
"uhh... Lepaskan kami dasar orang tua!!!" Power menggeliat mencoba melepaskan dirinya dari genggaman anak buah Gun Devil.
"Apa yang kau inginkan dari kami?!! Kenapa kau menyuruh Denji-kun untuk datang sendiri?!!" Makima merasa sangat kesal, dia di jadikan sandera dan hpnya di rampas oleh Gun Devil.
Gun Devil nampak tidak menghiraukan ucapan dua gadis cantik yang sedang di sanderanya. Untuk saat ini ia hanya ingin fokus membunuh Denji.
"Heh, wanita itu memang cerewet" ujar Santa yang tak tahan mendengar ocehan dari Power.
"APA KATAMU??!!" Power tidak terima dengan perkataan Santa.
Berulang kali Makima dan Power mencoba melepaskan diri, akan tetapi tentu saja usaha mereka sia-sia. Tenaga mereka berdua tak sebanding dengan pria.
"Berisik sekali!! Cepat ikat mereka berdua dan tutup mulutnya!!" Gun Devil memerintahkan anak buahnya untuk menyekap Makima dan Power.
Setelah mendapatkan perintah dari bos nya tersebut, kedua anak buah yang memegangi Makima dan Power langsung bergegas menuju ke tiang yang ada di gudang tersebut.
Seseorang memberikan mereka tali dan selotip besar untuk mengikat dan menutup mulut Makima dan Power.
"Setelah ini, bocah yang bernama Denji itu pasti akan datang kesini. Akhirnya hari ini dendamku kepada Shimano akan terbalaskan!!" Gun Devil tersenyum puas.
Rencananya untuk membunuh Denji sudah satu langkah lebih dekat sekarang. Namun, walaupun sebenarnya dia bisa menyekap Makima dan Power karena bantuan Reze, nampaknya Gun Devil masih menaruh amarah kepada gadis tersebut.
"Gun-sama, apakah anda sudah mengampuni saya?" tanya Reze dengan ragu.
Senyum evil dari Gun Devil perlahan memudar ketika mendengar suara dari Reze. Walaupun Reze sudah membantu Gun Devil untuk menangkap dua wanita yang dekat dengan Denji, Gun Devil tetap merasa kalau itu belum cukup untuk memaafkan kesalahan Reze.
"Kau pikir semudah itu??" *grep.... Gun Devil menjambak rambut Reze "Aku akan mengampuni mu jika Denji mati hari ini!!!".
Reze meringis kesakitan karena rambutnya yang di Jambak sangat kuat oleh Gun Devil. Kulit kepalanya seakan ingin lepas dari tengkoraknya.
"M-maafkan s-saya" Reze meneteskan sedikit air matanya karena tak kuat menahan rasa sakit yang hebat di kepalanya.
Gun Devil pun melepaskan tangannya dari rambutnya Reze, terlihat beberapa helai rambut yang rontok karena jambakan yang begitu kuat.
Setelah selesai menghukum Reze, Gun Devil pun menghampiri Makima dan Power yang sedang di ikat di sebuah tiang. Mereka berdua berada dalam posisi duduk dan mulut ter bekap, tangan mereka di ikat ke atas, tak ada yang bisa mereka lakukan sekarang selain menunggu kedatangan Denji.
"Heh... Apakah kalian siap melihat teman kalian mati di depan mata kalian??" Tanya Gun Devil dengan sombongnya.
Karena mulutnya Makima dan Power di tutup, tentu saja mereka berdua tak bisa menjawab kata-kata dari Gun Devil.
*Grep.....
Kali ini Gun Devil mencekik leher Makima dan Power, namun tidak lama kemudian ia melepaskannya karena mendengar teriakan dari salah satu anak buahnya.
"TUAN!!! ANAKNYA SHIMANO DATANG BERSAMA SEORANG LAKI-LAKI BERAMBUT KUNCIR!!"
Gun Devil sangat senang mendengar berita tersebut. Tak lama lagi dia akan bertemu dengan Denji untuk yang pertama kalinya, dan mungkin untuk yang terakhir kalinya juga.
"Benarkah??! Fufufu... Bocah itu sangat bodoh!! Datang kepadaku dengan hanya membawa satu orang??!!" Gun Devil tertawa, ia benar-benar meremehkan kekuatan Denji.
*Vromm.....
Suara yang muncul secara tiba-tiba tersebut sontak membuat semua orang yang berada di dalam pabrik itu terkejut. Awalnya mereka semua mengira kalau Denji tidak akan menghiraukan kata-kata Gun Devil dan akan datang bersama seluruh mantan anak buah ayahnya sambil membawa persenjataan yang lengkap.
Namun fakta yang terjadi sekarang sungguh sangat di luar dugaan, Denji hanya datang dengan Aki.
"Oeoeoe, ini bercanda kan? Itu suara Chainsaw..." Seru Santa ketika mendengar suara itu.
"GUN DEVIL!!!!!!" Suara teriakan dari seorang pemuda terdengar menggema di dalam pabrik tua tersebut.
"KELUARLAH!! DASAR ORANG TUA SIALAN!! BEBASKAN PACARKU DAN TEMANKU!!!"
Makima dan Power yang mendengar teriakannya Denji itu pun merasa kebingungan. Bukan karena Denji yang mengatakan 'PACAR', melainkan karena info yang mereka peroleh kalau Denji hanya datang berdua dan membawa chainsaw.
"BOCAH SIALAN!!!!" Gun Devil pun mengeluarkan pistolnya dan berlari menuju ke pintu keluar pabrik.
Ketika Gun Devil menendang pintu pabrik dan melihat keluar, alangkah terkejutnya dia karena melihat banyak sekali anggota mafia berjas hitam.
Mungkin jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan orang, mereka semua telah mengepung pabrik tempat persembunyian Gun Devil tersebut.
"Sialan!! Dia bilang anaknya Shimano hanya datang berdua!!" Perasaan senang sekarang berubah menjadi amarah.
Gun Devil merasa sangat murka kepada anak buahnya karena telah berbohong kepadanya. Anak buahnya mengatakan hanya dua orang yang datang tapi nyatanya?? Ratusan atau bahkan ribuan.
Bahkan di antara barisan mafia tersebut terlihat seorang Goro Majima yang sedang duduk santai di atas mobil bekas. Goro hanya menatap Gun Devil dengan santai.
Merasa terpojok, Gun Devil pun kembali ke dalam dan bermaksud ingin membawa Makima dan Power keluar untuk di jadikan sandera.
Akan tetapi, Makima dan Power telah menghilang!! Di sebuah tiang hanya tersisa dua buah tali yang telah terlepas. Dan terlihat dua anak buahnya yang sudah pingsan dengan wajah yang babak belur.
"HOI!!! DIMANA KEDUA SANDERA KITA!!!" Gun Devil berteriak murka kepada seluruh anak buah mereka.
"Dimana Reze!!??" Santa menyadari kalau wanita itu juga telah menghilang dari pabrik.
Kepala Gun Devil terasa ingin pecah, kedua kartu AS nya untuk membalas dendam telah hilang bersama gadis yang sangat ia benci.
*Sementara itu di luar pabrik....
"Hehehe... Kerja bagus Reze-chan"
Reze baru saja keluar dengan membawa Makima dan Power "aku sudah melakukan tugasku, sekarang aku ingin pergi!! Ingatlah janjimu untuk melepaskan ku dari Gun Devil!!".
"Tenang saja, sekarang kau bebas" jawab Goro dengan santainya.
"Makima-san!! Power!! Kalian tak apa-apa??" Tanya Denji dengan panik.
Tentu saja Makima dan Power tidak menjawab karena mulut mereka yang masih tertutup. Makima dan Power pun membuka selotip besar yang menutup mulutnya.
"Kami tidak apa-apa"
"Bodoh!!! Tentu saja kami kenapa-kenapa karena dirimu!!" Power memaki maki Denji dan memukul kepalanya.
Untuk saat ini, Power benar-benar merasa geram kepada Denji. Karena Denji lah Power dan Makima di sekap.
"Goro-san, bagaimana kau bisa memiliki koneksi dengan wanita ini?" Tanya Aki yang sangat penasaran.
Aki merasa heran dan terkejut melihat Reze yang tiba-tiba berubah pihak, bagaimana bisa Goro memerintahkannya untuk mengkhianati Gun Devil?
"Hihihi... Itu rahasia mafia, Aki-kun"
----------
Goro bertemu dengan Reze ketika ia mendengar kalau Denji di tusuk oleh seseorang.
Mereka berdua bertemu di pinggiran sungai, Goro memang sengaja ingin menemui Reze. Untuk melacak seseorang seperti Reze bukanlah hal yang sulit bagi seorang Goro Majima.
"K-kenapa kau kemari?" Tanya Reze yang bergetar ketakutan setengah mati ketika melihat Goro di depannya.
"Jika kau ingin membunuhku lakukan saja!! Aku tidak ingin tersiksa!!"
Goro yang mendengar kata-kata Reze tersebut hanya tersenyum kecil. Dia memang ingin menemui Reze akan tetapi dia tidak ingin balas dendam.
"Kau ingin lepas dari Gun-chan kan??" Tanya Goro kepada Reze.
Reze yang masih merasa ketakutan hanya bisa menganggukan kepalanya.
"Aku mempunyai tawaran untukmu...."
----------
"Heh, orang ini menawari ku sebuah kesepakatan untuk melepaskan diriku dari Gun Devil, dan aku menyetujuinya" Reze menjelaskan kepada semua orang tentang hubungannya dengan Goro.
"Goro-san memang hebat" timpal Yoshida.
Denji sebisa mungkin tidak melihat ke arah Reze, karena jika dia melihatnya maka perasaan cinta itu akan muncul kembali.
Walaupun sebenarnya Denji juga sakit hati karena Reze hampir membunuhnya, nyatanya rasa cintanya lebih besar dari rasa sakit hatinya.
Reze pun juga sebisa mungkin tak menghiraukan keberadaan Denji, ia hanya melihat-lihat ke sekeliling untuk menghindari tatapannya kepada Denji.
"Tapi kau sudah menusuk Denji!!! Apa kau tahu dia hampir mati!!!!" Power masih merasa geram kepada Reze jika mengingat kejadian itu.
"Power-san, Reze-san sudah menyelamatkan kita" Makima mencoba menenangkan sahabatnya tersebut.
"Tch, aku tak punya urusan lagi! Aku pergi sekarang" Reze tak menghiraukan Power yang sedang memakinya.
Reze langsung pergi dari lokasi tersebut untuk memulai hidup yang baru tanpa bayang-bayang dari mafia kembali.
Denji menatap kepergian Reze dengan tatapan yang sendu. Entah mengapa ia seakan tak rela kalau harus di tinggalkan oleh Reze, walaupun ia sudah membulatkan tekatnya untuk mendapatkan Makima.
"A-ah Makima-chan, bukan apa-apa" jawab Goro sambil turun dari duduknya.
Goro pun berjalan menjauh seolah menghindari Makima, entah apa yang terjadi sehingga Goro memilih untuk menjauh. Padahal Yoshida masih berdiri di sampingnya Aki.
"Makima, Power pulanglah bersama Yoshida-san. Tak aman bagi kalian berada di sini sekarang" perintah Aki kepada Makima dan Power.
Mereka berdua masih penasaran dengan apa yang terjadi sekarang, kenapa banyak sekali gerombolan mafia yang mengepung tempat itu.
Ketika Power melihat Gun Devil keluar kembali dengan membawa semua anak buahnya, barulah ia menyadari kalau akan ada perang yang terjadi.
"M-makima-chan, ayo kita pergi" ajak Power kepada Makima.
Makima pun juga mulai mengerti dengan keadaan ini. Ia pun menuruti kemauan Power dan mulai berjalan pergi.
Namun, sebelum dia mengikuti Yoshida, Makima kembali berbalik dan berlari ke arah Denji. Tanpa pikir panjang Makima langsung memeluk tubuh Denji dengan erat.
"Jangan mati, Denji-kun. Aku juga mencintaimu"
Suara yang terdengar pelan itu berhasil membuat jantung Denji berhenti berdetak untuk sementara. Semua orang yang berada di sana seolah melihat drama singkat antara Denji dan Makima.
Makima pun melepaskan pelukannya, Denji hanya terdiam dengan tatapan yang kosong. Jangankan menjawab, dia saja tidak membalas pelukan Makima karena terkejut dengan perbuatan Makima tersebut.
Goro yang melihat dari kejauhan hanya bisa tersenyum. Dia melihat kejadian itu dengan jelas ketika Makima memeluk tuan mudanya itu dengan sangat erat seolah tak mau melepasnya.
"Oe Denji, fokus dia telah keluar" Aki menepuk pundak Denji.
Denji pun kembali tersadar ketika merasakan tepukan tersebut "ahh, apakah kau mau menjadi pacarku Makima-san??"
"Sadarlah bodoh!!!" Hampir saja Aki menampar sahabatnya ini untuk menyadarkannya.
"Eh, maaf-maaf... OEE GUN DEVIL!!! KEMARILAH SEKARANG!!!"
*Vromm....
Denji kembali menyalakan chainsawnya, dengan gagah dan berani Denji berjalan ke depan sambil mengangkat chainsawnya dengan satu tangan.
Di ikuti Aki di belakangnya yang menyalakan rokok lengkap dengan sebuah katana yang di bawa di belakangnya.
"DENJI!!! MARI KITA SATU LAWAN SATU!!" Gun Devil mengeluarkan dua katananya.
"MEMANG ITU YANG AKU MAU BODOH!!!"
*Vromm....
Denji berteriak dan meng gas chainsawnya, Kedua orang itu perlahan lahan berlari menuju satu sama lain.
Para orang-orang pun hanya melihat kejadian itu tanpa ingin ikut campur, bahkan Aki langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar Gun Devil ingin satu lawan satu.
"TERBANG LAH!!! TUAN MUDA!!!!" Goro berteriak untuk menyemangati Denji sambil mengacungkan daggernya ke atas.
"YAAA!!!!!!" Seru seluruh anak buah Goro yang ikut menyemangati Denji.
"DENJI!!! JIKA KAU KALAH AKAN KU BUNUH KAU!!!" Aki ikut berteriak dari belakang.
"BERISIK KALIAN!!!" Denji berlari dengan kencang dan mengayunkan chainsawnya ke depan.
"MATILAH KAU BOCAH!!!" Gun Devil mengambil ancang-ancang untuk bersiap menerima serangan dari Denji.
"BUNUH DIA GUN-SAMA!!" Santa berusaha membalas teriakan dari kubu Denji.
"BUNUH DIA!!!" Seru anak buah Gun Devil yang lainnya.
Sebuah benturan keras terdengar ketika sebuah chainsaw bersentuhan dengan dua bilah katana yang sangat tajam.
Denji kembali menancap gas chainsawnya, asap keluar sangat banyak ketika chainsaw itu berputar di kedua katana milik Gun Devil.
Walaupun kalah dari segi senjata, namun kekuatan fisik serta ketahanan katana milik Gun Devil tak bisa di anggap remeh. Terbukti chainsaw milik Denji sama sekali tak bisa memotong katana milik Gun Devil.
Setelah cukup lama beradu senjata, Denji dan Gun Devil pun melepaskan benturan senjata tersebut. Belum sampai satu menit berpisah Gun Devil langsung menebaskan satu katananya ke arah Denji.
Denji pun berhasil menahan katana tersebut dengan chainsawnya, namun satu katana lagi di layangkan oleh Gun Devil ke arah Denji.
*Zing......
Untung saja Denji memutuskan untuk melepaskan chainsawnya dan menghindar ke belakang. Namun, sekarang Denji kehilangan chainsawnya, sedangkan Gun Devil masih membawa kedua katanya.
"Hahaha!!!! Lihatlah bocah!!! Pengalaman bertarung mu jauh berbeda denganku!!" Seru Gun Devil di sela-sela pertarungan mereka.
"Ck, ini buruk!!" Denji berpikir keras untuk bisa mengambil kembali chainsawnya yang berada di belakang Gun Devil.
"Denji, lupakan chainsaw mu dan menghindarlah" Aki berkata dengan pelan.
Gun Devil kembali mengambil ancang-ancang untuk bersiap menyerang Denji.
"MATILAH KAU BOCAH!!!" Gun Devil melesatkan tebasan nya kearah Denji.
Denji pun mencoba untuk menghindari tebasan itu kembali, namun sayang ia terjatuh ketika meloncat ke samping.
Gun Devil pun tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, tanpa aba-aba ia langsung mengarahkan tebasan nya kembali ke arah Denji.
Denji pun tak bisa menghindari tebasan itu karena ia telah mati langkah sekarang.
Ketika tebasan itu hampir mengenai tubuh Denji tiba-tiba....
*Jleb.....
Sebuah dagger yang di lemparkan berhasil menancap tepat di kepala Gun Devil. Gun Devil pun langsung ambruk dan meregang nyawa seketika.
Semua orang terkejut melihat hal itu termasuk Denji sendiri.
Para anak buah dari Gun Devil tak menyangka kalau bos mereka telah tumbang padahal sedikit lagi hampir berhasil menebas Denji.
"Apa-apaan itu, MAJIMA!!!" Santa berteriak ke arah Goro.
Ia tak terima Goro ikut campur dalam pertarungan satu lawan satu tersebut. Terlebih lagi sekarang bos nya telah mati karena kecurangan yang telah dilakukan tersebut.
"Fufufu... Apa kalian lupa? Di dunia mafia tidak ada aturan apapun" jawab Goro dengan santainya.
"Goro-san..." Aki sendiri juga tak percaya dengan kejadian yang terjadi di depan matanya tersebut.
"Majima-ojisan..." Denji masih tak percaya kalau Gun Devil telah mati tepat di depan matanya sendiri.
Denji pun kembali berdiri, ia melepaskan dagger yang tertancap dari kepalanya Gun Devil. Lalu ia langsung berjalan ke arah Goro.
"Majima-ojisan, kenapa kau membantuku??" Denji merasa sangat kecewa, ia terlihat seperti pecundang sekarang.
Mati dalam duel satu lawan satu lebih baik menurut Denji dari pada harus menang karena kecurangan.
"Tuan muda, inilah dunia mafia... Jika anda ingin bermain bersih seharusnya anda mengajaknya bertanding di ring, bukan di jalanan".
Denji hanya terdiam mendengar penjelasan dari Goro tersebut, ia lalu menyodorkan dagger yang berlumuran darah di tangannya kepada Goro.
Denji benar-benar tak menyangka kalau dunia yang di geluti oleh ayahnya sejak lama itu benar-benar selicik ini.
"MAJIMA SIALAN!!! AKAN KU BUNUH KAU!!!" Santa benar-benar marah kepada Goro.
Ia merebut sebuah senapan dari anak buahnya dan mulai menghampiri Goro. Seluruh anak buah dari Gun Devil hanya bisa terdiam setelah melihat bosnya sendiri terbunuh.
Hanya Santa lah yang berani membentak ketika Gun Devil telah kalah.
Santa pun berjalan ke arah Goro dengan perlahan sambil menodongkan senapannya. Goro yang melihat hal itu lalu mendorong Denji untuk menjauh dan bermaksud menghadapi Santa dengan daggernya.
Namun, tiba-tiba Aki muncul di hadapan Santa dan mengeluarkan katananya.
"Minggir dasar bocah sialan!! Apa kau pikir kalau jarummu yang besar itu bisa membunuhku??!!" Seru Santa kepada Aki.
Katana yang dimiliki oleh Aki berbentuk unik, katana itu tidak berbentuk seperti katana pada umumnya. Katana Aki berbentuk bundar seperti jarum dan memiliki lubang di pucuknya.
"Apa kau tuli dasar bocah sialan?!!!" Kali ini Santa sudah bersiap untuk menembak Aki.
Namun, dengan santainya Aki menodongkan senjatanya yang mirip jarum itu ke arahnya Santa.
"Khonnn...."
*Dorr.........
-----Tobecontinued-----