Bucin Fierce Girl

Bucin Fierce Girl
Sandy


*


*


🌴🌴🌴


*


Hari ini Flo di jemput kekasihnya, karena mobilnya sedang di pakai Arga.


Selama di perjalanan di isi dengan obrolan ringan dan canda tawa, sampai tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Flo.


Sandy mematikan mesin mobilnya namun mereka masih asik mengobrol di dalam mobil.


"Mau mampir dulu nggak Bee?" tanya Flo sembari melepas seat belt nya.


"Enggak deh udah malem, nggak enak sama tante Marcia."


"Ya udah aku masuk ya?" pamit Flo, tangannya terulur hendak membuka pintu mobil.


Namun tangan Flo segera di tahan oleh Sandy. "Tunggu!"


"Apalagi bee?"


"Aku mau protes, kok kamu kasih nama panggilan ke aku 'Bee' sih? Aku manggil kamu aja 'Princess' nggak seimbang dong, masa Princess sama Lebah, yang bener aja!" protes Sandy sambil mengerucutkan bibirnya lucu.


Flo terkikik geli. "Ya-- emang bener kamu itu lebah, namun bukan lebah yang menghisap madu di bunga, tapi kamu lebah yang menghisap bibir aku."


Sandy tergelak kencang, jawaban Flo benar-benar menggemaskan.


"Kamu tuh ada-ada aja princess." ucap Sandy setelah berhasil menghentikan gelak tawanya, ia mengusap puncak kepala Flo.


Flo meraih tangan Sandy yang sedang mengusap kepalanya, dan menggenggamnya erat.


Sandy pun menarik tangan mereka yang sedang bertautan ke arah bibirnya dan mengecup nya mesra, parlahan tapi pasti kepala mereka semakin mendekat sampai dahi dan hidung mereka bersentuhan.


"Lebah mau menghisap bibir princess." ucap Sandy pelan tepat di depan bibir Flo.


Kini Flo yang tergelak.


"Princess! Kamu tuh ngerusak suasana deh!!" protes Sandy.


"Lagian kamu tuh malah ngomongnya tentang lebah." ucap Flo di sela-sela tawanya.


Sandy tidak membalas ucapan Flo dia memilih diam.


Namun diamnya Sandy membuat Flo ikut terdiam, parlahan kepala mereka semakin mendekat lagi.


Sandy sedikit memiringkan kepalanya untuk menjangkau bibir Flo supaya lebih mudah,


Flo mengalungkan kedua tangannya di leher Sandy dan mengelus tengkuknya.


Tangan kiri Sandy berada di pinggang ramping Flo, sedangkan tangan kanannya berada di tengkuk Flo serta menekanya pelan untuk memperdalam ciuman mereka.


Sandy menggigit kecil bibir bawah Flo pelan dan Flo pun membuka mulutnya, tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu Sandy langsung menelusupkan lidahnya kedalam mulut Flo hingga ke rongga mulutnya.


Kedua lidah mereka saling berbelit di dalam sana, mungkin terlalu nikmat hingga tidak ada yang mau menghentikan ciuman mereka sampai wajah Flo memerah karena hampir kehabisan pasokan oksigen, Sandy yang melihat kekasihnya butuh pasokan oksigen akhirnya melepas ciuman mereka.


Flo langsung menghirup udara banyak-banyak dan Sandy membersihkan sisa cairan di bibir Flo dengan ibu jarinya, mata mereka bertemu dan senyuman terukir di bibir mereka.


Flo mengusap pipi Sandy lembut,


Sandy hanya memejamkan matanya menikmati usapan dari wanita yang di cintainya, usapan terhenti dan mata Sandy perlahan terbuka.


Sandy melepas tangan Flo di pipinya dan menarik Flo masuk ke dalam pelukan hangatnya, mereka sama-sama memejamkan mata menikmati kebersamaan mereka.


"Kita kapan sih nikahnya?" Sandy membuka suara.


"Beberapa bulan lagi Bee, sabar dulu ya?"


"Tapi aku sudah nggak sabar pengen memiliki kamu sepenuhnya."


"Aku juga Bee." ucap Flo semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku juga udah nggak sabar pengen nyengat kamu sampe bentol." kelakar Sandy.


"Hah?" Flo belum paham maksud ucapan Sandy.


"Iya-- nyengat kamu sampai bentol di perut."


Setelah paham arah pembicaraan yang di maksud Sandy, pipi Flo memerah dan satu cubitan dari Flo mendarat di pinggang Sandy.


Sandy melepas pelukannya. "Udah larut malam princess sana masuk, mandi air hangat terus istirahat."


"Siap pak dokter." jawab Flo, tangannya terangkat seperti sedang hormat.


Sandy mengacak pelan anak rambut Flo dengan gemas.


Flo membuka pintu mobil, ia turun dari mobil kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu rumah, sampai di depan pintu Flo berbalik untuk melihat Sandy.


Flo melambaikan tangan dan tersenyum, Sandy pun membalas senyuman Flo dari dalam mobil, setelah Sandy membalas senyumnya, Flo membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah, Sandy pun segera melajukan mobilnya dan kembali menuju rumahnya.


*


*


Su**dah tau kan "bee" itu siapa**?