THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#30


"Apa kau tuli Fay?", bentak James.


Fay berlutut dan memohon dikaki James.


"Aku mohon James...aku rela menjadi budakmu seumur hidupku..tapi izinkan aku pulang kerumahku", Fay mulai menangis.


"Aktingmu sangat bagus Fay..kau bisa menjadi aktris", James mengejek.


"James..aku memang telah berbuat salah padamu..tapi lihatlah kau sangat baik baik saja sekarang..bahkan dulu Baron sama sekali tidak bisa melukaimu..kesalahanku hanya berbohong padamu dan menipumu..".


James memotong perkataan Fay dengan mencekik lehernya.


"Kau bilang HANYA?", James tertawa jahat dan membawa Fay kekamar. Fay tahu apa yang akan dilakukan James.


Fay mulai melawan. Dia memukul James dan memberontak. Dia sudah benar benar sangat kesal dengan situasi ini. Yang ada dipikirannya hanya bertemu Jayden, anak semata wayangnya.


James menangkis setiap pukulan Fay. Fay menggigit lengan James hingga berdarah. James menjambak rambut Fay dan membantingnya ke ranjang.


"Sudah kubilang kau tidak akan menang melawanku Bitchh!", umpat James kasar lalu mencium kasar bibir Fay.


Fay menggigit bibir James hingga bibir James berdarah. Meskipun begitu James tetap melakukan kegiatan panasnya pada Fay.


Fay masih memberontak hingga James mengunci tubuh Fay dengan kakinya dan mengangkat tangan Fay ke atas.


James melihat Fay dengan pandangan marah dan tajam.


"Apa tidak ada sedikit rasa cinta lagi untukku James?aku tidak berbohong padamu tentang perasaanku padamu dulu..aku tidak akan menyerahkan keperawananku untukmu jika aku tidak mencintaimu!!!", kata Fay menangis.


James memalingkan wajahnya dan melepaskan Fay. James keluar dari kamar dan membanting pintunya dengan sangat keras.


Fay menangis meringkuk diatas ranjang. Membuat James memaafkannya adalah hal yang sangat sulit baginya. James adalah orang sangat keras dan kekecewaan di dalam hatinya benar benar membatu. Dia masih belum bisa memaafkan Fay.


Disaat James mencintai Fay disitulah Fay menghancurkan cintanya berkeping keping.


James membanting semua barang yang ada didepannya. Lalu memukul cermin dengan tangan kosongnya. Rasa sakit ditangannya sama sekali tak terasa.


James kemudian terduduk di sofa da terdiam cukup lama dengan darah yang menetes dari tangannya.


Lalu James pergi ke klinik untuk mengobati luka ditangannya.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


Jayden telah kembali kerumah, tetapi dia tidak menemukan Fay didalam rumah mereka.


"Nenek ..kemana mommy?", tanya Jayden.


"Mungkin mommy masih bekerja sayang", kata Heidi dan melihat rumah Fay dalam keadaan berdebu seperti tidak pernah dibersihkan.


"Tapi rumah ini kotor nek..", kata Jayden yang seakan tahu bahwa Fay tidak tinggal dirumah dalam waktu yang lama.


"Hmm..bukankah kemarin mommy bilang pergi keluar kota sayang..mungkin mommy belum pulang dan sangat sangat sibuk..ada nenek disini..kau jangan khawatir..hmm?", kata Heidi.


Jayden mengangguk dan tersenyum.


Heidi menelepon nomer yang dulu pernah dipakai Fay menelepon Jayden. Karena Nomer Fay sama sekali tidak bisa dihubungi. Heidi tahu ada yang tidak beres dengan Fay.


Ponsel James berbunyi. James melihat nomer yang tidak dikenalnya dan dia memilih tak mengangkatnya.


Heidi menelepon terus menerus sampai akhirnya James mengangkatnya.


"Halo...", kata James dengan suara beratnya.


"Hmm halo...apa kau teman kerja Fay..begini kemarin Fay menelepon menggunakan telepon ini..aku hanya ingin mengabarkan bahwa kami telah pulang kerumah", kata Heidi panjang lebar.


"Siapa Kau?", tanya James.


"Aku Heidi..kerabat Fay", jawab Heidi.


"Neneeekkk..apa itu mommy???aku ingin bicara dengannya", teriak Jayden didalam telepon.