Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Musuh 2


🌴🌴🌴


"Princess, itu pastanya bisa mabuk kalau kamu putar putar terus" ucap Sandy yang sedari tadi memperhatikan Flo hanya melamun dan tidak memakan pastanya hanya mengaduk aduknya saja


Flo mendongak "Eh. Kamu bilang apa Bee?"


Sandy menghembuskan nafasnya berat "Kenapa dari tadi kamu cuma melamun? ada masalah?"


Flo pun menceritakan tentang kejadian malam itu, tentang dirinya yang di jebak seseorang yang tidak ia kenal.


Sandy langsung geram "Siapa pelakunya?? Aku harus segera cari tau" batin Sandy


"Kamu nggak punya musuh kan Princess?" selidik Sandy


Flo menggeleng, karena dia memang tidak merasa memiliki musuh.


"Aku pasti akan segera menemukan pelakunya Princess, kamu harus hati hati, jangan menerima telepon yang tidak di kenal, jangan pergi sendirian" Ucap Sandy sambil mengelus tangan kiri Flo yang tersemat cincin emas putih bermata berlian kecil di jari manisnya, pemberiannya sebelum Flo menikah


Flo menatap mata Sandy "Terima kasih" dan tersenyum


Sandy menarik tangan Flo dan mengecupnya


"Ehem..."


Refleks keduanya menoleh ke belakang, dan itu suara deheman Alex yang sengaja ingin membuyarkan kemesraan mereka berdua.


Sandy langsung menatap Alex tajam karena kemesraan terganggu "Ngapain anda disini?"


"Tentu saja menjemput istri saya pak Dokter" jawab Alex santai


"Kita harus bicara" ucap Sandy sambil menarik lengan Alex menuju basemant resto tersebut


Flo mengikuti keduanya, dia tidak mau kalau mereka sampai berkelahi.


"Ada apa pak Dokter?" tanya Alex setelah menghempaskan tanganya Sandy


Sandy mengeraskan rahangnya menahan amarah "Lo punya musuh kan? sampai sampai Flo yang yang jadi korban dalam permusuhan lo! dan kalo elo nggak bisa melindungi Flo, lepaskan dia! biar gue yang menjaganya"


Alex mengepalkan tangannya kuat-kuat "Bukanya itu musuh lo" ucap Alex dengan nada tinggi


"Karena si pelaku pakai nama lo sebagai umpan agar Flo pergi ke klub itu"


Sandy tercengang kaget dengan perkataan Alex barusan "Gue beneran nggak ada musuh!!"


"Terserah lo, kalau sampai terjadi apa apa sama Flo, gue nggak akan tinggal diam dan gue juga nggak akan maafin lo" ucap Alex penuh emosi karena disini korbannya adalah Flo wanita yang di cintainya


Alex menarik lengan kanan Flo "Ayo kita pulang"


Detik itu juga Sandy juga menarik lengan kiri Flo "Nggak! Flo pulang sama gue, gue yang akan nganter dia sampai rumah"


Flo menghempas tangan keduanya "Stop!!! aku akan pulang sendiri"


"Jangan"


"Jangan"


Cegah Alex dan Sandy bersamaan


"Okay, aku ngalah kamu boleh pulang sama suami palsu kamu itu" Sandy tidak mau permasalahan akan menjadi semakin rumit dengan perdebatannya bersama Alex


"Aku pulang dulu Bee" pamit Flo sembari memeluk Sandy sesaat


"Hati hati" lirih Sandy


Flo hanya bmengangguk sebagai jawaban


Flo dan Alex memasuki mobil meninggalkan Sandy yang masih mematung memandangi kepergian kekasihnya.


🌴🌴🌴


"Sialan! brengsek! bego! tidak pecus!" umpat seorang wanita terhadap anak buahnya "Percuma gue bayar mahal, kalo lo gagal!"


"Soryy bos" ucap sang anak buah


"Masa lo sama cewek aja kalah! badan doang gede, tapi otak 'enol' ngurus cewek gitu aja tidak pecus" maki sang wanita terhadap anak buahnya lagi


"Gimana lagi bos, cowok itu lebih pinter dari gue, untung gue berhasil kabur, kalo enggak bisa di seret ke kantor polisi gue bos" pembelaan sang anak buah.