
Setelah kepergian si duo cogan Alex dan Flo masuk kedalam, mereka duduk di sofa.
Tanpa bicara Flo mengeluarkan dua lembar kertas putih bersih dan dua bolpoin dari dalam tasnya, satu kertas dan bolpoin dia sodorkan ke arah Alex dan satu lagi untuk dirinya sendiri.
"Kita bisa mengajukan tiga point masing masing dari kita, kamu tulis pointmu dan aku akan tulis pointku setelah itu baru kita jadikan satu" ucap Flo sembari mulai menulis di atas kertas kosong itu
Hal yang sama juga di lakukan Alex.
Belum satu menit Alex sudah selesai "Sudah selesai belum Flo?"
Flo mengernyit "Kok cepet banget?"
Alex hanya mengedikkan bahu.
'Hening, Flo masih tampak berfikir matang matang.
"Aku sudah selesai" ucap Flo sambil menatap mata Alex
Mereka saling pandang dan saling mengulurkan kertas masing masing.
Mereka bertukar kertas dan saling membaca isi dari pengajuan mereka.
Alex lebih dulu membaca kertas dari Flo
Florencia
1: Tidak ada kontak fisik
2: Tidak boleh mencampuri urusan masing masing
3: Menikah tidak lebih dari satu tahun
"Gue sejutu" ucap Alex sembari menatap Flo
Flo langsung menunduk dan membaca isi kertas dari Alex
Alexander
1: Selama menikah Flo tidak boleh kerja dan menjalankan perannya sebagai istri
Flo langsung menatap Alex tajam "kok aku nggak boleh kerja?"
"Gue yang akan memenuhi semua kebutuhan lo" jawab Alex enteng
"Bukan masalah uang, tapi aku suka kerja, terus kalau aku nggak kerja ngapain di rumah?"
"Kan udah jelas tulisannya, kalo lo harus menjalankan peran lo sebagai istri, itu artinya lo harus ngurus rumah, masak dan lain sebagainya" jawab Alex masih menatap mata Flo
Flo nampak berfikir keras.
Sejatinya Flo itu seorang yang pekerja keras, kalau di suruh berhenti kerja bisa bosan dia.
Tapi mau gimana lagi, masa mau protes sama Alex, Alex hanya mengajukan satu syarat sedangkan dirinya tiga syarat.
Flo menarik nafas panjang dan menghembuskan kasar "oke aku setuju"
Flo kembali mengambil kertas kosong dari dalam tasnya "Kita tinggal menggabungkan isi dari persyaratan kita menjadi satu lembar dan kita tanda tangan di situ"
Alex mengangguk membenarkan ucapan Flo "Lo aja yang nulis"
Flo mulai menulis persyaratan mereka menjadi satu
Alex hanya memandangi gerak gerik Flo dan tersenyum samar.
"Sudah, nih tanda tangan di sini" ucap Flo sambil menggeser kertas tersebut ke arah Alex
dan menyerahkan kertas itu kepada Flo untuk di simpan.
Flo memasukkan kertas itu ke dalam tasnya lagi dan beranjak dari sofa
Alex langsung menahan pergelangan tangan Flo "Tunggu"
Flo mengernyit "Bukanlah urusan kita sudah selesai??"
"Nanti pulangnya gue anterin, sekarang gue mau kita ngobrol sebentar" pinta Alex menatap mata Flo
Flo akhirnya duduk kembali.
"Gue mau bahas tentang kita. Tentang kita setelah nikah"
Flo kembali mengernyit "Kenapa harus di bahas sekarang bos?"
Alex mengeram "Bisa nggak sih nggak usah panggil gue 'bos' kita seminggu lagi nikah loh"
"Bisa nggak sih nggak usah pake 'gue' 'elo' kita kan seminggu lagi nikah loh" balas Flo
"Iya ya 'aku kamu', kalo nggak kelupaan" jawab Alex sambil meringis
"Aku masih bingung mau panggil apa, aku belum punya panggilan yang tepat buat kamu" Flo beralasan
"Nyatanya lo bisa kasih nama kesayangan kepada si Sandy itu" protes Alex
"Kan aku mengenal Sandy sudah lama, sedangkan aku kenal kamu baru beberapa bulan"
"Ya udah mulai sekarang k--kamu pikiran nama panggilan buat gu--" ucapan Alex terhenti saat melihat mata Flo
Flo langsung melotot tajam.
"Duh kenapa bibir gue kaku ya" batin Alex
Alex menghembuskan nafas pelan "Iya ya, aku-kamu, mulai sekarang kamu harus pikirin nama panggilan buat aku"
"Iya, akan aku cari nama yang cocok buat kamu, kita kapan pulangnya sih, aku capek mau istirahat" ucap Flo sambil cemberut
"Ya udah kita pulang sekarang, tapi pembicaraan kita belum selesai, kapan kapan di sambung lagi" ucap Alex sambil bangkit dari sofa dan di susul Flo
Pintu apartemen terbuka dan duo cogan sudah pulang
"A-ak aku, gue. Duh kenapa jadi belibet gini sih" Alex merutuki dirinya sendiri
Duo cogan langsung ngakak dan Flo merapatkan bibirnya menahan tawa.
"Udah sono pulang! gue tau lo mau ngomong kalo lo mau pulang kan?" tebak Satria sambil tertawa
Alex mengangguk "Ayo Flo kita pulang, ngapain di sini, lama lama kita bisa ikut sinting kayak mereka"
"Sialan lo" umpat Satria "Udah numpang juga masih ngatain orang"
"Balikin kartu gue" todong Alex
Satria langsung mengeluarkan kartu kredit itu dan memberikannya kepada Alex "Sono pulang"
"Awas lo!! besok gue bakar apartemen lo ini, tinggal di kolong jembatan sono" Alex dan Flo segera pergi dari apartemen duo cogan itu
Setelah kepergian Alex dan Flo, duo cogan tertawa terbahak bahak,
mereka telah menggunakan kartu kredit Alex sekitar lima juta.
Lanjutttttt.......