Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Bukit Bintang


Alex menoleh ketika cerita Flo terputus, dia tersenyum simpul, tangannya terangkat untuk mengusap pipi Flo "Flo. Bukalah hatimu sedikit saja, untukku" bisik Alex sembari menyingkirkan anak rambut Flo yang menutupi dahinya.


Alex mencium kening dan pipi Flo pelan dan kembali ke posisi semula untuk menyusul Flo ke alam mimpi.


Pagi menjelang Flo membuka matanya dan mengerjab beberapa kali, dia menoleh ke samping dan melihat Alex masih memejamkan matanya.


Flo menatap lekat-lekat wajah Alex menelusuri setiap lekuk wajahnya, rambutnya tebal, rahangnya tegas, bibirnya agak tebal, hidungnya juga tidak terlalu mancung namun semua itu nampak serasi dengan bentuk wajahnya.


Perlahan tangan Flo terulur untuk menyentuh wajah Alex dengan jemarinya "Maafin aku Bear, aku selalu menyusahkanmu" gumam Flo.


Flo selalu tersentuh dengan sikap dan perhatian Alex selama ini, Flo bisa merasakan betapa besar dan tulusnya Cinta Alex terhadap dirinya, namun Flo juga belum bisa membuka hati untuk siapapun termasuk Alex.


"Flo. Kamu sudah bangun?" tanya Alex yang tiba-tiba membuka matanya, membuat Flo kaget dan langsung menjauhkan jemarinya


"Emm. Iya aku baru saja bangun dan hendak membangunkanmu" jawab Flo sekenanya


Alex melirik jam di dinding ternyata masih terlalu pagi "Maaf, tadi malam aku ketiduran"


"Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena selalu merepotkanmu"


"Kamu tidak pernah merepotkan aku Flo, justru aku senang jika bisa membantumu. Oya kemarin aku lupa menyampaikan sesuatu padamu"


Flo menyatukan kedua alisnya "Menyampaikan apa?"


"Kita di suruh ke Bandung nyusul mami disana, tante Erina adik angkat mami mau ngadain acara pernikahan anaknya"


Flo ngangguk sebagai jawaban "Kapan?"


"Lusa, sekalian aku mau ajak kamu ke Bukit Bintang, kamu belum pernah kesana kan Flo?"


"Belum, emang tempat apa itu?"


"Aishh.. Kebiasaan!" dengus Flo sembari merapikan rambutnya kembali


Alex terkekeh dan keluar dari kamar Flo.


Flo masih bersandar di kepala ranjang, di tinggal Alex membuat fikirannya kembali melayang


"Selamat pagi non Flo" sapa bi Minah di ambang pintu. Membuyarkan lamunan Flo "Ini non sarapannya, boleh saya masuk?"


Flo mengagguk dan bi Minah berjalan ke arah nakas untuk meletakkan sarapan untuk Flo


"Segera dimakan non keburu dingin, bibi keluar dulu" pamit bi Minah setelah meletakkan Roti panggang dan segelas susu hangat


"Makasih bi" ucap Flo dan tersenyum simpul


"Sama-sama non" itu kalimat terakhir bi Minah, setelah itu bi Minah keluar dari kamar Flo dan mengerjakan tugas lainnya.


Semenjak Flo terpuruk, Alex memang sengaja memperkerjakan pembantu di rumahnya, dia tidak mau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Karena Flo selalu melamun dirumah, akan berbahaya jika Flo di tinggal sendirian.


Pernah suatu hari Flo memasak sambil melamun hingga masakan yang di masak sampai gosong.


Saat mencuci piring kotor, air kran di biarkan mengalir namun Flo tidak mencuci piring malah sibuk dengan fikirannya yang melayang entah kemana.


Ketika sedang mengiris sayuran, jarinya malah teriris pisau.


Dan yang paling parah beberapa hari yang lalu, Flo berendam di bathtup hingga berjam-jam sampai pingsan dan tubuhnya membiru karena kedinginan.


Alex tidak mau ambil resiko, dia memperkerjakan bi Minah selain untuk mengurus rumah juga untuk mengawasi dan juga menemani Flo agar tidak kesepian, fikiranya sedikit terisi dengan keberadaan bi Minah di rumah.


Lanjut nggak nih????