
*
*
🌴🌴🌴
Alex dengan setia menemani istrinya yang masih dirawat di rumah sakit.
Alex duduk di samping ranjang istrinya sembari memandangi wajah cantiknya.
"Sini dong Bear." Flo menepuk sisi sebelahnya.
Alex menggeleng. "Aku masih ingin memandangi istriku yang cantik."
"Makanya sini deketan, biar makin jelas." ujar Flo.
Alex akhirnya menaiki ranjang. "Kamu kapan sembuhnya sih? Nggak bosan apa di rumah sakit terus?"
"Kata Dokter sih besok sudah boleh pulang." Flo mendongak. "Emm, aku boleh minta sesuatu nggak?"
Alex tersenyum. "Boleh lah emang mau minta apa?"
"Cium."
Alex menangkup wajah Flo. "Mau minta di cium yang sebelah mana nih?"
Flo memanyunkan bibirnya, membuat Alex gemas lalu mengecupnya singkat.
"Kok cuma gitu doang? Aku maunya yang lama." protes Flo.
Alex melirik ke arah sofa. "Nanti aja, Mama masih di sofa."
Flo mendesah kecewa membuat Alex terkikik geli.
"Mah."
Marcia yang tadinya sedang membolak-balikkan majalah kini menoleh ke arah Flo. "Ada apa Flo?"
"Flo pengen makan bakso, bisa Mama beliin?"
"Suruh suami kamu yang beli dong Flo! Masa Mama"
"Nggak mau. Flo maunya Mama yang beliin!"
"Kita go food aja ya?" Marcia mencoba bernegosiasi.
"Nggak mau. Flo maunya bakso yang ada di kafetaria rumah sakit ini."
"Aku aja yang beli ya?" sahut Alex.
"Nggak mau!!" jawab Flo cepat.
Marcia mendesah kecewa. "Iya ya Mama beliin, kalau bukan karena cucu Mama, Mama ogah nurutin kemauan kamu!"
Flo terkikik geli, kapan lagi bisa ngerjain Mamanya.
Marcia akhirnya keluar dari kamar Flo untuk membeli bakso permintaan Flo.
"Hah?" Alex kembali terkejut dengan permintaan istrinya, sejak kapan istrinya berubah menjadi agresif.
"Jadi kamu nyuruh Mama beli bakso untuk ini?" tanya Alex sembari menyentuh bibir Flo.
Flo mengangguk cepat.
Alex mencubit hidung Flo. "Nakal kamu ya!"
Flo hanya meringis, Alex mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka bertemu lalu Alex meraup bibir Flo serta menghisapnya lembut, namun baru sesaat pintu kamar kembali terbuka lalu mereka saling menjauh.
"Astaga." Flo mendesah kecewa, membuat Alex terkikik geli.
"Flo, sayang kamu kenapa bisa begini?"
Suara Mami Elisa membuat keduanya menoleh lalu kompak saling meringis.
"Kalian tega, tidak mau ngasih tau Mami!" ujar Elisa sembari berjalan ke arah ranjang.
"Flo tidak mau membuat Mami khawatir." jawab Flo.
Elisa mencium pipi Flo lalu mengusap perut Flo yang masih rata. "Gimana cucu Mami? Dia baik-baik aja kan?"
Flo mengernyit. "Mami sudah tau?"
"Kalian jahat! Masa Mami tau dari Jessica bukan dari kalian langsung."
"Maaf Mih." sahut Alex.
Elisa kembali mengusap lembut perut Flo. "Ini beneran Mami mau punya cucu?"
Alex menuruni ranjang lalu duduk di kursi sebelah ranjang lagi. "Benar Mih."
"Rasanya kok belum percaya ya, sebentar lagi Mami di panggil Oma, tidak terasa kalau Mami sudah tua." ujar Elisa sambil terkekeh.
"Mau Al cubit? Biar Mami percaya." sahut Alex.
"Enggak lah! Tapi kondisi kamu sudah membaik kan Flo?" tanya Elisa.
"Sudah Mih, kata Dokter besok sudah boleh pulang."
"Oh ya, syukurlah Mami ikut senang, kalau kalian mau, kalian tinggal di rumah Mami aja biar Flo ada yang jagain selama Al ke kantor."
"Tidak usah Mih, kami sudah nyaman tinggal di rumah kami sendiri." tolak Flo halus.
"Ya sudah Mami tidak akan memaksa kalian, yang penting kalian nyam--." kalimat Elisa terpotong saat mendengar pintu kamar kembali terbuka, mereka bertiga kompak menatap ke arah pintu.
Sosok Sandy muncul di ambang pintu dengan beberapa bunga mawar di tangannya, membuat Alex mengeraskan rahangnya serta mengepalkan tangannya.
*
*
Maaf ya semua, Author sekarang lebih fokus di Because baby, tapi Bucin fierce girl tetap berlanjut kok cuma agak nyantai, jadi mohon sabar menanti updatenya ya, terima kasih🙏🙏🙏