'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 50


"lya memang saya tidak peduli, saya hanya ingin tahu saja, saya tidak ingin rumah saya ternodai oleh kotoran, kau tidak menjual diri bukan, jika sampai kau bekerja hal menjijikan itu jangan kotori rumah saya dan tubuh mu yang kotor itu"sahut Anraham..


"Bukankah saya memang sudah kotor? anda bilang saya pembunuh bukan? bukankah itu hal yang lebih menjijikan? baiklah jika begitu saya akan pergi dari rumah ini, saya tahu maksud anda apa tidak perlu bertele-tele langsung katakan saja jika anda menginginkan saya pergi dari rumah ini" Zia pun beranjak pergi menuju kamarnya mengemas barang-barang miliknya yang ia beli sendiri, tak lupa ia membawa fhoto Bundanya..


Zia pun turun dengan koper di tangan kirinya dan fhoto Bundanya di tangan kanannya, sebelum ia keluar ia berhenti tepat dimana Ayahnya yang masih berdiri di ruang tengah itu..


"Jika benar saya pembunuh Bunda, anda tidak perlu khawatir dan repot-repot menghukum saya karena saya sendiri yang akan menghukum diri saya. Bukan hanya anda yang menyayangi Bunda, tapi saya juga, dia yang sudah melahirkan saya ke dunia yang kejam ini" setiap kata perkata yang Zia lontarkan terasa bergetar menahan isakan yang membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa pilu.


Bahkan Abraham pun merasakan hatinya bergetar mendengar ucapan getir dari putrinya. putri yang tidak pernah ia beri kasih sayang, outri yang ia sia siakan..


"Maafkan papa Zia, maafkan papa, papa terpaksa sayang, papa terpaksa, papa janji setelah semuanya beres kamu berhak menghukum papamu ini" ucap Abraham lirih saat Zia sudah pergi dari hadapanya.


Abraham terduduk menangis dengan pilu sembari memegang dadanya yang terasa sesak..


"papa hanya ingin tahu jika kamu tidak menjual dirimu nak, papa akan semakin membenci diri papa jika sampai kau melakukan itu demi bisa melanjutkan pendidikan mu"


"Rhea, tolong maafkan aku"


***


"Nona Ze bisa bisanya ya memelihara seekor Singa, gak maen maen biasanya cewe tuh memelihara kucing,*nj*ng,kelinci kan imut imut, sedangkan Zia dia memelihara Singa kalau di terkam gimana" ucap Arbian..


"Tapi kayaknya si Leon nurut sama nona Ze deh, kentara banget bagaimana cara Leon ngelindungi nona Ze" ucap Galang.


"Bener noh bener, salut sih gue jadi fans beratnya nona Ze pokoknya the best" ucap Andrew..


"Tapi kan yah"


"Kenapa lagi Ar?"


"Nona Ze emangnya gak punya nyokap sama bokap?"


"Kenapa nanya gitu lo Ar?" tanya Galang..


"Ya kok bisa dia diizinkan melihara Singa sama orang tuanya?"


"Ya kali aja orang tuanya juga Mafia"sahut Andrew..


"Gitu yah" ucap Arbian sembari menggaruk kepalanya..


"Ehh iya Zia mana ya? udah jam setengah 8 begini kok belum nongol" pekik Arbian..


"Telat kali"sahut Andrew..


Hari berhari berlalu, sudah 7 hari Zia tidak masuk sekolah. Tidak ada keterangan yang mereka ketahui, namun anehnya pihak sekolah lebih tepatnya guru guru yang mendengar di kelas Xll lpa 1 tidak mengabsen nama Zia seakan akan mereka tahu Zia tidak masuk..


Meski mereka bertanya pun juga tak bisa, bahkan inti Alexand berusaha meretas data sekolah laptop mereka malah terkena virus setiap kali mencoba. Mereka semua mencari Zia, Zia Aliana Emmerson.


Iyap mereka semua sudah tahu siapa Zia yang sebenarnya, Zia adalah anak perempuan yang dicari oleh Rosa Adhitama putri dari Rhea prameswari Emmerson.


Flashback on..


"Ada sesuatu yang pengen gue omongin" ucap Rafael..


kini inti Alexand telah berkumpul di markas setelah pulang dari sekolah..


"Apa Raf?" tanya Arbian..


"lni soal anak perempuan yang dicari nyokapnya Zayn" ucap Rafael..


"Lo tahu sesuatu?" tanya Zayn..


"Hah siapa Rel?" tanya Galang..


"Zia" jawab Rafael..


"Lo yang bener lah Raf" ucap Arbian..


Rafael lalu mengeluarkan benda kotak berwarna hitam, Rafael menekan tombol pada benda itu dan langsung mengeluarkan suara..


"ltu suara siapa?"tanya Zayn..


"Suara Ezra putra sulung Abraham Emmerson"jawab Rafael..


"Lo ketemu dimana?"tanya Andrew


"pemakaman"ucap Rafael singkat..


"Hah?"pekik Arbian,Galang dan Andrew terkejut..


"lya,Ezra habis mengunjungi makam ibunya dan kebetilan disitu gue juga lagi mengunjungi makam dan gue gak sengaja ngeliat Ezra dan juga Zia yang tiba tiba datang nolongin Ezra"


"Nolongin gimana maksud lo?" tanya Zayn..


"Jadi pas Ezra keluar dari pemakaman dia di hadang beberapa orang, mungkin itu preman tapi gue juga gak tahu. Ezra awalnya bisa ngelawan tapi karena jumlah mereka lebih banyak dia jadi kualahan. Gua awalnya mau bantu tapi gue urungkan saat Ziq tiba tiba muncul nolongin Ezra"


"Dan ya setelah Ziq nolongin Ezra, Zia pergi dan gue ngedenger Ezra ngomong gitu jadi gue rekam sebagai bukti"lanjut penjelasan Rafael..


"Berarti bener kalau Zia waktu diikuti Zayn itu dia ngedatengin makam tante Rhea?"


Rafael mengangguk "Kemungkinan iya gue juga sempat syok dengarnya..


"Tapi raut muka lo gak menunjukan kalau lo jadi syok sih"


"Artinya nama lengkap Zia itu Zia Aliana Emmerson?" ucap Zayn..


"Tapi kalau emang Zia anaknya tuan Emmerson kok gak di publish yah kenapa tidak ada komferensi pers cuma ada anak cowonya aja" ucap Arbian..


"Bener dan di setiap majalah dan surat kabar yang di publish bahwa tuan Emmerson hanya memiliki satu anak dan Ezra di kabarkan anak tunggal"sahut Galang..


"Ada yang gak beres gak sih?" Andrew pun ikut menyahuti..


"Ngeganjal banget sumpah, selain tahun kematian yang beda dari pihak rumah sakit dan di batu nisan makamnya, terus Zia yang di sembunyikan"


"Semuanya aneh"


Flashback off


"Disaat kita tahu Zia anaknya tante Rhea dia malah menghilang" ucap Arbian..


"Apa jangan jangan Zia di culik?" ucap Andrew .


"Ngaco lo, masa iya di culik"sahut Arbian..


"Siapa tahu kan?"


"Tapi Zia kan bisa bela diri"..


***%