THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#27


"Secil..apa kau melihat Fay..aku tidak melihatnya semalam..apa dia sakit?", tanya Karina.


"Maaf nyonya..kemarin aku melihatnya lari meninggalkan hotel..sepertinya ada masalah yang mendesak sampai sampai dia menjatuhkan ponselnya", kata Secil.


"Begitukah?sangat aneh...apa Jayden ada dirumah?".


"Jayden pergi berlibur bersama Neneknya Nyonya", jawab Secil.


"Hmmm..baiklah..kembalilah bekerja", kata Karina.


Karina masih memikirkan tentang Fay yang tak memberinya kabar sama sekali.


Setelah mandi Fay memakai kemeja putih milik James karena bajunya sudah rusak tak berbentuk.


Fay terlihat mondar mandir karena tak bisa membuka pintu kamar hotel. Dia bahkan kehilangan ponselnya semalam ketika James mengejarnya.


Fay hanya ingin menelepon Jayden dan menanyakan kabarnya. Fay takut Jayden khawatir karena tidak bisa menelepon Fay.


James kembali kekamar ketika jam menunjukkan pukul 12 siang.


Lalu James melemparkan tas berisi pakaian wanita tepat ke arah wajah Fay dan mengenai hidung mancungnya.


"Pakai itu..kita akan pergi", kata James dingin.


Fay masuk kekamar mandi dan memakai baju yang diberikan James.


Setelah Fay keluar dari kamar mandi, James melemparkan sepatu pada Fay. Dan Fay pun memakainya.


Setelah itu, James menarik tangan Fay dan membawanya keluar hotel lalu menaiki mobil yang dibeli James pagi tadi.


"Kita akan kemana James?aku ingin pulang", kata Fay.


James tak mendengarkan kata kata Fay dan tetap fokus menyetir.


"Untuk apa kita kesini James?apa kau masih mau menyiksaku lagi?", kata Fay.


"Aku akan menyiksamu seumur hidupmu...kau telah berani bermain main denganku Fay", kata James dingin.


Fay membuka pintu mobilnya dan berlari. James mengejarnya dan dengan mudah menangkapnya.


"Kau benar benar wanita bodoh Fay..kau tidak akan bisa lari dariku sejak aku menangkapmu", kata James dengan nada mengejek.


"Bisakah kau memaafkannku James..aku mohon...aku mempunyai kehidupan yang tidak bisa kutinggalkan", kata Fay putus asa.


"Aku suka melihatmu menangis dan menderita seperti ini Fay", James kemudian menarik tangan Fay dengan paksa dan membawa kedalam rumah yang baru dibelinya juga.


Fay tidak tahu apa rencana James kedepan. Pikirannya hanya dipenuhi dengan Jayden. Apakah James akan mengambil Jayden jika dia tahu bahwa Jayden adalah anak kandungnya? Fay benar benar frustasi memikirkan hal itu.


James bisa saja memisahkannya dari Jayden karena James sangat membenci Fay sekarang.


Sudah 2 hari Fay tidak menghubungi Karina dan Jayden. Ingin rasanya meminjam ponsel James untuk menelepon Jayden. Tapi dia tidak ingin James tahu tentang Jayden.


James benar benar mengurung Fay di dalam rumah ini dan membuatnya melayani James setiap hari.


James sedang berada di kamar sebelah karena ada meeting bersama klien dan asistennya. James untuk sementara bekerja jarak jauh melalui online. Dia belum memikirkan apa yang akan dilakukannya pada Fay selanjutnya.


Fay melihat ponsel James yang tergeletak di ranjang. Fay segera mengambil ponsel itu dan segera menelepon Jayden.


"Halo sayang..bagaimana kabarmu?maaf mommy tidak meneleponmu kemarin..mommy sangat sibuk", kata Fay yang hampir menangis karena mendengar suara Jayden yang sangat dirindukannya.


"Momm...apakah ini mommy?tapi ini bukan nomer mommy...", tanya Jayden.


"Ponsel mommy rusak..mommy meminjam ponsel teman mommy", jawab Fay


Are you okey mom?", tanya Jayden lagi. Jayden adalah anak yang sangat peka dengan keadaan di sekitarnya. Jadi dia akan cepat tahu jika terjadi sesuatu dengan sang ibu hanya dari suaranya saja.