THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#49


James belum kembali ke kamar karena ingin membiarkan Fay menenangkan pikirannya dulu.


Fay terbangun di tengah malam. Dia masih belum melihat James di sampingnya. Fay berpikiran mungkin James tidur bersama Jayden.


Fay merasa perutnya sedikit lapar. Fay menuju dapur dan membuka kulkas. Fay selalu menyiapkan beberapa kue dan minuman di kulkas.


Fay mengikat dan menggulung rambutnya keatas. Dia masih memakai baju tidurnya yang tipis dan lumayan sexy. Lalu membawa makanannya ke meja didepan TV. Dia juga mengupas buah apel dan jeruk. Lalu membawa 2 botol susu coklat.


Setidaknya makan banyak membuat pikirannya lebih tenang. Fay tidak pernah memikirkan berat badannya akan naik karena ini masih dibatas wajar menurutnya.


Fay menyalakan televisi dan mencari channel film horor. Film horor membuat otaknya berpikir lebih dan setidaknya bisa mengalihkan pikirannya dari Laura.


James keluar dari ruang kerjanya karena jam sudah menunjukkan pukul 1 pagi. James membuka kancing bajunya dan membiarkannya terbuka.


Ketika turun tangga, James melihat Fay sedang santainya menonton film sambil makan berbagai macam makanan yang ada di meja.


"Honey...kau belum tidur?", tanya James menghampiri Fay.


Fay menoleh pada James yang terlihat sexy dengan kancing baju yang terbuka.


"James?kupikir kau sedang tidur bersama Jayden", kata Fay sambil mengunyah buah jeruk.


James melihat heran pada Fay.


"Aku sudah tidur tadi..lalu tiba tiba aku terbangun dan lapar..jadi aku mengambil makanan dari kulkas", Fay masih sibuk mengunyah buahnya.


James menghampiri Fay dan duduk disebelahnya.


James melihat pakaian sexy Fay dan mencium leher Fay yang harum.


"Kau menggodaku sayang?", kata James yang sekarang mengangkat Fay ke pangkuannya.


"Hmm..tadinya..tapi sepertinya aku memilih untuk makan saja", Fay mengambil lagi buah di meja. Tetapi James menahan tangannya.


James justru mencium bibir Fay yang rasanya seperti jeruk.


"Manis", kata James.


"Happy birthday sayang..i love you..maaf aku terlambat mengatakannya..", Fay mencium bibir James dengan lembut.


Fay tersenyum dengan lesung pipi yang terlihat sempurna. James mencium pipi Fay dan kemudian mengangkat Fay ke dalam kamar mereka.


"Kau sangat sexy Tuan", kata Fay meraba dada James yang bertato dan mencium lehernya.


James menidurkan Fay di ranjang.


"Kau baik baik saja sayang?", lirih James.


Fay mengangguk. Lalu James membuka bajunya dan membuka baju Fay.


"Kau semakin berisi honey..aku suka jika kau seperti ini..membuatku lebih bergairah", bisik James.


"Apa Laura pernah menyentuhmu?", kata Fay menyentuh dada James.


"Tidak..kami tidak pernah bercinta", James langsung mencium bibir Fay agar Fay tidak berbicara tentang Laura lagi.


"Aku ingin beronde ronde", kata Fay dimana James masih mencium bibirnya.


James tersenyum dan memukul bokong Fay.


Fay kali ini merasa sangat bergairah. Dia membalikkan tubuh James dan posisi mereka bertukar. Fay ada di atas.


"Aku ingin mencoba menjadi wanita liar",Fay tersenyum menggoda.


"Aku menunggunya honey", kata James memegang pangkal paha Fay.


Fay mulai menggerakkan pinggulnya sembari membuka bra nya. Dan itu terlihat sangat sexy di mata James.


James mengangkat tubuhnya dan kini dia dalam posisi duduk dengan tubuh Fay yang masih duduk diatas pangkuannya.


James mencium dada Fay yang tepat ada didepan wajahnya. Fay semakin mempercepat goyangannya dan mencapai puncaknya.


"Ooh honey....", desah James ketika Fay mencapai puncaknya karena James merasakannya.


James membalik tubuh Fay dan James melakukannya dengan posisi diatas punggung Fay.


"Aku suka posisi ini James", kata Fay dengan suara sexynya.James mempercepat ritmenya sampai akhirnya dia mengeluarkan benihnya di rahim Fay.


"I love you honey", James memeluk Fay dari belakang dan mencium punggung Fay.