
Fay pergi ke dokter kandungan sendirian. Dia tidak ingin siapapun tahu tentang kehamilannya. Dia masih merasa malu. Karena hamil kedua kalinya tanpa seorang suami. Itu benar benar mempengaruhi mentalnya.
"Kandungan anda cukup sehat nyonya...aku akan memberi obat mual dan pusing...lalu vitamin dan penguat kandungan", kata dokter.
Fay hanya mengangguk kemudian beranjak dari sana dan menuju apotik untuk membeli resep yang ditulis dokter.
Sebenarnya Fay masih merasa pusing tetapi dia ingin cepat ke dokter agar dokter memberinya obat muntah dan pusing.
Fay segera kembali ke rumahnya dan kembali berbaring diranjang.
Jayden pulang sore hari jadi Fay memanfaatkan waktunya untuk beristirahat.
Bibi Heidi melihat Fay yang terlihat sakit jadi menawarkan bantuannya untuk membuatkan makanan untuk Fay dan Jayden.
"Sayang..kau tidak apa apa?", tanya Heidi.
"Ya bibi..aku hanya pusing saja...mungkin karena aku gugup akan kembali ke Rusia", kilah Fay.
"Hmmm..istirahatlah..nanti biar Jayden tidur denganku saja", kata Heidi.
"Terima kasih bibi", jawab Fay lemah.
Lalu Heidi keluar dan Fay melanjutkan tidurnya.
Keesokan harinya James datang agak siang dan langsung menuju rumah Fay.
Fay sengaja tidak mengunci pintunya karena James akan datang. Jadi Fay tidak perlu repot repot membukakan pintu untuk James.
Rasa pusing dikepalanya masih ada meskipun sudah meminum obat dari dokter. Begitu pula dengan mual dan muntahnya setiap pagi.
Fay tidur meringkuk dikamarnya sambil memegang kepalanya.
James langsung menaruh koper kecilnya dan tak melihat Fay. Dia langsung keluar lagi menuju sekolah Jayden.
"Daddyyyyy..i miss you sooo much", teriak Jayden senang dan memeluk leher sang daddy.
"Kau ingin makan apa siang ini?", tanya James.
"Aku ingin pasta tuna", kata Jayden.
"Oke..let's go", James merasa hidupnya lebih berwarna sejak bertemu Jayden. Fokusnya saat ini hanya Jayden. Bahkan James sudah tidak pernah ke club lagi.
James akhirnya memberitahu Alex tentang Jayden. Tapi James meminta Alex untuk tidak bercerita dulu pada Sera tentang Fay dan Jayden.
Dan mengikuti saran Alex, James akan menikahi Fay dalam waktu dekat untuk memberi status pada Jayden. Dia tidak ingin Jayden di cap sebagai anak haram.
Fay terlihat mengambil susu dari kulkas. Kemudian menuangnya di gelas dan meminumnya.
Fay memakan makanan yamg dikirim Heidi dengan lahap. Dia merasa sangat kelaparan karena sejak pagi dia belum makan ditambah lagi perutnya kosong gara gara muntah pagi tadi.
Sore menjelang, Fay kembali ke kamar. Dia hanya ingin tidur dan tidur saja. Kehamilan kali ini sedikit menyiksanya. Tubuhnya terasa lelah dan kepalanya selalu pusing. Ketika hamil Jayden, Fay masih terbilang sangat kuat fisiknya meskipun tetap mual dan muntah dipagi hari.
James dan Jayden tiba di rumah. Jayden menuju kamar Fay dan mencium pipinya.
"Mommy masih sakit?", tanya Jayden pelan dan memeluk Fay.
"Hmm...kau sudah datang sayang?gantilah bajumu...bukankah ada daddy?kau bisa bersama daddy dulu oke?", jawab Fay lemah.
Jayden mengangguk lalu keluar dari kamar.
"Daddy...mommy sakit..apakah daddy tidak akan membawanya ke dokter?", kata Jayden sembari mengganti bajunya.
"Benarkah?ya nanti daddy akan membawanya ke dokter", James tersenyum lalu beranjak dari kursinya menuju kamar Fay.