THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#22


"Sayang...jangan lupa selalu menelepon mommy ya", kata Fay pada Jayden.


"Mommy sudah mengatakannya berkali kali", kata Jayden memasukkan mainannya di tasnya.


Jayden akan ikut berlibur bersama Heidi dan chris, suaminya.


Heidi mengajak Jayden ke kampung halamannya di kota Hamilton.


Fay memeluk sang buah hati untuk terakhir kalinya sebelum dirinya ditinggal selama 2 minggu.


Lalu Jayden mencium pipi sang mommy dan begitupun dengan Fay yang mencium wajah Jayden bertubi tubi.


"Aku akan menjaganya sayang..jangan khawatir..", kata Heidi memeluk Fay.


"Hmm..maaf merepotkan bibi dan paman", kata Fay.


"Hei..dia cucuku sayang...aku tidak suka kau berbicara seperti itu..bukankah kita keluarga?", Heidi tersenyum.


"Terima kasih bibi..paman", Fay tersenyum dan mencium pipi paman Chris.


Fay memasrahkan sang anak untuk ikut bibi Heidi liburan. Fay tahu bahwa dirinya terlalu sibuk bekerja dan jarang mengajak Jayden berlibur. Disitulah kadang Fay merasa bersalah pada Jayden.


Fay bekerja keras untuk bisa memenuhi semua kebutuhan Jayden agar bisa menyekolahkan Jayden sampai setinggi mungkin.


Kehadiran Jayden membuatnya sangat bersyukur karena akhirnya dia memiliki sebuah keluarga meskipun tanpa seorang suami disisinya.


Jayden tak pernah bertanya tentang ayahnya. Tapi justru itulah yang membuat khawatir Jayden cenderung introvert di usianya yang masih sangat kecil. Dia lebih suka memendam perasaannya sendiri.


Fay tetap menceritakan tentang James pada Jayden. Dia hanya ingin Jayden tahu bahwa dirinya memiliki ayah yang hebat dan mereka berpisah karena takdir.


๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก


Hari ini Fay sibuk sejak pagi menyiapkan segala keperluan pernikahan putri pengusaha dubai. Pernikahan yang sangat megah dengan konsep garden party.


Pemandangan hijau nan indah tampak terlihat di area outdoor hotel yang sudah lengkap dengan dekorasi bunga bunga yang cantik.


Fay tampak melihat dan memperhatikan tempat pernikahan yang telah disiapkan pihak wedding organizer.


Acara akan berlangsung selama 16 jam. Dan pasti akan membuat semua pihak penyelenggara dan hotel sangat sibuk.


Tamu yang hadir sangat banyak maka dari itu acaranya berlangsung sangat lama. Tamu mereka berasal dari berbagai negara.


James tidak terlalu sibuk mempersiapkan kepergiannya ke New Zealand. Dia hanya membawa 2 stel baju saja. Karena dia akan membeli baju disana jika memang baju yang dibawanya kurang.


James tipe orang yang tidak ingin mempersulit diri. Dia lebih suka hidup yang simple.


Laura sudah siap dengan segala keperluannya. Dia ingin tampil sempurna di pesta itu karena akan ada media yang meliput.


Dia ingin menjadi pasangan yang perfect untuk James.


James berangkat ke bandara. Begitu juga dengan Laura. James memakai pesawat pribadinya sendiri.


Laura mencium pipi James ketika bertemu. Dan Kemudian menggandeng tangan James. Banyak mata yang melihat ke arah mereka. Dan itu membuat Laura senang karena James adalah pasangan yang sempurna untuknya.Laura tahu James termasuk miliarder muda yang sangat diincar para wanita.


"Apa nanti kita akan satu kamar James?", tanya Laura di pesawat.


"Tidak", jawab James singkat.


Laura sedikit kecewa mendengar hal itu. Pasalnya sudah hampir 4 bulan menjalin hubungan tetapi James sama sekali belum menyentuhnya. Mereka hanya sekedar berciuman saja, tidak lebih.


Sedangkan Laura sangat ingin bercinta dengan James agar hubungan mereka semakin kuat. James justru memilih bercinta dengan wanita lain.


Meskipun Laura tahu hal itu, tapi dia tetap setia di sisi James. Dia yakin, James akan bisa mencintainya nanti.