
"Sayang..bangunlah...kau harus pergi bekerja bukan?", Fay menciumi wajah tampan James untuk membangunkannya.
James memeluk Fay dan membuat Fay seperti guling.
"James...", panggil Fay.
"Aku masih ingin bersamamu honey", kata James yang masih memejamkan matanya.
"Jadi kau akan dirumah seharian?", tanya Fay.
"Hmm...aku akan menikmatimu seharian ini", kata James dengan suara serak yang terdengar sexy di telinga Fay.
Fay meraba tubuh James yang masih tak mengenakan apapun di balik selimutnya.
"Honey..kau menggodaku?", James membuka matanya.
Fay tersenyum nakal.
James tertawa melihat Fay yang menginginkan bercinta lagi dengannya.
James beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.
"Wait honey", kata James.
Tak berapa lama James kembali ke ranjang dan melakukan sarapan paginya dengan Fay sebagai menunya.
Mereka melakukannya sampai menjelang siang.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Hari ini Fay pergi ke perusahaan James. Dia ingin membuat kejutan karena hari ini James berulang tahun. Sebenarnya Fay ingin mengajak Jayden, hanya saja Jayden akan pulang sore karena ada kegiatan tambahan disekolahnya.
Fay memakai baju dusty warna kesukaannya. Tubuhnya terlihat lebih berisi karena akhir akhir ini dirinya sangat suka minum susu coklat dan kue macaron.
Fay tiba di lobby perusahaan James. Semua pegawai tampak menganggukkan kepalanya ketika Fay melewatinya dan tersenyum ramah.
Lalu Fay segera menaiki lift dengan membawa kue ulang tahun sederhana berukuran mini.
Ketika pintu lift terbuka, Fay melihat sosok yang sangat dikenalnya. Ya..dia adalah Laura. Orang yang membuatnya kehilangan bayinya.
Laura berjalan didepannya menuju ke ruang kantor James.
"Aaawwwwhhhh", Laura terjatuh dan berteriak kesakitan.
Lorong yang sepi membuat suara Laura terdengar keras memenuhi ruangan.
"Kau!!!", teriak Laura ketika melihat Fay memukulnya dengan vas bunga keramik.
Laura memegang kepala belakangnya yang berdarah.
"Bagaimana rasanya? itu belum seberapa dengan apa yang telah kau lakukan padaku", kata Fay dingin.
Fay mengambil sebuah cutter yang ada di meja kerja resepsionis yang tampak kosong tanpa penjaga.
Fay duduk diatas Laura. Lalu Fay mengarahkan cutter itu ke wajah Laura. Laura menahan tangan Fay.
"Kau ingin tahu rasa sakit yang kurasakan kemarin?seperti ini rasanya", Fay mengerahkan segala kekuatannya untuk melukai wajah Laura dengan cutter. Laura tetap menahan tangan Fay meskipun cutter itu sudah sedikit menggores pipinya.
"Aaaaahhhh..hentikan bitchhh!", umpat Laura sembari berteriak kesakitan.
Fay tetap berusaha melukai wajah Laura lebih dalam lagi meskipun darah sudah mengucur di wajah mulus Laura.
Pegawai yang mendengar keributan itu, langsung keluar ruangan termasuk James.
James sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Fay...stop it!!", teriak James lalu mengambil cutter yang ada ditangan Fay.
"Aku akan menyiksanya James..jangan halangi aku...aku akan membunuhnya..dia yang membunuh bayiku!!", teriak Fay histeris.
James langsung mengangkat tubuh Fay dari atas tubuh Laura.
Tangan Fay sudah berlumuran darah yang keluar dari wajah Laura.
Laura menagis dan berteriak histeris memagang wajahnya yang berdarah.
James memeluk Fay berusaha mencegahnya untuk menyerang Laura.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit...tutup rapat kejadian ini", perintah James pada asistennya dengan mata tajamnya.
"Lepaskan aku James..aku akan membunuh wanita laknat itu..lepaskan akuuuu!!", teriak Fay yang berusaha melepaskan dirinya dari pelukan James.