
Brak! Brak! Brak!
Pintu mobil di gedor dari luar, Alicia dan Bara menoleh ke arah orang yang menggebrak pintu mobil Bara itu. Alicia menurunkan kaca mobil dan menatap laki-laki yang terlihat marah itu.
"Alicia turun kamu, biar om yang bicara sama Bara." kata laki-laki yang ternyata pak Hengky.
"Heh, jadi benarkan papa yang menyuruh Alicia untuk mengikuti mama? Untuk apa pa?" tanya Bara keluar dari mobilnya.
Di parkiran itu tampak orang-orang melihat perseteruan itu. Pak Hengky pun menoleh ke sekeliling, lalu menatap Alicia.
"Alicia, sebaiknya kamu kembali saja ke kantormu. Biar om yang selesaikan masalah om dengan Bara." kata pak Hengky.
"Iya om." kata Alicia.
"Jangan pergi Alicia! Jika kamu pergi, hubungan kita putus!" ucap Bara mengancam Alicia.
Alicia menoleh ke arah Bara. Dia diam lalu tersenyum tipis, dan melangkah pergi meninggalkan Bara dan pak Hengky tanpa sepatah kata pun.
"Alicia!"
"Bara masuk, biar papa yang jelaskan sama kamu." ucap pak Hengky.
"Heh, papa yang meminta Alicia. Kenapa? Aku sudah curiga sejak Alicia aku ajak makan siang, dia selalu menolaknya. Jadi kliennya adalah papa?"
"Ya, dan papa yang memaksanya. Kamu tahu sekarang kenapa papa menyuruh Alicia mengikuti mamamu?" tanya pak Hengky.
Bara menatap papanya, dia mendengus kesal. Tas Alicia dia simpan. Dia duduk dengan tenang di kursinya, menatap ke depan. Pak Hengky pun ikut duduk di sebelah Bara, menoleh ke arah anaknya yang tidak mau melihatnya.
"Kamu tahu mama kamu ada di dalam, kamu tahu apa yang dia lakukan di sana?" tanya pak Hengky.
"Mama sedang kumpul dengan teman-temannya. Apa anehnya kumpul dengan teman-temannya hingga harus di curigai dan menyewa Alicia." kata Bara.
"Kamu lebih membela mamamu dari pada mencari tahu kenapa papa lakukan itu, papa yang menyuruh Alicia. Dia awalnya tidak mau, tapi papa yang memaksanya." kata pak Hengky lagi.
"Ya, tapi kenapa papa menyuruh Alicia? Bukankah papa bisa tanyakan langsung sama mama? Jangan menyelidiki seperti itu, itu tandanya papa mencurigai mama berselingkuh!" ucap Bara lagi kesal.
"Makanya, papa menyuruh Alicia untuk mengetahui apa yang di lakukan mamamu di luar sana. Jika papa lakukan itu, berarti papa sudah beberapa kali tanya sama mamamu. Dan kenyataannya papa belum mendapat jawaban yang membuat papa tenang. Kamu pikir papa melakukan itu tidak berpikir matang? Memutuskan Alicia tanpa sebab dan kenapa dia lakukan itu."
Bara mendengus kasar, tetap saja dia tidak terima apa yang di lakukan papanya itu. Menyuruh Alicia untuk menyelidiki mamanya, bagaimana jika mamanya tahu kalau papanya curiga dirinya selingkuh.
Bara melihat tas Alicia, dia akan menyimpannya dan menanyakannya apa saja yang papanya tawarkan padanya.
"Coba sini papa lihat tas Alicia." kata pak Hengky.
"Tidak perlu, biar aku yang berikan tas pada Alicia."
"Papa hanya ingin tahu apa yang dia dapatkan dari penyelidikannya. Jika sampai Alicia mengetahui semuanya dan benar dugaan papa, maka papa akan menceraikan mamamu!"
"Pa! Jangan karena apa yang di dapat Alicia yang tidak penting itu, jadi begitu rumit masalahnya sampai papa mau menceraikan mama?! Aku tidak terima pa!" ucap Bara marah pada papanya.
"Kamu pikir papa tidak tahu kenapa kamu membuat pertunangan dengan Jessi itu? Kamu sengaja mempermalukan dia karena kamu juga telah menyewa Alicia. Dan kamu tahu sendiri kan apa yang di dapat Alicia? Sebuah perselingkuhan menyakitkan tanpa kamu sadari." kata pak Hengky.
Bara terkejut, dari mana papanya tahu kalau dia menyewa Alicia dulu ketika mengetahui perselingkuhan Jessi dengan produsernya sendiri. Bara lagi-lagi mendengus kasar.
"Papa membayar berapa pada Alicia? Apa papa berikan sebuah mobil baru?" tanya Bara.
"Kamu berpikir apa?"
Percakapan mereka terhenti, mereka melihat nyonya Irma keluar dari dalam restoran. Menuju mobilnya, tapi dia berhenti karena melihat ada mobil Bara dekat dengan mobilnya.
Dia memperhatikan mobil Bara yang tertutup kaca jendelanya. Ayah dan anak itu menatap nyonya Irma yang memperhatikan mobil Bara.
"Irma, kamu cari apa?" tanya teman nyonya Irma.
"Aku lihat ada mobil Bara, tuh mobilnya. Apa dia ada di dalam?" tanya nyonya Irma.
"Kalau ada di dalam, mungkin dia menyapamu." ucap teman lainnya.
"Aneh saja, kemana dia? Tapi mobilnya ada." ucap nyonya Irma lagi.
"Coba kamu telepon dia, barangkali memang baru masuk ke dalam dan tidak tahu ada kamu. Atau mungkin dia bertemu klien di restoran ini."
"Bisa saja. Jika bertemu klien, biarkan saja. Aku tidak mau mengganggunya. Nanti aku tanyakan padanya di rumah." ucapnya.
Nyonya Irma masih memperhatikan mobil Bara, dia merasa dalam mobil itu ada orangnya. Akhirnya dia masuk, setelah petugas palet itu memberikan kunci. Masih penasaran dengan mobil Bara itu.
Sedangkan Bara hendak turun dari mobilnya, tapi di cegah oleh papanya. Dia pun menurut, tapi sebal juga dengan sikap papanya itu.
"Berikan tas Alicia pada papa, Bara." kata pak Hengky.
"Biar aku yang melihat lebih dulu isi percakapan mama pa. Jika sampai dalam rekaman yang di ambil Alicia itu tidak ada yang mencurigakan, aku benci sama papa dan memutuskan hubungan dengan Alicia." ucap Bara.
"Terserah, tapi papa ingatkan kamu Bara. Kamu tidak tahu apa yang papa rasakan selama lima tahun ini, sebenarnya tanpa bukti rekaman yang Alicia dapatkan. Papa sudah banyak mengumpulkan bukti ketidak beresan mamamu itu." ucap pak Hengky.
Dia lalu keluar dari mobil Bara, menuju mobilnya sendiri yang dia parkir di luar area restoran itu. Dia mengejar Bara ketika Bara tahu kalau papanya menyelidiki mamanya. Akhirnya dia pun memaksa papanya untuk memberitahu di mana Alicia menyelidiki mamanya.
Saat Bara masuk kamar papanya, dia melihat ponsel papanya terbuka. Dan di sana nampak ada percakapan Alicia dan papanya. Tentu saja Bara marah, memaksa papanya untuk memberitahu tentang apa yang di kerjakan Alicia untuk papanya.
Hingga akhirnya dia mendatangi Alicia di restoran yang sedang duduk dan menyamar. Untungnya mamanya tidak menyadari kalau Bara datang waktu itu menarik tangan Alicia untuk keluar dari restoran.
Dia salah marah pada Alicia, tapi dia kesal kenapa kekasihnya itu mau menerima pekerjaan dari papanya. Tas milik Alicia dia pandangi, memeriksa isinya. Ada ponsel, alat rekaman dan juga ponsel lagi.
Dia mengambil ponsel Alicia yang memang khusus untuk merekam percakapan atau mengambil gambar. Ponsel Alicia khusus untuk menelepon dirinya atau klien juga dia pegang.
Hati Bara ragu, apakah dia akan membuka ponsel Alicia yang tadi mengambil rekaman percakapan mamanya dan teman-temannya. Tapi baru membuka layar, ponselnya sendiri berdering. Dia mengambilnya dan melihat siapa yang menelepon.
Mama?
_
_
*******************