
Setelah kejadian penculikan itu, Alicia sudah merasa tenang karena Aditya sudah di penjara dan di vonis penjara lima tujuh tahun. Dia sekarang bisa bekerja dengan tenang, kliennya juga kembali datang. Tapi tidak terlalu rumit seperti biasanya.
"Kamu sudah bebas sayang, bekerja dengan baik. Dua bulan lagi aku menikahimu sayang." kata Bara.
"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Alicia.
"Tidak, justru kalau kamu mau besok aku menikahimu." kata Bara lagi.
"Ya ampun, memangnya semudah itu menikah?"
"Ya, tinggal datang ke catatan sipil saja dan pergi ke gereja, beres." kata Bara lagi.
"Astaga, Bara. Kamu tidak sabar ya mau menikah denganku." kata Alicia tersenyum.
"Ya, karena aku ingin mencum ..."
"Cukup Bara, itu saja yang kamu pikirkan. Sudahlah, aku masuk kantor dulu." kata Alicia.
"Hahah! Ya sudah, kamu hati-hati ya."
"Aku tidak mau menyeberang jalan, kenapa harus hati-hati sih pesannya." ucap Alicia kesal tapi lucu juga.
Bara mencium bibir Alicia dengan cepat, dia benar-benar gemas dengan Alicia. Alicia pun membalasnya, setelah cukup mereka melapsny lalu tersenyum.
"Nanti siang aku jemput untuk makan siang." kata Bara.
"Oke, aku masuk dulu ya."
"Ya sayang."
Alicia pun keluar dari mobil Bara, dia melambaikan tangannya dan masuk ke dalam kantornya. Bara tersenyum, lalu dia melajukan mobilnya menuju kantornya.
Sedangkan Alicia masuk ke dalam ruangannya, dia tersenyum sendiri ketika ingat Bara ingin segera menikahinya. Dia duduk di kursinya dan memeriksa data yang masuk minggu ini. Klien tidak banyak untungny, dia bisa di serahkan pada juniornya.
Sebagian ada klien laki-laki dia serahkan juga pada agen laki-laki. Reina mengurangi tugas Alicia keluar untuk menemui klien dan menanganinya, jadi dia lebih banyak di kantor untuk menerima dan memberikan solusi atas aduan atau curhatan yang masuk melalui email.
Ponselnya berbunyi, Alicia melihat nomor tak di kenal. Sejenak dia abaikan, tapi ponselnya tak mau berhenti. Nomor tak di kenal itu terus saja menghubunginya, dan akhirnya Alicia pun mengangkatnya juga.
"Halo?"
"Halo, Alicia. Ini, ini om Hengky." kata pak Hengky di seberang sana.
Alicia membetulkan duduknya, dia melihat nomor ponsel yang meneleponnya. Dia tempelkan lagi ponselnya di telinganya.
"Oh, om Hengky. Ada apa om?" tanya Alicia pura-pura lupa.
"Kamu lupa dengan ucapan om yang dulu?" tanya pak Hengky.
"Emm, yang mana ya om?" tanya Alicia lagi.
"Siang ini, bisa ketemu makan siang?"
"Eh, om mau ketemu saya?"
"Iya, bisa kan? Om berharap sama kamu bisa ketemu dengan om siang ini." kata pak Hengky di seberang sana.
Alicia diam, dia bingung karena siang ini dia janji makan siang dengan anaknya. Bara, tapi di pikir mending di batalkan saja dengan Bara.
"Baiklah om, saya bisa kok."
"Aah, terima kasih Alicia. Nanti om kirim alamat restorannya ya, om tunggu di sana."
"Baik om."
Klik!
Alicia menutup sambungan teleponnya, dia lalu menghubungi Bara untuk membatalkan makan siang dengannya, tapi dia pun dapat pesan dari pak Hengky.
'Jangan beritahu Bara, Alicia.'
Alicia pun mengiyakan, jadi dia memberitahu Bara akan membatalkan makan siangnya dengan kekasihnya itu.
Tuuut.
"Halo sayang? Ada apa?"
"Emm, Bara. Maaf siang ini aku ngga bisa makan siang sama kamu. Ada klien yang ingin ketemu denganku." kata Alicia berbohong.
"Oh, kamu sudah menerima klien lagi?" tanya Bara.
"Ya, dia ingin ketemu sekarang. Siang ini, ngga apa-apa kan?"
"Aku kecewa sih, tapi ngga apa-apa. Besok bisa buat janji lagi."
"Iya, besok buat janji lagi. Masih banyak waktu kok."
"Iya sayang, love you."
Klik!
Alicia lega dia sudah memberitahu Bara kalau acara makan siangnya di batalkan. Dia lalu melanjutkan pekerjaannya memeriksa email yang masuk.
_
Pukul setengah satu siang, Alicia bersiap untuk pergi ke restoran yang di tentukan oleh pak Hengky. Dia memesan ojek online karena tidak membawa mobil. Dia langsung pergi kesana di mana restoran itu sebenarnya di tempat yang masuk wilayah padat penduduk, tapi sepi karena memang restoran itu membatasi pengunjung di jam makan siang.
Sampai di restoran itu, Alicia masuk ke dalam. Dia memberitahu kalau ada yang reserfasi atas nama pak Hengky, dan pelayannya pun memberitahu mejanya. A
Alicia megikuti pelayan yang menuju meja pak Hengky, dan agak jauh serta meja khusus yang di pesan.
"Silakan mbak, ini meja pak Hengky." kata pelayan.
"Terima kasih."
Alicia pun masuk ke dalam ruangan yang khusus di pesan pak Hengky. Agak heran kenapa memesan ruangan yang khusus privasi, tapi Alicia masih berpikir positif. Dia masuk ke dalam ruangan itu lalu duduk.
Tak lama pak Hengky pun masuk, dia tersenyum pada Alicia lalu duduk di hadapan Alicia.
"Sudah lama datang?" tanya pak Hengky.
"Baru duduk om." jawab Alicia.
Pak Hengky tersenyum, pelayan masuk memberikan menu katalog. Alicia pun memilih makanan yang ingin diam makan, juga pak Hengky.
Setelah memesan makanan, kini keduanya pun diam. Alicia menunggu pak Hengky bicara, karena laki-laki tua itu yang meminta bertemu dengannya.
"Alicia, Bara tidak tahu kamu bertemu denganku kan?" tanya pak Hangky.
"Ngga om, dan tadi saya membatalkan makan siang dengannya." kata Alicia.
"Oh, begitu ya. Hahah, maaf ya kalau kamu sampai membatalkan acara makan siang dengan Bara." ucap pak Hengky merasa tidak enak.
"Ngga apa-apa om, besok juga bisa kok makan siang bareng lagi." ucap Alicia.
Pak Hengky pun kembali diam, dia masih bingung mengutarakan maksudnya bertemu Alicia. Alicia melirik pak Hengky, dia masih sabar menunggu pak Hengky bicara. Tapi akhirnya tak tahan juga.
"Emm, maaf om. Maksud om Hengky ingin ketemu saya itu, mau apa ya?" tanya Alicia penasaran.
"Pertama, om ingin kamu janji dulu sama om."
"Janji apa om?"
"Janji pertemuan ini jangan sampai Bara tahu, kedua om ingin menggunakan jasa kamu dalam penyelidikan yang om inginkan. Ketiga, melakukannya tanpa sepengetahuan siapa pun tak kecuali Bara. Kamu setuju janji pada om?" tanya pak Hengky.
Alicia bingung, apa yang di inginkan pak Hengky itu. Dan siapa yang ingin dia selidiki?
"Om, mau menggunakan jasaku?"
"Ya, tapi kamu janji dulu sama om kalau Bara tidak boleh tahu atau siapa pun." kata pak Hengky lagi.
"Tapi, siapa yang ingin saya selidiki om?" tanya Alicia.
"Kamu janji dulu, nanti om kasih tahu." kata pak Hengky lagi.
Alicia menarik nafas panjang, biasanya jika klien lain dia selalu memberitahu Bara. Karena dia sudah janji juga padanya sejak kejadian klien Aditya itu. Tapi, dia agak curiga mungkin ini menyangkut istrinya?
"Alicia?"
"Iya om. Saya janji." kata Alicia.
"Terima kasih Alicia." kata pak Hengky.
"Lalu, siapa yang akan saya selidiki om?" tanyq Alicia.
"Om akan ceritakan dulu bagaimana bisa om minta jasa kamu Alicia."
Pelayan masuk ke dalam ruangan itu, mereka meletakkan makanan yang di pesan pak Hengky dan Alicia. Ponsel Alicia berbunyi, dia melihat Bara yang menelepon. Dia bingung, bagaimana menjawab telepon Bara itu.
"Jawab saja."
"Iya om."
Alicia mengangkat telepon dari Bara itu, menanyakan apa yang akan Bara bicarakan dengannya.
"Halo?"
_
_
**********************