
"Zia.."panggil Luna ..
Zia yang di panggil memutar bola matanya malas, kini pengganggu hidupnya sudah datang.
Zayn mengerutkan dahinya heran, ia bingung sejak kapan Luna dekat dengan Zia. Tidak, bukan dekat lebih tepatnya Luna yang mencoba untuk mendekati Zia ..
"Zia ini aku bawakan bekal untuk mu nasi goreng seafood kesukaan kamu kan?" ucap Luna sambil tersenyum..
"Gimana lo bisa tahu kesukaan gue?"tanya Zia dingin .
"Aku pernah liat kamu mesen nasi goreng seafood di warung pinggir jalan"jawab Luna..
"Lo gak ngikutin gue kan?"selidik Zia..
"E-enggak kok, aku gak sengaja aja liat kamu sat di warung itu"..jawab Luna sedikit terbata..
"Ck,keluar lo. Gue gak butuh apa-apa dari lo dan stop jangan bawain bekal buat gue lagi, lo ngerti maksud gue kan?"ucap Zia geram..
"Kan aku cuma mau berteman sama kamu Zia" ucap Luna lirih..
Zayn yang memperhatikan intraksi Zia dan Luna dia terlihat kesal dengan apa yang Luna katakan..
"Bisa gak sih lo gak maksa-maksa orang buat jadi teman lo?"ucap Zayn kesal karena gak tahan dengan tingkah Luna..
"Dulu lo maksa gue sekarang lo maksa Zia, bisa gak sih lo gak maksain orang Liat situasi dong kalau orang itu mau apa enggak sama lo, jangan paksain kehendak lo sendiri, lo ngelanggar hak asasi manusia tau gak"lanjut Zayn.. "Lebih baik lo keluar dari sini"titah Zayn .
Luna menunduk lesu "Maaf"
setelahnya Luna keluar dari kelas itu dengan wajah yang tertunduk menahan tangisnya..
"Sejak kapan?"tanya Zayn..
"Apanya?"balik tanya Zia..
"Luna kayak gitu ke lo sejak kapan?"..
Zia hanya mengedikkan bahunya"Entah,pokoknya dah lama,saat dia berhenti ngejar lo"..
"Lo gak mau berteman sama dia karena apa?"tanya Zayn basa-basi.."
"Gue emang gak mau berteman dengan siapa pun"ucap Zia..
"Lo mau tahu alesan gue mau berteman sama lo?" Ucap Zia dan Zayn pun mengagguk..
"Karena tante Rosa adalah sahabat Bunda gue"lanjut Zia..
"Terus kalau gue bukan anaknya sahabat Bunda lo, Lo gak mau gitu temenan sama gue?"tanya Zayn..
"Ya jelas lah"..
"Kenapa lo gak mau temenan sama orang?"tanya Zayn..
"Gue gak mau ribet ajah"..
"Tapi lo pasti bakalan butuh orang buat bantuin lo"
"Meski pun butuh tapi gue gak akan minta bantuan siapa pun. Gue bisa ngelakuin apa-apa sendiri".
"Tapi kan.."ucapan Zayn terpotong karena Zia mengangkat tangan nya di hadapan Zayn
"Stop, lo kenapa jadi cerewet banget sih"..
"Gue cerewet?"ucap Zayn menunjuk dirinya sendiri..
"Iya lo cerewet abis kesambet ya, gak biasanya gue liat lo banyak ngomong kayak gini"..
"Heran gue"lanjut Zia..
"Enak ajah lo ngatain gue kayak gitu"ucap Zayn tak terima..
"Helehh"ucap Zia mengibaskan tangan nya..
"Wah,,wah,,wahh percakapan yang cukup menyenangkan yah"ucap Andrew yang tiba-tiba datang dan masuk ke kelas.
"Udah makin akrab ajah nih"celetuk Arbian..
"Bos dah mulai pdkt.."ciut Arbian pelan karena mendapatkan pelototan tajam dari keduanya itu singa jantan dan singa betina itu..
Semua yang melihat wajah Zayn dan wajah Zia yang tidak bersahabat itu pun memilih kembali diam dan duduk di bangku masing-masing..