Alicia, Agen Cinta

Alicia, Agen Cinta
22. Aditya Yang Aneh


Pagi ini, jam sepuluh menjelang siang Alicia sudah duduk di kafe di mana tempat tunangan Aditya bertemu dengan satu orang laki-laki menurut Aditya sendiri. Dia akan mengawasi dan menyelidiki apakah benar tunangannya itu selingkuh dengan laki-laki lain.


Setengah jam dia menunggu, hingga seorang perempuan datang dengan tas selempang masuk ke dalam kafe. Alicia menatap dari jarak lima meter dari perempuan itu melangkah mencari tempat duduk nyaman di kafe tersebut.


Dia ingin tahu apakah benar tunangan Aditya bernama Lula itu selingkuh, dan Alicia sebenarnya tidak percaya jika Lula itu selingkuh. Gadis kalem dan penurut serta polos itu sepertinya tidak mungkin selingkuh.


Alicia memperhatikan Lula dari jarak tiga meter, menunggu Lula bicara dengan laki-laki lain yang di tuduhkan Aditya. Tak lama, datang seroang laki-laki menghampiri Lula. Dia tersenyum pada gadis itu dan duduk di depan Lula. Sejak kedatangan laki-laki yang menghampiri Lula, Alicia terus waspada.


Dia buat ponselnya silent saja, jika sudah begitu. Maka dia sedang dalam penyelidikan pada target kliennya.


"Maaf mas Dito, saya tidak tahu kalau anda mau bertemu saya di sini." begitu kata Lula pada laki-laki di depannya bernama Dito.


"Oh ya, saya hanya ingin bicara denganmu saja Lula. Apa kamu keberatan?" tanya Dito.


"Tidak sih mas, saya juga sedang tidak banyak pekerjaan juga. Tapi hanya waktu siang ini saja." kata Lula.


"Ya ngga masalah. Emm, kamu sudah punya tunangan ya?" tanya Dito.


"Ya, dia baik dan pengertian." kata Lula dengan senyum mengembang.


"Oh, sayang sekali. Lalu, apakah tunanganmu tahu jika kita ketemu?" tanya Dito.


"Dia tahu kok, dan katanya dia juga kenal sama mas Dito." kata Lula lagi.


Pembicaraan itu terus di rekam oleh Alicia. Meski Aditya tidak memintanya. Tapi dia akan merekamnya, sebagai bukti kalau pembicaraan Dito dan Lula tidak ada yang serius atau menjurus ke perselingkuhan. Lula terlihat sangat sopan sekali dan menjaga sikapnya.


"Ck, gadis sebaik dan sopan itu kok mau di putusin. Apa yang dia kejar kalau putus dengan Lula?" gumam Alicia.


Hingga tidak sadar Alicia sudah satu jam merekam dan mencari bukti kalau Lula dan Dito selingkuh. Tapi nyatanya tidak ada gelagat yang mencurigakan untuk kasus perselingkuhan.


"Sudahlah, untuk apa aku buang-buang waktu di sini. Tidak ada yang memcurigakan." ucap Alicia.


Dia hanya memotret Lula dan Dito.yangnsedang berbincang saja. Hanya untuk bahan bukti pada Aditya, sesuai permintaannya.


Alicia keluar, dia menuju mobilnya dan membuka pintunya. Tapi tangannya di cegah oleh seseorang, Alicia pun menoleh. Tampak Aditya berdiri dan memegang tangannya, Alicia mengerutkan dahinya.


"Mas Aditya?"


"Mbak Alicia sudah bertemu dengan tunanganku? Maksudku sudah melihat mereka selingkuh?" tanya Aditya.


Alicia diam, dia masih terkejut dengan kedatangan Aditya yang tiba-tiba ada di situ. Kenapa dia ada di situ, bukankah dia belum menghubunginya?


"Mas Aditya tahu saya di sini? Jadi anda tahu tunangan anda juga ada di sini?"


"Kan aku yang memberitahu mbak Alicia kalau tunanganku ketemu dengan selingkuhannya." kata Aditya.


"Tapi, mas Aditya sejak kapan ada di sini? Saya bahkan belum menghubungi anda." kata Alicia.


"Emm eh itu, kebetulan aku lewat kesini. Jadi aku sekalian ingin menemui mbak Alicia." kata Aditya gugup.


"Sekalian saja mas Aditya temui mbak Lula dan temannya itu. Saya tidak bisa menyimpulkan kalau tunangan mas Aditya itu selingkuh. Lebih baik pergoki mereka dan tanyakan sendiri pada mbak Lulanya." kata Alicia.


"Tidak usah, nanti saja di rumahnya. Aku akan tanyakan langsung, sekarang aku mau mengajak mbak Alicia makan siang bareng. Mau kan?" tanya Aditya lagi.


"Tapi, saya masih ada pekerjaan mas. Tidak bisa makan dengan mas Aditya, maaf." kata Alicia menolak.


Dia sudah curiga dengan maksud Aditya itu, dia pun membuka pintu mobil. Tapi Aditya kembali menghalangi pintu mobil Alicia agar dia tidak masuk ke dalam mobil sebelum gadis itu mau di ajak makan siang bersama.


Alicia diam saja, dia bingung harus bagaimana. Dia berharap Bara menguubunginya, atau datang sebagai pahlawan di siang bolong begini.


"Mau kan mbak Alicia?" tanya Aditya menarik tangan Alicia.


Alicia kaget, dia mencoba mengibaskannya dengan pelan agar Aditya tidak tersinggung.


"Sebentar mas Aditya, saya mau hubungi teman kantor dulu. Soalnya saya sudah janji mau makan bareng sama dia." kata Alicia.


Dia mengambil ponselnya, mengetik sesuatu pada Nindy. Dan dia menghubungi Bara, tapi sayangnya nomor ponsel Bara tidak aktif. Dia bingung kenapa kekasihnya itu tidak aktif ponselnya.


"Bagainana mbak Alicia, temannya sudah di beritahu? Seharusnya sudah membacanya dan menyetujuinya." kata Aditya.


"Saya sudah janji, tidak enak harus membatalkan janji hanya karena makan siang dengan klien. Atasanku bisa marah kalau itu sampai di salah gunakan." kata Alicia kini menghubungi Nindy.


"Halo Al, ada apa?"


"Ini, mas Aditya memintaku makan siang bareng, janji kita siang ini apa bisa di batalkan?" tanya Alicia.


Nindy di seberang sana tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Alicia. Tapi dia ingat Alicia menyebut Aditya, jadi otaknya berputar.


"Ngga bisa Al, janji ini penting banget. Kamu harus datang ke kantor karena urusannya belum selesai." kata Nindy di seberang sana.


"Jadi tidak bisa di batalkan?" tanya Alicia melirik ke arah Aditya.


"Ngga bisa, kamu harus kembali ke kantor. Mbak Reina meminta kamu kembali ke kantor secepatnya." kata Nindy lagi.


"Baiklah, aku akan katakan pada mas Aditya. Kalau siang ini tidak bisa makan siang dengannya." kata Alicia


"Ya, kamu bilang saja sama klienmu itu. Ini mbak Reina ada di sampingku menunggumu kembali ke kantor, Alicia."


"Oke."


Klik!


"Maaf sekali mas Aditya, saya harus kembali ke kantor. Atasanku sudah menunggu, ternyata ada rapat dadakan." kata Alicia.


Dengan cepat Alicia masuk ke dalam mobilnya dan mengunci pintunya. Dia tidak ingin Aditya memaksanya lagi, sedangkan Aditya sendiri hanya diam saja. Dia mendengus kasar, tidak bisa memaksa Alicia makan siang dengannya.


Di ambilnya ponselnya dan mengirim pesan pada Alicia yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan dirinya. Dia menuliskan sesuatu pada pesan itu lalu di kirim pada Alicia.


Ponsel Alicia berbunyi, notif pesan singkat dari Aditya. Alicia menarik nafas panjang, lalu dia membuka pesan singkat dari Aditya itu.


'Lain kali kamu akan bisa makan denganku Alicia.'


Seperti itu pesan dari Aditya, Alicia mengernyitkan dahinya. Maksudnya apa Aditya mengirimi pesan seperti itu dan memaksanya?


"Aneh banget dia, kenapa jadi aku seperti di teror olehnya? Apa jangan-jangan benar dia menyukaimu?" ucap Alicia.


Mobil Alicia melaju dengan cepat menuju kantornya, tidak peduli ada telepon masuk di ponselnya. Dia tahu itu pasti Nindy yang meneleponnya.


_


_


******************