
Ami mulai terbiasa dengan gosip yang rasanya seperti menjongkel telinganya. tapi gaji yang di buat di draft kontrak membuatnya mampu bertahan. gosip pasti berlalu.
hampir satu bulan ia bekerja, ia mulai memahami situasi. rupanya Bastian Bayu Perdana merupakan putra kedua tuan Hendra Perdana dari istri pertama.
pimpinan HWD grup itu punya dua istri. ibu Winda adalah istri pertama dan istri kedua bernama Dina, ibunya Rendra.
Hendra terpaksa menikah lagi dengan pilihan ibunya karna Winda tidak kunjung hamil setelah tiga tahun menikah. keluarga itu butuh pewaris hingga neneknya memaksa Hendra menikah lagi.
ketika Winda ingin mundur setelah Dina hamil lima bulan, ia dinyatakan positif hamil. emang tokcer tuan Hendra bisa buat dua istrinya hamil.
Dina yang awalnya senang karna Winda akan mundur terpaksa menerima kenyataan kalau mereka harus berbagi suami.
Tapi Dina tampak menguasai tuan Hendra karna waktu tuan Hendra lebih Banyak dihabiskan bersamanya. Ami jadi simpati dengan ibu Bastian itu.
" Ami, nanti kamu temui mami di rumah. Dia mau ketemu kamu " ujar Bastian saat masuk ke ruangannya.
" Untuk apa pak ? "
Bastian mengangkat bahunya. Bastian menelpon seseorang terdengar sangat penting.
" Nanti kamu kerjakan semua tugas kamu di ruang kerja saya, sopir mami akan menjemput kamu " pinta Bastian sambil meletakan beberapa map di meja Ami.
" Baik pak " tanggap Ami cepat, ia memasukkan Map itu kedalam kardus. Seorang OB datang membantunya.
" Saya permisi pak " ucap Ami sambil melirik senyum aneh Bastian.
seorang sopir membukakan pintu mobil untuk Ami. hatinya terus bertanya untuk apa bu Winda mencarinya.
mobil mewah itu membawanya ke sebuah rumah yang terlihat bak istana.
Ami memandangi bangunan bergaya eropa klasik itu dengan takjup. seumur umur baru kali ini ia menjejakan kaki dirumah orang kaya.
" nona sudah ditunggu nyonya diruang kerja den Bastian " sambut seorang pelayan berseragam. ia menuntun Ami ke ruang kerja Bastian. Ami terkejut saat nyonya rumah menunggunya dengan berkacak pinggang, ada hal apakah gerangan ?
" duduk ! " titah sang nyonya, Ami menurut. firasatnya mengatakan dia bakal kena omel.
" Apa benar kamu pacaran sama Bastian ? "
yap ! Ami tebakanmu seratus persen benar.
" ibu dapat gosip dari mana ? " tanya Ami tergugup.
" jangan jawab pertanyaan saya dengan pertanyaan ! " bentak Winda, matanya menatap Ami tajam.
Hadeuh..pak bos sudah buat dunianya penuh masalah. Nyonya cantik ini pasti marah punya menantu cupu.
" pak Bastian itu cuma main main sama saya bu, dia cuma becanda sama saya "
" trus kamu mau di becandain seperti itu ? " serbu bu Winda, Ami ternganga. Apa ia harus cerita asal muasal gombalan Bastian padanya.
" sebenarnya saya nggak mau bu, tapi karna dia atasan saya dan saya butuh uang jadi saya biarin aja asal pak Bas senang "
" sumpah bu, saya tidak ada hubungan apa apa pak Bastian "
Ami mengangguk cepat.
" lagian kesambet apa dia bu bisa naksir saya "
Ami melihat wajah nyonya didepannya mulai teduh.
" Sekarang bantuin saya masak " ucap Winda sambil melangkah keluar ruang kerja Bastian.
" Masak ? " Ami mengerutkan keningnya. ia mengekori Winda ke arah dapur yang begitu kinclong. Ami meraba kitchen set yang begitu mewah. ia hanya bisa berpendapat Woww...seandainya ia jadi menantu di rumah ini,
wit tunggu ! kok kami jadi ngehalu Mi, mulai terjebak sama rayuan Bastian ? jangan. itu ibarat ngimpi sedang ada diatas gedung dan ketika bangun kenyataannya zonk. rasanya seperti jatuh diatas gedung dan ga nyampe nyampe ke bawah. ga enak deh pokoknya. Ami tersenyum senyum sendiri sambil mencium centongan.
" kok ngelamun ? lagi mikirin anak saya ya, wajah anak saya memang menghanyutkan "
Ami tergagap. tebakan nyonya itu sangat benar. ia jadi mengutuk dirinya sendiri yang mulai masuk jebakan rayuan Bastian. Ami memukul centongan saat Winda berbalik.
" kata Bastian tumis kangkung bikinan kamu enak "
" tumis kangkung ? "
Nyonya rumah itu mengangguk. Ami mengingat sesuatu, kotak makan siangnya yang dihabiskan Bastian yang membuat hatinya ngenes dan laki laki itu mengajaknya makan siang sepiring berdua. deuh..romantis.
Ami !!!! berhenti ngehalu, emang ini kan mau Bastian agar kamu jatuh cinta padanya trus buat kamu bermimpi dapetin dia, kenyataannya dia bakal kawin dengan orang lain. itu sakit banget Mi...
" Hei ! kamu ngelamun lagi, kamu pasti jatuh cinta sama anak saya ngaku saja "
Ami menggeleng cepat.
" nggak bu..nggak salah maksudnya, lagian kenapa coba anak ibu bisa seganteng itu, siapa aja pasti langsung jatuh cinta sama pak Bastian. kambing kalau lihat pak Bas jika ia bisa bicara pasti bilang I lop yu "
Winda sertamerta tertawa mendengar ucapan Ami. ada yang memperhatikan tawa itu dari layar CCTV. sudah lama nyonya cantik itu tidak secerah itu. Ia ingin segera pulang. tapi ia masih ada agenda menemui klien.
" Den, kita lembur di rumah gua aja " ucap Bastian ketika panggilannya diangkat Deni.
" Sip bro.., besoknya gue boleh berenangkan di kolam renang lu "
" apa sih yang ga boleh lu lakuin dirumah gua, cuma satu lu jangan lakuin lagi, jangan ngerayu pembantu dirumah mami ngerti ! "
terdengar kekehan Deni. Bastian mematikan panggilan dan kembali melihat layar CCTV dari hpnya.
Ia melihat Ami dan ibunya sedang memotong sayur sambil bercerita, ia lihat ibunya tak berhenti tertawa saat Ami bercerita.
Bastian merasakan ada yang merasuki hatinya ketika melihat pemandangan itu, ia jadi menghargai gadis disamping ibunya. ada nilai spesial yang dimiliki Ami yang mungkin tak dilihat orang lain.
ia jadi tersenyum sendiri kalau mengingat wajah bulat gadis itu kalau sedang marah.
nah lo ada apa ini ?
Bastian mengusap wajahnya, apa dia sudah terjebak dalam permainannya sendiri ?