
Setelah Zia menelor Laras, Zia pergi untuk mengunjungi makam Bundanya..
"Bunda, Zia sudah melakukan apa yang dulu pernah Bunda rasakan"
"Dulu Bunda juga sering di telor kan, sekarang giliran dia untuk merasakan apa yang dulu pernah Bunda rasakan"
"Bunda, doakan Zia putri Bunda yang sedang berjuang ini untuk mendapatkan keadilan untuk Bunda, dan doakan juga Zia Bun agar Zia di beri kesehatan walau pun hanya sebentar"
"Bun tolong sampai kan kepada Tuhan, kapan Zia akan di sayangi sama Papah Zia udah rindu rasanya ingin merasakan di peluk oleh Ayah sendiri"ucap Zia sambil tertunduk..
"Bun, apa bunda di sana bahagia dengan melihat semua yang terjadi? Zia harap jalan yang Zia ambil bukan jalan yang salah yah Bun"
"Terkadang hukuman negara kita tidak sepenuh nya jujur, pasti ada ajah kecurangan. Jadi biarkan Zia yang menghukum mereka sendiri, dan Zia akan menegakan keadilan untuk Bunda"
"Bunda, do'a kan juga semoga setelah ini semua nya terungkap maka papa dan kak eza tidak akan ragu lagi untuk menyayangi Zia. Mereka menyayangi Zia kan Bun, Bunda pasti tahu semuanya kan dari sana"
"Zia akan menegakkan keadilan untuk Bunda, Bunda tenang ajah disana"
"Menegakkan keadilan untuk apa Zia ?" Ucap seseorang dari arah belakang Zia..
Zia pun menoleh dan teryata sudah ada Zayn dan tante Rosa di belakangnya..
"Tante Rosa"ucap Zia.
"Iya ini tante, tante boleh kan berkunjung ke makam Bunda kamu?"tanya tante Rosa yang berjalan menghampiri Zia ..
"Boleh kok tante, sangat boleh, apa lagi tante kan sahabatnya Bunda"jawab Zia sambil melihat kearah makam Bundanya..
"Terus apa yang kamu katakan tadi, keadilan. Keadilan yang seperti apa Zia? dan keadilan untuk siapa?"tanya tante Rosa bingung..
"Eumm tidak ada tante, Papa cerita kalau Bunda ingin sekali negara ini bisa menegakkan keadilan tanpa kecurangan"bohong Zia..
"Ahh iya, dia memang begitu. Dia dulu ingin sekali menjadi pengacara lalu lanjut menjadi hakim. Namun sayang karirnya hanya sampai dia menjadi pengacara saja"ucap tante Rosa menyayangkan..
"Bunda dulu nya seorang pengacara tante?"tanya Zia dan Rosa menganggukan kepalanya..
Zia menggeleng kan kepalanya, bagaimana bisa Papanya bercerita hanya sekedar menyapanya saja tidak pernah terkecuali jika hanya ingin memarahi dan memukul dirinya saja.
"Mungkin Papa lupa tante"ucap Zia berbohong agar tante Rosa tidak berburuk sangka..
"Ya Tuhan, maaf kan Zia selalu berbohong kepada orang sebaik tante Rosa"batin Zia ..
"Ya udah ayo kita berdoa untuk ketenangan Bunda kamu sayang"ucap tante Rosa yang langsung di angguki oleh Zia dan Zayn bersamaan..
*****
Hari semakin berlalu waktu ujian tengah semester akan segera tiba. Murid - murid SMA Garuda saat ini tengah sibuk untuk mempersiapkan diri mereka untuk ujian tengah semester..
"Zia lo mau belajar bareng gue"tanya Zayn pada Zia..
Zia yang telah memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas nya terhenti mendengar tawaran dari Zayn.
Zia dan Zayn semakin hari semakin akrab saja, sempat heboh namun Zayn dengan tegas untuk tidak membuat gosip yang tidak - tidak mengenai dirinya dan Zia..
Zayn merasakan perasaan nyaman jika sedang bersama dengan Zia, meski belum pasti perasaan apa yang di rasa kan pada Zia. Namun semakin Zayn mengenal Zia, ia sedikit demi sedikit tahu seperti apa sifat Zia yang sebenarnya..
"Bareng?"tanya Zia..
Zayn mengangguk"Iya bareng gue sama anak - anak yang lain, gimana?"jawab Zayn..
"Gue gak biasa belajar rame - rame, gue biasanya sendiri"jawab Zia..
Zia pun bangkit dari duduknya dia hendak pergi namun di cekal tangan nya oleh Zayn..
"Coba aja dulu, kalau lo gak nyaman baru deh lo mutusin" "Hmm nanti gue pikir - pikir dulu"
Zia pergi meninggalkan kelas dengan Zayn yang menatap punggung Zia dan berlalu hingga hilang dari pandangannya....
Zayn kembali merasa iba kepada Zia setelah bertemu dengan Roger beberapa hari yang lalu ..