
🌴🌴🌴
"Arghhhh... Brengsek!!!" Alex frustasi karena sampai saat ini belum bisa menemukan pelakunya
"Sabar dulu nyet, kita memang tidak mudah menemukan pelakunya karena kita memang tidak memiliki petunjuk apa apa" ucap Kevin sambil menepuk bahu Alex seolah menyalurkan kesabarannya
Satria datang dari dapur dengan membawa segelas air putih "Nih minum dulu biar bisa berfikir jernih lagi"
Alex menerima gelas itu dan menenggaknya isinya hingga habis
Satria membulatkan matanya "Buset!! lo itu emosi atau seminggu kagak minum sih?"
"Sekalian gelasnya di habisin nyet" Kevin menimpali
"Gue haus tadi di kantor lupa minum, karena kepikiran sama masalah ini kagak kelar kelar" jawab Alex
Alex merogoh handphonenya di saku celana hendak mengirimkan chat untuk Flo, kalau dia akan pulang telat, karena dia harus membahas masalah ini dengan duo cogan.
Belum selesai Alex mengetik pesan, handphonenya berdering ada panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal, Alex menggeser tombol hijau
"Hallo, dengan siapa ini"
"Kalau elo mau istri lo selamat, datang ke alamat yang gue kirim, sekarang"
"Hallo!! ini siapa?" tanya Alex dengan nada tinggi
Si penelfon tidak menjawab namun mengarahkan handphone tersebut ke arah seorang wanita yang sedang di bekap.
Alex semakin panik, dia yakin kalau itu suara Flo
"Tolong jangan sakiti dia! gue akan kesana sekarang"
Alex menutup sambungan telfonya.
"Arrghhhh" Alex kalut, frustasi
"Gue pergi dulu" pamit Alex sambil berlari keluar dari apartemen duo cogan
"Lo mau kemana Al?" teriak Kevin
"Flo dalam bahaya" jawab Alex juga teriak tanpa menghentikan langkahnya
Alex mengendarai mobilnya dalam kecepatan tinggi, butuh waktu kurang lebih satu setengah jam untuk sampai di alamat yang di maksud si pelaku.
Flo sendirian, duduk menunduk dengan tangan terikat ke belakang.
Hati Alex berdesir nyeri saat melihat kondisi Flo
Flo sudah terkulai lemas tak berdaya, pipinya basah karena air mata, pipinya juga memerah bekas tamparan dan sudut bibirnya berdarah lagi.
Perlahan Alex mengangkat dagu Flo untuk memeriksa kesadarannya "Flo, sayang... bangun, ini aku"
Flo membuka matanya perlahan, begitu melihat Flo masih sadar Alex langsung memeluknya "Bilang sama aku siapa yang melakukan semua ini?"
Flo hanya menggeleng lemah dalam pelukan Alex, Flo memang tidak merasa kenal dengan orang orang tersebut.
Mereka berpelukan hingga pintu terbuka dan munculah seorang wanita dengan beberapa orang kekar di belakangnya
"Oh. So sweet" ucap seorang wanita tersebut
Alex melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah suara, Alex juga membulatkan matanya "Elo?"
Wanita tadi berjalan ke arah Flo dan menjambak rambutnya "Iya gue, kenapa? kaget?"
"Ah. Sakit" rintih Flo
"Lepaskan dia!!!" teriak Alex kencang "Jangan sakiti dia, gue yang bersalah disini, jadi sakiti gue aja"
Si wanita sedikit melonggarkan tarikannya dan tertawa meremehkan "Dengan menyakiti dia, itu jauh lebih menyakitkan buat lo, karena dia kelemahan lo"
"Apa mau lo?"
"Gue mau elo sujut di kaki gue dan kembali sama gue"
"Enggak" tolak Alex tegas
Si wanita tadi langsung menarik kuat rambut Flo lagi
"Ahh...Sakitt!!!!" teriak Flo dengan sisa tenaga
"Okay! gue turuti mau lo, tapi lepaskan dia dulu"
Kenapa pada pelit jempol sihðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜