THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#23


"Sayang..besok pakailah gaun ini", Nyonya Karina menyodorkan sebuah kotak putih pada Fay.


"Tapi Nyonya..kurasa aku pakai gaunku saja..ini terlalu mewah", kata Fay tidak enak.


Semua manajer dan beberapa staf memang harus memakai gaun dan pakaian resmi ketika pernikahan itu diadakan agar mereka lebih bisa membaur.Dan warna gaunnya ditentukan oleh Karina yaitu gaun berwarna hitam.


"Ada 2 gaun disana..kau bisa memilih satu yang kau suka", kata Karina tersenyum.


Fay masih terdiam.


"Sayang...semua manajer mendapatkan gaun dariku juga..jadi jangan merasa tidak enak..", lanjut Karina.


Akhirnya Fay mengambil kotak putih itu dan membawanya.


"Terima kasih Nyonya", Fay menunduk hormat dan berbalik pergi.


Fay kembali ke kamar hotelnya. Fay dan semua manajer mendapatkan fasilitas satu kamar hotel untuk mereka beristirahat selama pesta berlangsung.


Tok Tok..


Fay membuka pintu kamarnya.


"Secil?ada apa?", tanya Fay ketika salah satu teman kerjanya ada didepan pintu kamarnya.


"Apa kau sudah siap?aku tidak sabar dengan pesta ini..pasti banyak pria pria kaya yang berkeliaran", Secil langsung masuk kekamar Fay.


"Belum..bukankah jadwal kita 2 jam lagi?", kata Fay yang menyiapkan bajunya di ranjang.


"Kau pilih yang mana?", tanya Secil melihat 2 baju di ranjang.


"Entahlah aku bingung", Fay memegang dagunya.


"Aku suka yang ini..kau akan terlihat sexy", Secil menunjuk gaun hitam berbahan sutra dengan tali kecil di bahunya dan belahan paha diatas lutut. Panjang gaun itu menutupi mata kaki Fay.


"Aku akan mencobanya dulu", Fay mengambil gaun itu dan memakainya. Lalu memotret dirinya di cermin.



"Tidak terlalu..tapi kau sangat sexy memakai itu..siapa tahu ada laki laki kaya raya yang langsung ingin menikahimu nanti?kau harus mulai mencari ayah yang kaya raya buat Jayden", kata Secil apa adanya.


Fay hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum mendengar ucapan Secil yang selalu bercita cita mempunyai suami kaya.


"Aku akan mencoba yang ini", Fay mengambil gaun satunya lagi.


Gaun itu berbahan sifon lembut dengan lengan sepanjang siku dan baju sepanjang setengah paha saja. Semua gaun terlihat sexy menurut Fay.


"Cepatlah...gaun itu sama sama cantik..", kata Secil.


"Aku hanya tidak terlalu suka memakai gaun seperti ini", Fay masih memandang kedua gaun itu.


Dia memang harus memilih salah satunya. Pasalnya itu pemberian dari Nyonya Karina.


Akhirnya Fay memilih gaun sifon lembut karena tidak membuatnya sulit bergerak nanti ketika mengatur acara.



Rambutnya dibiarkan tergerai dan hanya memakai jepit swarovsky sederhana yang justru terlihat cantik.


Setelah satu jam berkutat didepan cermin, Fay dan secil menuju tempat acara pernikahan berlangsung menggantikan shift manajer yang lain.


Ponselnya tiba tiba berbunyi. Dan sang lelaki tampannya yang menelepon.


"Halo honey...i miss you..kau sudah sampai?", tanya Fay sembari berjalan mengawasi berjalannya acara pernikahan yang terlihat lancar meskipun suasana meriah dan ramai.


"Jangan merepotkan nenek dan kakek ya..oke mommy sedang sibuk..nanti malam mommy akan menelepon..i love you..muah", Fay mengakhiri sambungan teleponnya.


James tampak masuk ke depan lobby hotel yang sudah dipenuhi oleh awak media. Laura menggandeng mesra James sembari berpose ria didepan wartawan yang memotretnya.


James yang tidak suka dengan situasi ini langsung berjalan kedalam hotel tanpa menunggu Laura yang sibuk berfoto.