'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 91


"Siapa lo, gak usah ikut campur"ucap salah satu berandalan itu..


"Tau tuh gak usah jadi pahlawan kegirangan deh"sahut yang lain..


"Tolol.. bukan ke girangan tapi ke siangan"ucap salah satu berandal itu membenarkan ucapan temannya sambil menggetok kepalanya asal..


"Bukan urusan kalian, gue siapa, kalian semua pecundang bisanya main keroyokan"ucap Zia meremehkan..


"Suka - suka kita lah, lagi pula bukan urusan lo juga"sahut salah satu dari mereka..


"Cihh, Pecundang"ucap Zia penuh penekanan..


"Apa lo bilang, kurang ajar.."


"Siapa yang pecundang?"ucap ketua berandal itu .


Zia tertawa"Hahaha, ya kalian lah yang pecundang bisanya cuman main keroyokan".


"Kita bukan pecundang"pungkas berandal itu..


"Kalau begitu lawan Gue satu persatu"tantang Zia..


"Oke, kita akan secara bergiliran nyerang lo"


Zia mengambil ancang - ancang dan para berandalan yang mengepung Ezra langsung mendekati Zia dan mengepung Zia sehingga Zia berdiri di tengah - tengah mereka.


Para berandalan itu licik, mereka membuat kode sehingga yang pertama kali menyerang Zia adalah orang yang berada di belakang Zia. Namun Zia memiliki insting yang kuat sehingga ketika orang yang di belakangnya ingin menyerangnya Zia langsung menepis dan membanting orang itu ke tanah yang banyak kerikil kecil..


Ezra yang sedang berdiri ia menepikan diri di pinggir jalan dan melihat bagaimana seseorang yang tengah menolongnya menghadapi berandalan dengan jumlah yang cukup banyak.


Zia menghajar berandalan itu satu - persatu, Zia memiting, membanting, meninju, menendang dan lainnya sehingga para berandalan itu semuanya jatuh tersungkur..


"Liat. Kalian semua sudah kalah dengan ku. Sekarang pergi lah atau aku akan mengirim kalian ke neraka jahanam"ucap Zia menyeringai .


Para berandalan itu pergi begitu saja meninggalkan Zia dan Ezra, dan Zia pun hendak pergi dari tempat itu.


"Lo siapa?"tanya Ezra lagi.


Zia tidak menjawab dan terus melangkah mendekati motornya..


"Lo Zia kan?"tanya Ezra lagi dan hal itu membuat Zia menghentikan langkahnya.


Zia diam mematung berhenti melangkah Tanpa berbalik menghadap kepada Ezra.


Sedangkan Ezra menghampiri Zia dengan perlahan .


Tidak ada jawaban dan gerakan dari gadis itu.


Saat Zia tersadar dari lamunannya, iya hendak melanjutkan langkahnya namun tangannya di cekal oleh Ezra, Zia diam saja enggan menoleh ke arah Ezra..


"Zia? Apa ini kamu Dek?"ucapan Ezra membuat Zia terkejut karena baru kali ini Ezra memanggil nya dengan sebutan Dek, biasanya laki - laki itu akan menggunakan lo gue..


Zia hanya diam saja sehingga Ezra pun memutuskan berpindah ke hadapan gadis itu dengan tangannya yang masih memegang tangan gadis itu.


Saat sudah berada di hadapan gadis itu Ezra membuka kaca helmnya dan benar saja ter'nampak wajah Zia yang tertunduk.


"Dek kenapa menghindar?"tanya Ezra. Namun Zia tetap bungkam..


Ezra melepaskan cekalan nya dan beralih melepaskan helm Zia. Setelah melepaskan helm Zia, Ezra merapihkan rambut Zia


"Kenapa menghindari Abang? Apa Abang terlalu kejam yah sampai kamu takut dan pergi menghindar?".


Zia menunduk sedih, Ezra memegang dagu Zia dan mengangkat kepala Zia agar tidak melihat ke bawah..


"Abang minta maaf atas semua prilaku yang pernah abang lakukan padamu Dek. Tapi Abang sadar kalau Abang gak pantas untuk di maafkan. Kamu boleh hukum Abang jika kamu mau Abang siap menerima hukuman dari mu Dek. Angkat kepalamu jangan menunduk seperti itu di depanku Dek. Seharusnya kepala Abang yang tertunduk karena Abang malu sama kamu Dek"


.....