
*
*
🌴🌴🌴
*
Flo, Alex dan beberapa rekan kantor lainnya sudah tiba di Bali termasuk Jessica sahabat Flo.
Mereka tiba di Bandara Ngurah Rai Bali masih pagi, dan ada penyambutan khusus dari koleganya, mereka di beri flower crown.
Alex berjalan dengan rekan kantor yang cowok, dia juga penasaran ingin mengetes apa benar yang di katakan sohibnya itu, dan ternyata memang benar adanya, jantung Alex berdetak lebih kencang saat berdekatan dengan Flo namun kembali normal saat ada jarak yang memisahkan mereka.
Tetapi masih ada lagi yang harus dia buktikan lagi 'rindu dan juga cemburu'.
Dan Alex akan mencoba suatu saat nanti.
Flo yang sedang berjalan dengan Jessica mereka berjalan sambil berbincang dan bercanda.
Rombongan langsung menuju hotel karena meeting akan di laksanakan nanti siang, jadi mereka bisa istirahat sebentar dan menyiapkan berkas-berkas untuk meeting.
"Kita sekamar kan Jes?" tanya Flo, karena yang wanita hanya mereka berdua.
"Ya iyalah Flo, yuk kita ke kamar." jawab Jessica.
Rombongan pun berpisah di lorong hotel dan ke kamar masing-masing.
Setelah istirahat sejenak dan makan siang, merekapun meeting dengan para kolega.
Flo dan Jessica presentasi dalam meeting dan berjalan dengan mulus, Alex semakin terkagum-kagum dengan Flo, Flo tidak hanya cantik tapi dia cerdas dan tegas, tapi Alex belum menyimpulkan kalau yang ia rasakan itu adalah cinta.
Alex tidak ingin tenggelam dalam rasa cinta apalagi menjadi budak cinta seperti cowok lainnya. "Oh No!!" batin Alex sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Meeting baru selesai sore, setelah keluar ruangan Flo kembali ngomel pada Alex. "Aduh bos gimana sih, tadi ngomongnya sama kolega kita tidak meyakinkan begitu??!! untung Jessica banyak membantu bos tadi, kalau tidak bisa gagal kita." Flo mengomel di lorong hotel, padahal disana masih ada rekan kantor lainnya.
Alex langsung menarik pergelangan tangan Flo dan masuk ke kamar Alex.
"Flo, lo boleh ngomel ke gue tapi tau tempat dong!! Nggak di depan karyawan juga!!" Alex meninggikan suaranya karena emosi.
"Maaf bos, kelepasan." Flo menunduk karena dia merasa bersalah dia memang kelepasan tadi.
"Agrhh!!" Alex mengacak rambutnya gusar.
"Sekali lagi maaf bos, aku mau kembali ke kamar, capek." Flo hendak melangkahkan kakinya namun terhenti saat suara Alex masuk ke dalam indera pendengaranya.
"Tunggu!!" itu suara Alex.
Alex mengikis jarak diantara mereka dan 'greb' Alex memeluk Flo dia ingin membuktikan ucapan sohibnya kemarin.
Flo memberontak berusaha melepaskan diri namun tenaganya tidak sebanding dengan sang pelaku "Lepasin!! Bos ngapain sih? Salah minum obat apa gimana?!"
"Biarkan seperti ini sebentar saja." pinta Alex.
Alex meletakkan dagunya di bahu Flo dan kembali merasakan degub jantungnya kembali berdetak lebih cepat, setelah beberapa saat Alex melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya. "Ini tidak mungkin." kata Alex pelan namun masih bisa di dengar oleh Flo.
Flo tidak marah dia malah khawatir, apa yang terjadi pada bosnya itu. "Bos kenapa? Apanya yang tidak mungkin?"
"Tolong tinggalin gue sendiri!" pinta Alex.
Flo akhirnya keluar dan kembali ke kamarnya.
Alex duduk di sofa kamarnya. "Ada apa dengan jantung gue? Masa iya gue beneran jatuh cinta sama Flo? Shit!!" umpat Alex. "Ini tidak boleh terjadi!!"
*
*
jatuh cinta kok tidak mau🤦🤦