'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
Mengantar Pulang Cucu Adhitama


" Ze, apa kita serahkan saja mereka ke polisi atau ke tuan Adhitama?" tanya Roger..


" Sebaiknya ke tuan Adhitama, saat cucu mereka sudah bisa di bawa pulang, kita datang kekediaman Adhitama dengan mengembalikan bayinya serta menyerahkan mereka semua pada tuan Adhitama" jawab Zia yang langsung di angguki Roger..


" Baiklah, mau ku antar ke rumah sakit?" kata Roger menawarkan diri..


" Tidak usah kak, kakak di sini saja terus awasi mereka nanti akan aku beri kabar nanti pada kakak" ucap Zia, dan Roger menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk Zia..


Zia pun kembali kerumah sakit setelah pamit dari kakaknya Roger dan Zia menyamar sebagai nona Ze,..


Zia berjaga-jaga agar tak ada yang mengenalinya. tak butuh waktu lama Zia pun telah sampai di depan rumah sakit, setelah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi..


" Rendi, bagaimana keadaan cucu Adhitama?" tanya Zia setelah memasuki rumah sakit itu..


" Dia sudah cukup membaik, suhu badannya sudah kembali normal hanya saja dia belum sadar" jawab Rendi setelah Zia berada di hadapannya..


Zia mengangguk dan duduk di kursi samping brankar, kembali mengelus bayi itu dengan sayang...


" Menjijikan sekali orang yang memerintahkan untuk menculik seseorang bayi tak berdosa, apa dia kurang waras?" gumam Zia dengan suara pelan namun bisa di dengar oleh Rendi..


" Benar, tebakan saya mungkin orang itu sudah gila harta hingga hatinya tertutup" sahut Rendi dengan suara pelan juga..


" Bukan tertutup lagi Ren, tapi buta itu namanya, gila tuh orang memang" ucap Zia yang sambil mengelus bayi itu..


" Ze, kau yang akan menyerahkan Cucu Adhitama langsung pada mereka?" tanya Rendi..


" iya aku akan menyerahkan langsung sebagai nona Ze, dan keluarga Adhitama akan bertanya pada kalian, kalian ini siapa? apa yang akan kalian jawab, dan pasti mereka akan bertanya dari mana kalian tahu tentang menghilangnya cucu Adhitama dan bisa menemukan cucu Adhitama bahkan mereka sendiri tidak bisa?" ucap Zia memperagakan perkataan yang belum pasti mereka dengar..


"Lalu apa jawaban mu untuk pertanyaan-pertanyaan itu?".. ucap Rendi terkagum akan pemikiran Zia, dia sudah memikirkan hal-hal yang kemungkinan akan terjadi ke depannya..


" jawaban ku? aku akan mengatakan bahwa aku mencari tahu tentang mereka sebab Zayn yang awal ingin mengajak bertemu namun seketika membatalkannya begitu saja"


Wktu menunjukkan pukul 03:30 dini hari, cucu Adhitama telah siuman 2 jam yang lalu.. dan kini bayi itu telah bermain dan bercanda bersama Zia. siapa pun yang melihat intraksi 2 manusia itu pasti akan mengira bahwa mereka ibu dan anak, Rendi yang melihat hal itu tersenyum senang..


Selama Rendi mengenal Zia dia baru kali ini melihat gadis itu tersenyum manis dan tertawa sebahagia itu, Rendi diam-diam memvidio momen langka ini dan mengirimkannya pada Roger..


"Permisi" ucap dokter yang baru masuk ke dalam ruangan rawat inap itu..


" lya dok silahkan" ucap Zia yang langsung berdiri membiarkan dokter memeriksa cucu Adhitama, namun bayi itu merengek ketika Zia menjauh dari memanggil Zia dengan mengatupkan tangannya..


" Bu sepertinya dia tidak mau jauh-jauh dari anda, anda bisa berada di sampingnya saja" ucap sang dokter yang melihat bahwa bayi itu terus menangis kalau Zia menjauh darinya..


Zia pun mendekat kepada bayi iti dan berada di sisi sebelahnya, setelahnya bayi itu tersenyum dan berhenti merengek ia bahkan memegang kembali tangan Zia seolah-olah tidak ingin lepas dari Zia, dan itu semua tak luput dari pengawasan Rendi, ia kagum Zia bisa secepat itu akibat dengan cucu Adhitama bahkan bayi itu tidak ingin berjauhan dengan Zia, sepertinya gadis itu sangat menyayanginya. Meskipun dia dingin dan cuek tapi tak di pungkiri dia pasti memiliki sifat keibuan, terbukti dari cucu Adhitama yang begitu lengket pada Zia..


" Dia sudah membaik tapi harus di cek keadaannya selama dua hari sekali, dia sudah boleh pulang" jelas dokter setelah memeriksa keadaan bayi itu..


" Malam ini sudah boleh pulang dok?"


" Boleh tapi ini sudah larut malam apa tidak sekalian besok saja pulangnya?"


Zia menggeleng " Tidak dok sekarang saja soalnya saya kasihan sama neneknya dok pasti nyariin, saya belum beri kabar soalnya karena lebih baik setelah kita pulang saja"


Dokter mengangguk " Baiklah silahkan boleh pulang dan hati-hati, beri dia asi setelah sampai di rumah nanti itu akan menetralisir dari obat bius itu" jelas dokter..


" Terimakasih dok"


" Baik sama-sama, saya pergi dulu semoga lekas sembuh ya ganteng" ucap dokter pada bayi itu yang hanya di jawab dengan gelak tawa bayi itu.. dan dokter itu pun keluar..


" Ren, kita kembalikan bayi ini ke keluarganya, kabari kak Roger untuk bersiap-siap untuk kekediaman Adhitama aku akan mengurus administrasinya kau pasti repot dengan bayi di gendongan mu, hubungilah kak Roger" ucap Rendi yang berlalu dari hadapan Zia..Zia pun mengangguk, Zia pun menelpon Roger " Halo kak cucu Adhitama sudah boleh pulang , kitw bertemu di sekitar komplek kediaman Adhitama lalu kita akan bersama ke kediaman itu..