
*
*
🌴🌴🌴
*
Alex sampai di kantor setelah jam makan siang, ia memasuki ruangan kerjanya dan ternyata sudah ada Flo di dalam sedang fokus dengan laptop di depannya, karena memang sejak beberapa hari yang lalu Alex tidak masuk kerja dan Flo lah yang menggantikannya.
"Selamat siang Flo.." sapa Alex ramah.
"Siang boss." balas Flo sambil tersenyum semanis mungkin untuk membalas sapaan ramah dari Alex.
Alex membalas senyuman Flo dengan senyuman tak kalah manisnya, Alex sudah serasa terbang melihat senyuman Flo yang teramat manis diberikan padanya, namun senyuman itu hanya bertahan beberapa detik saja.
"Malah senyam-senyum nggak jelas sih bos, buruan kerjaan udah numpuk nih!!" omel Flo karena Alex masih berdiri mematung di tempatnya sambil senyum-senyum sendiri, padahal Flo keteteran dengan kerjaan kantor.
Wajah Alex seketika berubah menjadi masam. "Kenapa sih senyum lo itu kayak permen kapas?"
"HAH??!!" Flo ternganga beberapa detik beserta dahinya berkerut. "Maksudnya?"
"Ya-- senyum lo itu manis banget tapi kena angin dikit langsung ilang kayak permen kapas, apa perlu gue bungkus pake plastik dulu biar senyum lo itu bertahan lebih lama?" jawab Alex sebal, baru saja dia mau menikmati senyum Flo yang jarang muncul dari bibirnya yang imut, namun tiba-tiba menghilang.
"Ishh!! Ini kantor boss, tempat untuk kerja bukan tempat untuk membahas tentang senyuman." elak Flo mengalihkan pembicaraan mereka.
Alex hanya menggaruk tengkuknya sendiri sambil berjalan menuju mejanya, Flo beranjak dan berpindah ke sofa 'hening' mereka sama sama tenggelam dalam keheningan yang mereka ciptakan hanya suara keyboard dari laptop masing masing, hingga suara dering handphone di meja kerja Alex memecah keheningan itu, Alex meraih handphone tersebut dan melihat foto profil sang pemanggil, dahi Alex pun berkerut. "Siapa dia?" batin Alex.
Selanjutnya Alex memanggil sang pemilik handphone. "Flo, nih ada panggilan masuk."
Flo mendekat dan meraih handphone itu "Makasih boss." ucapnya lalu ia segera menggeser icon hijau pada layar handphonenya.
"Hallo Bee..."
"......"
"Sorry nggak bisa Bee."
"......"
"Aku pulang malam lagi, ini banyak banget kerjaannya."
"......"
"Ya udah hati-hati." kata terakhir Flo dengan suara halus di sertai senyuman tipis.
Flo mengakhiri panggilannya kemudian ia mengantongi handphonenya di saku blazernya.
"Siapa Bee??" batin Alex lagi.
Alex dan Flo kembali ke kegiatan masing-masing 'hening' hanya satu dua kata yang di lontarkan Alex untuk bertanya masalah pekerjaanya saja.
Sampai waktu menunjukkan pukul 18:30 Alex merasa perutnya protes minta di isi.
Alex menghentikan kegiatannya. "Flo, makan dulu yuk gue laper nih."
"Bentar boss, lima menit lagi nanggung nih." jawab Flo tanpa mengalihkan pandangannya pada layar laptop di depannya.
Kata Flo hanya lima menit, namun ternyata sudah lima belas menit berlalu dan Flo belum juga bangkit dari tempat duduknya.
Alex yang geram langsung menarik pergelangan tangan Flo, karena Alex memang sudah sangat kelaparan.
Flo tidak memberontak karena memang dia juga merasa perutnya sudah kosong.
"Mau makan apa Flo?" tanya Alex masih di dalam lift.
"Sate aja boss, di ujung jalan deket minimarket, kalau kita makan di resto kelamaan, nanti kerjaan nggak kelar-kelar." jawab Flo.
"Terus kita kesananya gimana?" Alex bingung kalau pakai mobil terlalu deket tapi kalau jalan kaki lumayan jauh.
"Jalan kaki lah boss." jawab Flo santai.
Alex hanya manggut-manggut.
Mereka berjalan santai menuju warung sate yang di maksud Flo, kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki akhirnya mereka sampai.
Flo memilih tempat yang lesehan dan Alex hanya menurut saja dan kebetulan tempatnya belum terlalu ramai pengunjung jadi mereka segera di layani.
"Eh neng Flo, lama nggak kesini neng?" sapa si penjual sate.
Flo hanya nyengir. "Iya mang, lagi sibuk banget, si boss nya sedang ngurus kuliah." jawab Flo sambil melirik ke arah Alex.
"Oh, sibuk. Mau pesen berapa neng, dua porsi?" tanya mang Udin si penjual sate.
"Iya mang, dua porsi." jawab Flo.
"Ashiaaap.. di tunggu ya neng." si penjual berlalu dan menyiapkan pesanan mereka.
Sambil menunggu satenya matang, Alex memainkan handphonenya. "Lo sering kesini Flo? Sampe si penjualnya akrab sama lo."
"Kadang boss kalau lembur gini." jawab Flo juga ikut mengeluarkan handphonenya.
Alex hanya manggut-manggut lagi, keduanya terdiam karena mereka sedang fokus pada layar handphone masing-masing hanya suara kendaraan berlalu lalang.
"Ini neng satenya sudah siap, selamat menikmati, aa' neng." kata si penjual sate sambil meletakkan piring di atas meja.
"Makasih mang."
"Makasih mang."
Jawab keduanya bersamaan.
"Wuih... kompak bener, jodoh kali ya?" goda mang Udin.
Flo hanya meringis.
"Semoga saja" batin Alex.
Alex langsung memakan lahap satenya
karena memang dia sudah kelaparan sedari tadi.
Flo hanya tertawa kecil melihat bossnya yang makan seperti pemain reog yang sudah kerasukan setan. "Nggak di kasih makan sama tante Lisa berapa hari sih boss? Ngebut gitu makannya." ledeknya.
"Heh!! Emak gue selalu ngasih makan ke gue, enak aja lo ngira emak gue nggak ngasih makan berhari hari. Gue kelaperan Flo, kan gue udah bilang dari tadi kalo gue udah laper banget."
Flo hanya tersenyum simpul dan melanjutkan makan satenya.
*
*
S**iapa sih Bee itu**??????