'Gadis Mafia Dingin'

'Gadis Mafia Dingin'
bab 49


"Tuan Adhitama saya akan mengerahkan beberapa anggota saya untuk mengawal dan menjaga keluarga kalian, jangan menolak saya mohon. Anggota anda banyak yang terluka biarkan anggota saya mengantarkan kalian kerumah sakit dengan aman."


"Baik terimakasih"


Leon mendekat ke arah Ze membuat Andrew dan Arbian berdiri di belakang Zayn dan Rafael sedangkan Galang dia mah soo cool haha..


"Tenang saja dia tidak akan menyerang kalian, saya jamin dia adalah sahabat saya perkenalkan dia Leon sahabat kecil saya" ucap Ze kepada Anggota inti Alexand dan kepada orang-orang yang berada disana..


"Benarkah, bolehkah aku berteman dengan-nya nona Ze?" sahut Arbian..


"Cobalah" Arbian pun mendekat kearah Leon dan saat dekat Leon malah mengaum kepada Arbian membuat Arbian berlari dan bersembunyi lagi di belakang tubuh Rafael, hal itu membuat Galang dan Andrew tertawa begitu juga dengan Arkan dan komandan Airon..


"Huwaaa, Leon jangan gitu gue cuma mau berteman, Mama tolong anakmu yang tampan ini mau di terkam Singa" teriak Arbian..


"Mampus kan lo soo soan berani sih hahaha.."tawa Andrew menggelegar..


"Turun" titah Rafael datar..


"Raf tolong lah ntar kalau teman se ganteng dan se imut gue ini di mangsa sama Singa lo gak punya teman yang bisa ngehibur lo lagi"ucap Arbian merengek pada Rafael..


"Bodo amat, turun gak"


"jahatnya lo Raf, Zayn ..."rengek Arbian, belum sampai dekat dengan Zayn, Arbian sudah di tatap tajam oleh Zayn..


"Huwaa kalian semua jahat"rengek Arbian semakin menjadi,, tanpa Arbian ketahui Leon mendekat ke arah Arbian dan menepuk kepala Arbian dengan tangannya..


"Nona Ze..."cicit Arbian dengan suara yang kecil karena ketakutan..


"Gak papa tenang aja"ucap Ze meyakinkan..


"Awas lu Ar nanti ngompol karena ketakutan hahaha.."sahut Galang yang melihat tingkah Arbian..


Setelahny Leon kembali mendekat ke arah Ze dan mendusel-dusel kepada gadis itu. . "Tolong maafkan Leon dia memang sedikit jail"


"Tidak masalah nona Ze, justru saya sangat berterimakasih anda datang di waktu yang tepat"ucap Tuan Adhitama..


"Sama-sama tuan Adhitama tidak perlu berterimakasih itu juga salah satu tugas saya, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu" ucap Ze memberi salam dengan membungkukan badanya di ikuti oleh Leon yang juga ikut membungkuk..


Ze berbalik hendak pergi namun sebelum itu ia kembali berkata.."Sampaikan salam saya kepada Nyonya Rosa" setelahnya gadis itu beranjak pergi bersama Leon..


"Tadi tuh Singa seperti sangar, tapi pas sama nona Ze kok jadi Cute yah" ucap Andrew..


"Ya namanya juga pawangnya ya pasti-lah begitu"sahut Galang..


'warna bola matanya berbeda, berarti nona Ze dan Zia itu orang yang berbeda tapi gue masih penasaran soalnya nona Ze pake masker terus coba kalau di buka pasti gue bakal bisa bedain' gumam Zayn dalam hati..


***


Setelah pertempuran yang cukup luar biasa kini keadaan sudah mulai kembali kondusif, begitu juga dengan keluarga Adhitama yang sudah kembali lagi ke Mansionnya..


"Gue gak nyangka kalau nona Ze begitu hebat, wah Zayn lo kalah banyak sama nona Ze noh"ucap Zafira kakaknya Zayn..


"Ada vidionya gak pa, Zafira pengen tahu dengan kehebatan nona Ze"ucap Zafira antusias..


"Yah sayang banget, Ansel pengen ketemu Leon gak?"tanya Zafira pada putranya, Ansel pun mengangguk-kan kepalanya dengan tawa khas bayi..


"Kakak gak usah aneh-aneh deh, di kebun binatangkan banyak Singa kenapa harus Leon?" tanya Zayn kesal..


"Beda atuh adikku yang kaku dan dingin"ucap Zafira setengah mengejek Zayn..


"Sama"


"Beda"


"Sama"


"Beda"


"sudah-sudah kenapa kalian jadi berantem gini sih"lerai Rosa..


"Putri Mama tuh, udah punya anak juga kelakuan masih kaya anak kecil"


"Dih Zayn, mau setua apapun umur sseorang pasti sisi kekanak-kanakan-nya masih ada gak kaya kamu" ucap Zafira..


"Iya emang,tapi lo keterlaluan kak"


"Bodo amat,wlee"ucap Zafira yang menjulurkan lidahnya..


"Sudah-sudah, lama-lama kalian mama buang ke segitiga bermuda yah" ucap Rosa pusing dengan tingkah anak-anaknya yang selalu berantem..


"lsh Mama kejam"ucap Zafira dan Zayn bersamaan..


Ancaman andalan Rosa ketika kedua anaknya ini sedang bertengkar memang selalu itu dan keduanya pasti kompak menyahuti ancaman Mamanya sungguh keluarga yang harmonis. Namun berbeda dengan satu keluarga yang tak lengkap ini, hanya ada kesunyian suasana yang mencekam bak seperti sedang uji nyali ..


"Zia" panggil Abraham.


"Hm" sahut Zia singkat..


"Saya ingin bertanya padamu"


"Silahkan, anda mau bertanya apa"ucapnya datar..


"Sebenarnya kau bekerja apa? tidak ada data bahwa kau bekerja sebagai pelayan di restoran maupun di Cafe atau di tempat lainya"


"Apakah anda menyelidiki saya?"tanya Zia datar..


"Tentu, kau.."Abraham menghentikan ucapannya..


"Apa? bukankah anda sendiri mengatakan bahwa anda tidak peduli dengan saya sekalipun saya mati?" ucap Zia yang entah mengapa seakan-akan menohok hati Abraham, dia ingat bahwa dia pernah mengatakan itu pada Zia. Namun entah mengapa ketika kata-kata itu keluar dari mulut Zia itu begitu menyakitkan bagi Abraham..


***


maaf othor baru bisa ap lagi soalnya othor sibuk harus mengurusi kedua anak othor yang lagi aktif aktifnya dan othor juga baru sembuh dari sakit gigi..


mohon di maklum ya kalau othor jarang ap🙏🙂🙂