
"Alicia!"
Teriak seorang laki-laki mendekati mobilnya. Alicia melihat laki-laki itu tidak jelas wajahnya. Dia hanya mendengar kalau laki-laki itu memanggil namanya suaranya tidak asing. Begitu dia berusaha untuk keluar dari mobilnya yang membentur trotoar jalan, kakinya terjepit hingga dia susah sekali untuk keluar dari dalam mobilnya.
Dengan cepat laki-laki itu memukul kaca mobil Alicia. Dia Bara, kekasih Alicia yang dengan cepat menyusul Alicia ketika gadis itu meneleponnya mengatakan kalau dia di ikuti seseorang.
Bara berhasil memecahkan kaca jendela mobil Alicia, tapi gadis itu sudah lunglai dan akhirnya pingsan. Bara terkejut, dia berusaha menyelamatkan Alicia dan menarik kaki gadis itu dengan hati-hati juga agar kaki Alicia tidak lecet.
Setelah berhasil, Alicia di bawa keluar dan dia masukkan ke dalam mobilnya. Bara sangat panik, dia menelepon polisi untuk mengurus semua kecelakaan yang menimpa Alicia.
Sedangkan pemotor yang berbaju hitam serta menggunakan helm itu berhenti agak jauh dan gelap. Tapi dia menyaksikan peristiwa kecelakaan mobil Alicia yang menabrak trotoar jalan karena menghindari dari kejarannya.
"Hemm, jadi ada laki-laki lain yang dekat denganmu?" gumam laki-laki yang memakai helm hitam itu.
Dia masih memperhatikab Bara menelepon, tak berapa lama Bara masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju rumah sakit untuk menyelamatkan Alicia.
Laki-laki memakai helm itu pun menaiki motornya dan berlalu meninggalkan tempat kejadian itu.
Sementara itu Bara langsung membawa Alicia ke rumah sakit terdekat. Dia menghentikan mobilnya dan langsung membopongnya menuju UGD dengan cepat.
"Dokter, tolong cepat tangani dia. Dia tadi kecelakaan di jalan." ucap Bara pada dokter jaga.
"Iya pak, sabarnya. Kami akan langsung menangani nona ini." kata dokter jaga tersebut.
Alicia langsung di tangani, dengan cepat dia di periksa semua prosedur sesuai aturan. Dari detak jantung, denyut nadi dan bagian apa saja yang tadi di sebutkan Bara. Kini kaki Alicia yang terjepit di periksa, ada pembengkakan di bagian mata kaki. Mungkin itu yang tadi di tarik oleh Bara dan langsung bengkak.
"Bagian mata kaki ada pembengkakan sedikit pak, tapi tenang saja. Ini hanya luka lecet dan sepertinya bagian mata kaki yang terjepit ya." kata dokter jaga itu.
"Ya, tadi saya menariknya agar terlepas." kata Bara sangat cemas dengan keadaan Alicia.
"Ya sudah, nanti saya periksa lagi dan nona di bawa ke ruang scan. Apakah ada retakan di bagian mata kakinya." kata dokter.
"Baik dokter." ucap dokter.
Setelah pemeriksaan yang cukup, kini Alicia di bawa ke ruang scan untuk mengetahui apakah ada retakan di mata kakinya itu. Alicia sendiri masih pingsan, Bara menunggu dengan cemas keadaan Alicia. Dia melirik jam di tangannya, rasa sesal ketika ponselnya mati ketika Alicia menghubunginya.
"Maafkan aku Alicia."
_
Alicia baru siuman dari pingsannya selama enam jam itu. Dia sudah pindah di kamar inap. Bara belum pulang sebelum kekasihnya sadar.
Kini Alicia sadar, dia melihat Bara tertidur dengan duduk kepalanya bersandar di bangsal tempat tidurnya. Tangan Alicia memengan kepala Bara, pelan dia mengusapnya. Hingga Bara terusik dan bangun dari tidurnya.
"Kamu sudah sadar?" tanya Bara.
"Kamu membawaku ke rumah sakit?" Alicia malah balik bertanya.
"Kamu pingsan sayang, kamu terjepit kakinya. Dan lihat kakimu, di perban bahkan mau di gips karena ada retakan sedikit di mata kakimu." kata Bara.
"Oh, syukurlah, aku selamat." kata Alicia.
"Kenapa kamu bisa kecelakaan? Dan kenapa tidak langsung ke apartemenku?" tanya Bara.
"Aku mau memutar mobilku, tapi tiba-tiba ada motor yang menghalangiku. Aku banting setir ke kiri, tapi malah aku menabrak trotoar jalan dan terjepit. Aku tahu ada yang datang menolongku, tapi tidak tahu siapa. Dan ternyata kamu?" ucap Alicia.
"Mungkin saja, karena aku jatuh itu dia sudah tidak ada." kata Alicia.
"Kamu tahu siapa yang mengikutimu?" tanya Bara lagi.
"Aku tidak tahu, entah siapa dia. Selama aku kerja, baru kali ini dapat hal seperti itu." kata Alicia.
Dia berpikir apa mungkin kliennya yang tidak puas? Atau jangan-jangan seseorang yang selama ini di curigainya dan Bara?
"Ya sudah, kamu istirahat saja. Kata dokter kakimu harus di rawat dan belum bisa pulang." ucap Bara.
"Bara?"
"Ya, kenapa?
"Terima kasih ya, kalau kamu tidak datang. Mungkin aku tidak tahu siapa yang tadi di motor itu. Sempat aku melihat dia mendekat pada mobilku, tapi ketika kamu memanggilku dia pergi lagi." kata Alicia.
Bara diam, dia berpikir sewaktu dia datang itu tidak ada orang atau siapa pun. Tapi mungkin hanya sekilas saja dia melihat ada pengemudi motor di seberang jalan sedang berhenti. Apa jangan-jangan dia yang di maksud Alicia.
Malam semakin larut, Alicia kembali tertidur. Bara masih menemani kekasihnya di rumah sakit hingga pagi hari. Alicia di periksa dokter semuanya.
Bara juga izin kembali ke apartemennya untuk berganti baju dan pergi ke kantor. Alicia tidak bisa menahan Bara di rumah sakit karena dia juga ada pekerjaan di kantornya.
Dua hari sudah Alicia di rawat di rumah sakit, Bara selalu menemani. Nindy dan Reina menjenguk Alicia di rumah sakit, mereka penasaran kenapa bisa Alicia masuk rumah sakit dan terjadi kecelakaan.
"Alicia, kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Nindy ketika Reina sudah kembali ke kantor lagi.
"Aku tidak tahu, saat aku di jalan ada pemotor di belakang mengikutiku. Entah siapa dia, tapi dia terus mengikutiku meskipun aku memutar-mutar di jalanan dia terus mengikutiku. Sampai akhirnya dia menghadang di depanku, aku banting setir jadilah mobilku menabrak trotoar." kata Alicia.
"Biasanya tidak ada kejadian seperti ini kan?"
"Ya, aku juga bingung." kata Alicia.
"Apa mungkin klienmu?" Nindy menebak.
"Mungkin juga, dan aku tahu siapa dia." kata Alicia lagi.
"Berarti kamu harus hati-hati dengannya." kata Nindy mengingatkannya.
"Ya, aku juga berpikir begitu. Jika dia datang lagi, aku akan menolaknya." ucap Alicia.
Keduanya diam, mereka memikirkan bagaimana jika memang Aditya yang melakukannya. Apakah akan melaporkan pada polisi, tapi tidak ada bukti dia melakukan teror di jalan pada Alicia.
Ketika sedang mengobrol, Alicia dan Nindy di kagetkan oleh seseorang yang tidak terduga datang ke kamar Alicia dengan membawa sebuket bunga. Dengan senyum mengembang, laki-laki itu masuk setelah mengetuk pintu.
Alicia dan Nindy saling pandang, diam keduanya seperti terhipnotis oleh kedatangannya ke kamarAlicia.
"Apa kabar Alicia."
_
_
*******************