
Setelah kerjaan beres, Flo mematikan laptopnya dan merapikan berkas berkas yang akan di bawa ke rumah Alex.
Flo keluar ruangan dan berjalan menuju liff di lanjut ke basemant tempat mobilnya terparkir.
Flo memasuki mobilnya, memasang seat belt dan menyalakan mesinnya, Flo melajukan mobilnya menuju rumah Alex.
Setelah sampai di pintu gerbang depan rumah Alex Flo membunyikan klaksonnya agar pintu gerbang di bukakan oleh satpam.
Tak perlu menunggu lama pintu gerbang terbuka, Flo membuka kaca mobilnya dan mengucapkan terima kasih kepada satpam tersebut sambil melajukan mobilnya menuju halaman rumah Alex.
Flo turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama, Flo memencet bell.
Seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu
"Selamat malam non Flo" sapa bi ijah
Bi ijah memang sudah kenal Flo, dulu waktu habis di kejar kejar anjing Flo mampir di rumah Alex
"Malem bi, tante Lisa ada bi?"
"Ada non, sedang di ruang tengah"
"Flo langsung nyusul aja kalau gitu bi"
"Iya non, mari masuk bibi sampai lupa nggak mempersilahkan non Flo masuk" ucap bi ijah sambil terkekeh
Flo melangkah menuju ruang tengah, Elisa sedang membaca majalah di sofa.
"Selamat malam tante" sapa Flo
Begitu mendengar suara Flo, Elisa langsung menoleh "hai Flo" Elisa bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Flo lalu memeluknya sesaat
"Ini tante berkas berkasnya" ucap Flo sambil menyerahkan berkas berkas di tangannya
Elisa menerima berkas yang ada di tangan Flo "Makasih Flo, udah makan malam belum? kalau belum makan di rumah tante ya?"
" Enggak usah tante, nanti masakan mama nggak ada yang makan, kalau gitu Flo langsung pamit ya tante"
"Tunggu. Kamu nggak mau ketemu Al dulu Flo?"
Flo menepuk jidatnya sendiri "Flo lupa tante tadi kan Alex pesen martabak manis rasa coklat" ucap Flo sambil memperlihatkan kantong plastik di tangannya
"Oh ya udah kalau gitu kita langsung ke kamar Al aja, kamu duluan Flo, tante mau ambil piring sama garpu dulu"
"Kamar Alex yang mana tante?"
"Itu di ujung yang pintunya cat warna coklat muda, sana duluan"
Flo menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Alex, setelah sampai di depan pintu Flo mengetuk pintu berwarna coklat muda tersebut.
"Masuk" jawaban dari dalam kamar
Flo membuka pintu itu 'ceklek' "Malam bos"
"Tamunya nggak di suruh masuk dulu bos?"
Alex terkekeh "masuk aja Flo"
Flo melangkahkan masuk dan senyumnya mengembang saat melihat foto Alex yang lucu-lucu, foto Alex kecil versi dewasa
"lo kenapa senyam senyum gitu Flo? baru tau ya kalo gue ganteng?"
"Aishh,, bos pedenya tingkat dewa"
Flo mendekat dan duduk di tepi ranjang "Bos kenapa? sakit?"
"Yang sakit hati gue" kata Alex dalam hati
"Cuma pusing dikit, mami aja yang lebay! Eh Flo itu di tangan lo pesenan gue kan? martabak coklat"
"Iya bos tapi bentar tante lisa baru ngambil piring sama garpu"
"Udah nggak usah nungguin mami, bawa sini gue udah kepengen dari tadi"
Flo membuka bungkusan martabak, Alex yang sudah tidak sabar langsung nyomot sepotong dan memasukkan ke dalam mulutnya.
"Enak bos?" tanya Flo
Alex hanya mengangguk sebagai jawaban
"Sudah berapa hari nggak makan bos?"
"Lo itu kebiasaan, ngehina gue" jawab Alex sambil mengacak rambut Flo
"Heh, bos. Jangan ngacak rambut aku! aku bukan anak kecil, lagian aku tuh lebih tua dari bos" sungut Flo
Sungut Flo membuat Alex terdiam, Alex menyadari kenyataan itu.
"Kok diem bos? di makan lagi martabaknya masih banyak loh"
"Lo sendiri nggak makan? tadi udah makan malam belum?" tanya Alex sambil mengambil sepotong martabak lagi
" Sudah,tadi makan satenya mang Udin"
"Enak do----"
" Loh Al kok makanya nggak pakai garpu" potong Elisa dari ambang pintu
Alex cuma meringis
"Kamu itu kebiasaan, jorok!" omel Elisa
Detik berikutnya Elisa memperhatikan Alex, setelah kedatangan Flo raut wajah Alex berubah menjadi ceria lagi.
Elisa semakin yakin akan melanjutkan perjodohan itu.