
masih dalam Flashback on yah..
Setelah mereka membeli ice cream, mereka berdua kembali duduk di kursi taman kota itu.
Zia memakan ice cream sambil memandang bulan di atas langit yang penuh dengan taburan bintang,..
Zayn pun memperhatikan arah pandang Zia dan Zayn pun mulai membuka suaranya.. "Zii lo suka bulan?"tanya Zayn yang terus memperhatikan Zia dari tadi..
"Iya,, suka banget malahan, kalau malem gue memang suka mandangin bulan, apa lagi kalau lagi banyak masalah"jelas Zia..
"lagi-lagi aku teringat Alia, Alia juga suka bulan"batin Zayn ..
"Selain bulan apa lagi yang lo suka?"tanya Zayn penasaran..
"Salju"ucap Zia singkat yang membuat Zayn menoleh kearah Zia dan memandang wajah Zia tapi Zayn menoleh bukan karena jawaban singkat Zia melainkan Zayn teringat Alia yang sama menyukai salju..
"Alia juga suka salju,bahkan liontin di kalungnya berbentuk salju"batin Zayn lagi..
"Lo pernah punya temen waktu lo masih kecil?"tanya Zayn tiba-tiba
seketika Zia menoleh ke arah Zayn
"Gue kurang tahu, tapi gue sering mimpiin dua anak perempuan dan anak laki-laki yang tengah asik bermain dan seterusnya gue gak tahu"
"Tapi anak kecil itu gue dan gue gak tahu anak laki-laki nya itu siapa" lanjut Zia lagi..
"Mungkin lo tuh Alia, tapi gue gak yakin, jelas-jelas nama nya ajah Zia bukan Alia"batin Zayn bertanya-tanya ..
Flashback off..
"Mungkin gue harus ikutin kata Mama buat berteman sama Zia, siapa tahu gue bisa tahu tentang perasaan gue yang sebenarnya kayak gimana"monolog Zayn ..
"Alia dimana pun kamu berada dan siapa pun kamu, aku harap kamu baik-baik ajah. Terimakasih sudah menyelamatkan hidup ku Alia, aku tidak akan pernah melupakan mu sampai kapan pun"ucap Zayn bersungguh-sungguh..
*****
"Zia"panggil Zayn..
kini mereka berdua sedang berada di sekolah, Zia dan Zayn mereka berpapasan saat di parkiran,
Zia yang di panggil pun menghentikan langkah nya dan berbalik kearah laki-laki itu.
Zia menaikan sebelah alisnya heran,.
"tumben laki-laki itu pagi-pagi seperti ini sudah berada di sekolah sendirian pula.."batin Zia..
"Kenapa?"tanya Zia..
"Emm,, gue mau bilang makasih sama lo"ucap Zayn sedikit gugup..
"Buat?"tanya Zia heran..
"Semalem lo udah berusaha untuk menghibur gue"
"Hmm,,"jawab Zia singkat,,
saat Zia hendak pergi dari hadapan Zayn, Zayn berhasil mencekal tangan Zia..
"Apa lagi?"kesel Zia..
"Tiba-tiba?"
Zayn mengangguk..
"Oke"jawab Zia singkat dan Zia beranjak pergi meninggalkan Zayn saat Zayn melepaskan cekalan tangannya ..
"Kayaknya gak mungkin dia itu Alia, dia secuek ini, Alia kan anak yang hangat dan cerewet apa lagi kalau gue bicara singkat Alia pasti mengomeliku sampai aku bosan untuk mendengarkan nya"batin Zayn saat mengenang ke cerewetan Alia..
Sampai di kelas keduanya hanya diam saja tak ada percakapan hanya terdengar suara dentuman jam yang berada di dinding depan..
tak berapa lama Zayn membuka suaranya "Zia"panggil Zayn ..
"Hmm"jawab Zia yang masih terfokus dengan ponselnya..
Zayn menyodorkan sebuah gelang berbentuk salju kehadapan Zia
"Apa ini?".
"Gelang masa lo gak tahu".
"Ya gue tahu, maksudnya lo mau apain nih gelang?".
"Buat lo".
"Kenapa?".
"Kok kenapa?"
"Ya lagian lo gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba ajah kasih gue gelang"
"Ini sebagai tanda pertemanan"ucap Zayn pada Zia.
Zayn yang melihat Zia hanya diam saja dengan memandangi gelang liontin salju itu, Zayn pun langsung memakaikan gelang itu ke tangan kiri Zia, sedangkan Zia hanya diam saja terus memandang kearah liontin salju itu..
"Gue kayak pernah liat liontin itu tapi dimana yah gue lupa".
"Oh iya, kalung milik Alia yang pernah tante Rosa tunjukin ke gue"batin Zia ..
"Di pake terus jangan di lepas"ucap Zayn
setelah memakaikan gelang itu pada tangan Zia..
"Hmm iya, cerewet lo"
"Lo suka gunung sama pantai?"tanya Zayn memastikan.
Zia pun mengangguk "Suka, kenapa lo tanya-tanya?"ucap Zia heran..
"Gak kenapa-kenapa"
Setelahnya Luna pun datang menghampiri mereka berdua yang lebih tepatnya menghampiri Zia. ..
"Zia"panggil Luna..
****