
Flo mendorong kursi roda Alex memasuki kamar mereka, Flo juga membantu Alex bangun dari kursi rodanya dan pindah ke ranjang.
Alex menggeser tubuhnya dan menepuk sisi sebelahnya. "Sini sayang."
Flo nurut aja, dia naik ke ranjang duduk bersandar kepala ranjang seperti yang di lakukan Alex.
Alex menarik tubuh Flo dengan tangan kiri agar bersandar di dada sebelah kirinya. "Sini deketan!"
Flo menggeser tubuhnya lebih merapat dengan tubuh Alex.
Alex terkekeh. "Nggak usah tegang gitu, aku tidak akan memakan kamu sekarang, kaki dan tanganku masih sakit."
Flo tidak membalas ucapan Alex dia menunduk menyembunyikan wajahnya di dada Alex, Flo merasakan panas di pipinya bahkan mungkin pipinya sudah memerah saat ini.
Alex merapikan rambut Flo yang menutupi telinganya. "I love u." bisik Alex di telinga Flo.
Flo mendongak di sertai senyuman yang mengembang dan langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Alex.
Alex mencium puncak kepala Flo dan menghirup aroma lavender dari shampo yang Flo pakai, aroma yang selalu menjadi favoritnya, dan sesekali Alex juga memainkan rambut Flo. "Ternyata Singa bisa berubah menjadi Kucing ya."
Satu cubitan dari Flo mendarat di pinggang Alex, membuat Alex mengadu kesakitan. "Aduh Flo, ampun.."
Flo melepas pelukannya. "Aku nggak mau deket-deket kamu lagi! kamu nyebelin!"
Alex menarik Flo lagi. "Bercanda sayang."
Flo bersandar lagi di dada Alex sambil memainkan jemarinya di wajah Alex. Menelusuri setiap lekuk wajahnya dari dahi, mata, hidung dan berhenti di bibir Alex.
Alex memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan jemari Flo di wajahnya, namun saat dia merasa jari Flo berhenti di bibirnya, Alex membuka mulutnya dan menggigit jari Flo.
Flo langsung menarik jarinya. "Dasar Beruang nakal! sukanya nggigit."
"Ehemm." suara deheman dari Kevin di ambang pintu membuat Alex dan Flo yang tadinya saling pandang kini menatap ke arah pintu.
"Kalau mau gigit menggigit pintunya di tutup Nyet!" ucap Satria yang langsung nyelonong masuk ke kamar.
Alex langsung melempar bantal ke arah Satria. "Sialan lo!!"
Flo hendak melepas pelukan mereka dan beranjak dari ranjang namun di tahan oleh Alex. Alex menggeleng seolah mengatakan jangan pergi.
"Terima kasih nyonya Alexander." ucap Satria sambil tersenyum jahil, dan duduk di tepi ranjang.
Flo memutar bola matanya malas dan melenggang keluar kamar.
Kevin juga duduk di sebelah Satria. "Gimana keadaan lo Nyet?"
"Tidak apa-apa tinggal nunggu pemulihan aja, kok kalian tau gue pindah di kamar ini?"
"Itu, pembantu lo yang ngasih tau." jawab Satria sambil menoel kaki Alex yang sakit.
"Anjirrrr. Sakitt!! Sialan!! mau gue cekek lo!" Alex misuh-misuh.
Kevin segera menarik tangan Satria. "Lo kalo bercanda jangan kelewatan bang Sat."
"Iye-iye sorry kirain kagak sakit beneran. Eh. Ngomong-ngomong sampe sekarang bini lo belum hamil Nyet, lo sebenernya cowok bukan sih? atau jangan-jangan adek lo kagak bisa bangun?" celetuk Satria.
Pukulan dari dua orang mendarat di bahu Satria bertubi-tubi, dari siapa lagi kalau bukan dari Alex dan Kevin. Satria memang seperti itu mulutnya tidak di filter. Kalau ngomong asal jeplak.
Berbeda dengan Kevin meskipun dia juga konyol tapi dia masih bisa mengendalikan setiap ucapannya, bahkan otaknya pun encer Kevin. Kevin bisa menduduki posisi Manager di perusahaan Alex, sedangkan Satria sebagai salah satu Staff di bawah kepemimpinannya Kevin.
**Bedain ya baca koran sama baca novel.
kalo baca koran cuma pake mata dan otak.
tapi kalo baca novel pake nya imajinasi.
pernah tuh aku lihat komen di sebelah, tapi sebelah mana ya? haha
dia bilang kayak baca koran, Helloooo kalo anda cuma baca aja ya jelas kayak baca koran, coba gunain imajinasi nya.
sebelum ngetik para Author biasanya juga akan ber imajinasi dulu tidak asal ketik.
Udah ah, kok Author jadi cerewet ya. Terima kasih banyak buat semua atas dukungannya sudah like dan komentar 😘😘
Author jadi semangat buat ber imajinasi**.