedung ketika mendengar suara ledakan bom yang begitu keras.
Sesampainya di sana, ia melihat seorang lelaki yang terkena dampak ledakan dari pengeboman tersebut, ia lantas memeriksanya dan ternyata orang itu masih hidup, tanpa menunggu ambulans, Denji langsung menggendong orang itu ke rumah sakit, karena menurutnya... Nyawa lebih penting dari apapun, bila ia menunggu ambulans bisa - bisa Sharky mati kehabisan darah.
"Si bodoh ini lupa mengerjakan pr dan dia mengajakku bolos untuk menghindari hukuman" Aki memotong pertanyaan Sharky yang langsung membuatnya marah.
"Oii beraninya kau menyebut master Denji-sama bodoh!!!" Sharky yang tak terima bermaksud ingin memukul Aki karena telah menghina orang yang menyelamatkan nyawanya.
Sebelum pukulan itu melayang... Denji langsung mencegah Sharky untuk memukul Aki "Oii hentikan!!... Aki, ayo kita pergi sebelum guru masuk ke kelas ini" ajak Denji ke Aki.
"Uhh master tenang saja, hari ini kelasku jamkos sampai istirahat, dua guru mata pelajaran kami tidak masuk pagi ini".
Setelah mendengar itu, Denji dan Aki sama-sama mengeluarkan evil smile mereka.
"Oii Denji kau dengar itu??"tanya Aki dengan senyumannya. "Fufufu aku mendengarnya.... Oii Sharky-kun... Apakah kau bisa memanjat pagar?"masih dengan senyum iblisnya.
"Umm yaa selain pandai berenang aku juga bisa melompat setinggi 6 meter, jadi untuk melewati tembok sekolah bukan masalah untukku" Sharky menjawab pertanyaan Denji dengan wajah yang polos.
"Yoshh, kalau begitu... Belikan aku rokok dua bungkus dan makanan di kantin". Denji seolah tanpa dosa secara tidak langsung menyuruh Sharky untuk melanggar peraturan sekolah.
"Baikk Pakkk!!! Menerima perintah darimu merupakan suatu kehormatan bagiku". Sharky menjawab dengan penuh ketegasan dan mata yang berkaca-kaca.
"Dasar sinting". Kata Aki dalam hati.
"Baiklah ini uangnya, jika ada kembaliannya ambil saja". Denji menyodorkan dua lembar uang seratus ribu kepada Sharky.
Sharky yang menerimanya tidak kuasa menahan air mata. "Huaa MASTER DENJI-SAMA memberiku perintah langsung, ini pasti mimpi".
"Dasar sinting". Kata Aki kembali dalam hati.
"Heii kauu!!!". Sharky menunjuk temannya "A-ada apa?" "Belikan makanan Denji-sama di kantin, aku akan pergi keluar". Sharky memerintahkan temannya tersebut untuk membelikan makanannya Denji dan Aki.
"E-eh k-kenapa aku??" "Haaa??!! Kau ingin membantahku??!!". Teriak Sharky. "B-baiklah" setelah mereka berdua pergi Aki dan Denji langsung pergi ke bangku belakang untuk tiduran.
"Ahhh sekolah itu sangat menyenangkan". Kata Denji sambil menutup matanya.
"Ck! Kau ini labil sekali seperti wanita". Aki berdecak kesal dengan omongan temannya itu.
*Sementara itu diruang kelas mereka sendiri*
"Selamat pagi anak-anak". Sapa guru itu kepada murid muridnya.
"Sela-" "baiklah hari ini kalian kedatangan teman baru". Guru itu langsung memotong sapaan dari murid muridnya.
"Baiklah nak sekarang perkenalan dirimu". Guru itu menyuruh gadis disampingnya untuk memperkenalkan dirinya.
Gadis itu mempunyai wajah yang cantik, berambut merah, dan kulit yang putih.

Dengan malu-malu dan sedikit gugup, gadis itu mulai memperkenalkan dirinya. "H-hai semuanya... Perkenalan nam-" "ahh tunggu duluu". Lagi lagi guru itu memotong perkataan muridnya yang membuat Power sangat geram.
"Orang tua sialan ini!!! Suatu saat akan kupukul kepalanya dengan palu!!!". Geram Power dalam hati.
"Dimana si mulut Chainsaw dan rambut kuncir?". Mendengar pertanyaan gurunya itu, Power langsung mengeluarkan senyum iblisnya.
"Mereka membolos pak!! Denji mulut Chainsaw itu tidak mengerjakan pr dari bapak". Power menjawab pertanyaan gurunya itu dengan penuh semangat.
"Ahh begitu yaa... Baiklah mereka akan bapak hukum nanti". Murid-murid yang mendengar hal itu langsung terkejut bukan main.
Pasalnya, pelajaran matematika hanya ada dua kali seminggu, yaitu hari Senin dan Kamis.
"Tapi pak, bukannya pelajaran anda baru akan ada lagi pada hari Kamis??". Tanya salah satu murid kelas itu kepada gurunya.
"Ahh soal itu tenang saja... Karena saya adalah guru senior dan berprestasi di sekolah ini... Saya meminta kepada kepala sekolah untuk menjadi guru tetap kalian, jadi saya akan mengisi semua mata pelajaran khusus untuk kelas ini, yaa bisa dibilang saya adalah wali kelas kalian yang baru dan setiap hari akan mengajar kalian".
Para murid yang mendengar itu langsung terkejut bukan main, mereka langsung bergidik ngeri membayangkan pr yang akan diberikan oleh wali kelas barunya itu dan apa akibat bila tidak mengerjakannya.
"Kishibe sialannn!!!!". Lagi-lagi Power dibuat darah oleh gurunya itu.
Makima yang dari tadi hanya diam melihat drama antara guru dan murid-muridnya itu pun langsung melanjutkan perkenalannya lagi setelah tadi terpotong oleh pak guru sinting.
"Namaku Makima, a-aku baru pindah ke kota ini, semoga kita bisa b-berteman baik". Makima sangat gugup karena ia takut tidak akan ada murid yang mau berteman dengannya karena dia adalah anak desa.
Meskipun begitu ia tetap berusaha tersenyum dan membungkuk di hadapan teman-teman barunya.
Melihat senyuman Makima yang begitu manis, semua laki-laki di kelas itu langsung heboh.
"Baiklah Makima-chan, silahkan duduk di samping Power-chan". Makima yang menerima perintah dari gurunya itu langsung menuju tempat duduk yang ditunjuk.
Setelah sampai, ia langsung menyapa gadis didepannya yang memakai bando tanduk kecil tersebut. "H-hai salam kenal, aku Makima, mohon bantuannya". Sapa Makima dengan lembut, tidak lupa ia juga tersenyum dan membungkuk di depan Power.
"Haiii namaku adalah POWERRR!!". Sahut Power dengan penuh semangat, bukan tanpa alasan Power bersemangat seperti itu, pasalnya semenjak bersekolah di SMA ia tidak mempunyai teman sama sekali, karena ia sangat cerewet dalam segala hal, makanya hanya Denji dan Aki yang mau berteman dengannya, karena itu ia sangat senang dengan kedatangan Makima.
"Baik anak-anak sekarang kumpulkan pr kalian ke depan, bapak akan menilai pr kalian". Perintah guru itu kepada murid muridnya.
Murid-murid yang mendengar itu langsung maju ke depan kecuali Makima.
"Oiya Makima-chan, kau tinggal dimana?". Mendengar pertanyaan itu Makima sedikit ragu untuk menjawab.
"Umm untuk sementara, aku tinggal dirumahnya pak Kishibe".
"Haa?? Kenapa kau tinggal di rumah orang tua itu?? Memangnya dimana orang tua kandungmu?". Power yang tak bisa menahan rasa keponya itu pun langsung bertanya dengan serius kepada Makima.
"A-ano... Sebenarnya aku dari desa, aku hidup sendiri sampai ditemukan oleh pak Kishibe, lalu ia mengajakku ke kota ini dan mensekolahkanku disini dan untuk orang tuaku...."
Makima tiba-tiba memberhentikan kata-katanya, ia semakin gugup untuk menjawab pertanyaan Power.
Sebaliknya, Power malah semakin kepo dan kembali bertanya kepada Makima.
"Uhh?? Dimana orang tuamu?"
"M-mereka sudah meninggal ketika aku kecil". Kata Makima sambil memejamkan matanya.
Power yang mendengar hal itu langsung kaget, dengan perasaan penuh bersalah ia meminta maaf kepada Makima.
"Ahh maafkan aku, aku tidak bermaksud membuka luka lamamu". Power sangat takut bila ia menyakiti hatinya Makima dan lebih takut lagi kalau Makima akan pindah tempat duduk dan tidak mau berteman dengannya.
"Ahh tidak apa-apa Power-san, tak perlu meminta maaf". Setelah mengatakan hal itu kulit Makima yang standardnya sudah putih tambah putih lagi karena pucat, dengan ragu-ragu, ia bertanya kepada Power.
"P-power-san apa kau tidak keberatan berteman dengan g-gadis desa seperti ku?". Tanya Makima dengan penuh keraguan, ia juga takut Power tidak mau berteman dengan gadis desa sepertinya.
"Haa??! Pertanyaan macam apa itu? Aku tidak peduli kau gadis desa atau gadis neraka sekalipun, aku akan tetap mau berteman denganmu". Jawab Power dengan tegas.
"Jika ada murid yang mengganggumu... Bilang saja padaku, aku akan menghajar mereka". Makima pun tersenyum mendengar hal tersebut, ia merasa lega mengetahui kalau Power tidak gengsi berteman dengan gadis desa sepertinya.
"Terima kasih Power-san". Kata Makima sambil memperlihatkan senyum manisnya.
"Tidak masalah, sebagai gantinya kau harus terus duduk denganku, bila ada yang mengganggumu dan aku tidak masuk... Bilang saja kepada Denji dan Aki".
"Hmm?? Mulut Chainsaw dan rambut kuncir?". Tanya Makima kepada Power.
Makima yang mendengar hal itu kembali bertanya "Tapi apakah mereka mau melindungi ku?? Dan mengapa mereka dijuluki si mulut Chainsaw dan rambut kuncir??". Melihat Makima yang kebingungan Power pun langsung menjelaskan kepadanya.
"Yaa mereka itu yang memegang sekolah ini... Bisa dibilang mereka berdua adalah murid terkuat walaupun masih kelas 1, Denji itu orang gila, tak peduli dia jatuh berapa kali dalam pertarungan, ia akan selalu bangkit kembali sambil berteriak, oleh karena itu ia dijuluki mulut Chainsaw dan untuk Aki... Ia sangat jenius dalam berkelahi dan ia menguncir rambutnya, makanya ia dijuluki si rambut kuncir, dan untuk urusan melindungimu tenang saja... Mereka sangat peduli dengan teman sekelasnya siapapun itu". Power menjelaskan kepada Makima secara panjang lebar, Makima yang mendengarnya sangat lega, karena ia memiliki teman yang baik dan peduli padanya.
Setelah itu Makima lanjut bertanya "Mereka sangat unik... Tapi apakah mereka tidak pernah kalah sesekali??". Power pun mengingat ingat kembali tentang riwayat pertarungan Aki dan Denji.
"Emm aku pernah mendengar ketika mereka masih SMP, Denji dikeroyok beberapa preman dan Aki yang mencoba membantunya masuk rumah sakit karena tangannya patah, dan sejak saat itu Denji bilang ia berjanji kepada Aki kalau dia tidak akan pernah kalah lagi, yahhh walaupun mereka selalu kalah oleh pak Kishibe ketika mereka dihukum".
*Kembali ke Aki dan Denji*
"Fyuhhh.... Merokok setelah makan adalah kenikmatan duniawi". Setelah menghembuskan rokoknya, Denji tiba-tiba teringat tentang gadis yang bersama pak Kishibe tadi pagi, Denji berpikir kalau anak itu pasti murid baru dan akan sekelas dengannya.
Untuk pertama kalinya Denji merasakan sesuatu yang aneh di dadanya ketika teringat gadis itu, semenjak kecil ia tak pernah pacaran walaupun sebenarnya ia memiliki impian untuk meremas dada wanita, ia sangat kesulitan mencari wanita tipenya.
Dengan muka polosnya, Denji bertanya kepada Aki "Oii Aki... Bagaimana cara mendekati wanita??".
Brushhh.... Aki yang mendengarnya langsung menyemburkan minumannya ke udara "APA KATAMU??!!".
Hehe sorry kalo ceritanya gaje jangan lupa untuk vote dan follow
Arigatou ♥️