
🌴🌴🌴
Sudah lima hari Alex di Bandung selama itu pula Flo nginep di rumah mamanya.
Hari ini Flo pulang dari kantor dengan lesu, Flo merasa gelisah, entah apa yang dia risaukan.
Begitu sampai rumah Flo langsung ke kamar, terus mandi dan segera merebahkan tubuhnya yang lelah sambil membuka layar handphonenya memeriksa chat dari Alex, namun nihil seharian ini Alex belum memberi kabar apapun padahal biasanya rutin.
Apakah Flo merindukan Alex?
Flo menaruh handphonenya di nakas dan mencoba memejamkan matanya, namun matanya enggan terpejam, Flo meraih kembali handphonenya di nakas dan menghubungi Alex.
"Hallo Queen." jawab Alex dari seberang telefon.
"Kamu kok seharian nggak kasih kabar sih?"
"Aku panik Flo, kondisi oma semakin mengkhawatirkan, jadi aku tidak kepikiran telfon kamu."
"Semoga oma cepet sembuh dan kamu segera pulang. Ya sudah aku istirahat dulu, yang penting aku sudah tau kabar kamu disana."
"Aku juga mau ke rumah sakit lagi, istirahat yang nyenyak, good night."
"Hati-hati." kata terakhir Flo sebelum menutup panggilannya.
Flo mencoba memejamkan matanya lagi, setelah mendengar suara Alex dan mengetahui kabarnya Flo sedikit lega.
Perlahan mata Flo terpejam dan masuk ke alam mimpi.
Matahari mulai menampakkan sinarnya pertanda pagi sudah datang, Flo membuka matanya, mengerjab beberapa kali dan melihat jam di dinding, ternyata sudah waktunya dia siap-siap ke kantor.
Flo menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan beranjak ke kamar mandi, namun baru sampai di depan pintu kamar mandi handphonenya berdering, Flo membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah nakas.
Flo meraih handphonenya dan melihat si pemanggil. "Mami?" gumamnya
Flo segera menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut. "Hallo mi."
"Flo, tolongin mami." jawab mami dari seberang sambil menangis.
Flo langsung panik saat mendengar tangis isakan mertuanya. "Mami tenang dulu, ada apa mi? oma kenapa?"
"Al kecelakaan tadi malam waktu menuju rumah sakit untuk menemani oma." jawab Elisa masih terus terisak.
Saat itu juga dunia Flo seakan runtuh, apa yang dia risaukan semalam terjawab sudah.
Flo menjatuhkan handphonenya, tubuhnya luruh ke lantai di sertai derai air mata.
Cukup lama Flo dalam posisi seperti itu dia belum bisa berfikir, hingga dia tersadar kalau dirinya harus segera menyusul Alex ke Bandung.
Mama yang tadinya memasak segera menghampiri Flo. "Kenapa sayang?"
Arga yang tadi di kamar juga langsung keluar. "Kak Flo kenapa?"
Mama dan Arga juga ikut panik saat melihat Flo sudah menangis histeris.
Flo menghampiri Arga tangannya yang gemetar meraih tangan Arga. "Tolongin kakak Ga, Alex kecelakaan di Bandung, anter kakak kesana sekarang juga." pinta Flo dengan tangis pilu.
Mama langsung menutup mulutnya dengan tangannya sendiri saat mendengar ucapan Flo, dan meneteskan air matanya. "Astaga Alex."
Mama memeluk Flo dan mengusap punggungnya. "Sayang, kamu tenang dulu Alex pasti baik-baik saja, kita sekarang berangkat kesana."
Flo memeluk mamanya erat dan Arga segera menyiapkan mobilnya.
Semua segera berangkat ke Bandung.
Arga yang mengemudikan mobil, Flo dan mama duduk di belakang.
Di perjalanan Flo tidak berhenti menangis dia merasa perjalanan begitu lama. "Kenapa lama sekali Ga? ada tidak sih pesawat menuju Bandung?"
Arga menoleh ke belakang. "Emang ya sepintar apapun orangnya kalau sedang panik itu tidak bisa berfikir jernih, kenapa tidak minta pintu Doraemon sekalian kak."
Arga benar, saat ini Flo tidak bisa berfikir apapun.
Flo terus bersandar di bahu mamanya dan berharap semoga semua baik-baik saja.
Setelah perjalanan cukup jauh dan melelahkan akhirnya mereka sampai di halaman rumah oma, namun ada yang aneh disana banyak orang asing disana dengan raut wajah sedih seperti sedang berduka cita.
Flo semakin kalut dia benar-benar sudah tidak bisa berfikir lagi tubuhnya lemas dengan air mata terus mengalir. "Ma, ada apa ini?"
"Mama juga belum tau sayang." ucap mama sambil mengelus tangan Flo.
Arga membuka pintu untuk Flo "Kita turun dulu kak."
Flo sudah semakin terisak dan menangis histeris. "Enggak!!" teriak Flo di sertai tangis pilunya. "Ini tidak boleh terjadi, kamu tidak boleh ninggalin aku Al. Aku tidak mau sendirian."
Flo keluar dari mobil namun kakinya tidak mampu menopang berat tubuhnya, dia berdiri dengan lutut sebagai tumpuan sambil menangis histeris dan meracau menyebut nama Alex.
Mama mencoba membantu Flo untuk berdiri namun untuk saat ini Flo benar-benar tidak kuat.
Bukan tubuhnya yang berat namun hatinya yang tidak kuat menerima kenyataan.
Duh Alex kenapa sih??? ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Author benar-benar tega mempermainkan Alex, awas kamu thor kalau ketemu tak jitak loh, bisa-bisanya bikin cerita seenak jidat tanpa memikirkan perasaan Flo..🤣🤣🤣