THAT DIMPLE GIRL

THAT DIMPLE GIRL
#21


Fay bekerja dengan sangat cekatan. Itulah yang membuatnya bisa menaiki jabatan menjadi manajer saat ini. Fay disukai oleh pegawai lainnya sekaligus pimpinan hotel karena keramahannya. Meskipun ada beberapa yang tidak suka karena merasa iri dengan kecantikan Fay.


Hotel tempat Fay bekerja adalah milik seorang wanita berumur 60 tahun bernama Nyonya Karina. Meskipun sudah tua tapi Nyonya Karina masih terlihat cantik dan modis.


Fay menjadi pegawai kesayangan Nyonya Karina karena secara tidak sengaja dulu Fay pernah menolongnya di jalan ketika mobil Kareena tertabrak oleh sebuah truk. Jika saja Fay tidak menolongnya waktu itu, mungkin Kareena sudah tidak bisa diselamatkan.


"Fay..bulan depan hotel kita akan dibooking penuh oleh seorang pengusaha kaya raya dari Dubai..dia akan mengadakan pernikahan anaknya disini..kita harus bersiap mulai sekarang..karena akan ada media yang meliput", kata Ny Karina.


"Baik Nyonya", Fay menganggukkan kepalanya.


Fay selalu mengerjakan pekerjaannya dengan sangat detail. Meskipun tidak pernah megenyam bangku kuliah, tetapi kemampuannya untuk belajar dengan cepat sangat diacungi jempol. Itulah salah satu faktor Karina mengangkatnya menjadi salah satu manajer di hotelnya.


Fay pulang ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Jayden ada dirumah Heidi jika Fay harus bekerja sampai malam.


Fay sebenarnya bisa membeli rumah dari hasil kerjanya. Tapi dia tidak ingin pindah dari rumah Heidi yang dikontraknya karena mereka sudah seperti keluarga. Jayden sudah menganggap Heidi seperti neneknya sendiri.


Fay tetap menemani Jayden tidur malam meskipun sebenarnya Jayden sudah tidak ingin dirinya ditemani tidur lagi karena merasa dirinya sudah bukan bayi lagi.


"Mom..aku bisa tidur sendiri", kata Jayden.


"Sayang..kau masih 4 tahun ..biarkan mommy memelukmu", Fay memeluk sang putra tampannya.


"Aku akan berumur 5 tahun mom", protes Jayden.


"Ya..dan kau akan selalu menjadi bayi untuk mommy sayang", Fay mencium kepala Jayden.


Jayden hanya pasrah dengan perlakuan mommynya yang masih sangat posesif padanya.


"I love you honey..goodnight".


"I love you too mom..sweet dream", balas Jayden.


💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙


"Dimana pernikahannya?", tanya James.


"Di New Zealand", jawab Alex.


"Hmm baiklah..aku akan mengatur jadwalku", kata James.


"Kau bisa membawa Laura..", kata Alex.


"Aku akan memikirkannya dulu..oke bye", Jqmes menutup ponselnya.


James malam ini akan pergi makan malam bersama Laura. Laura benar benar ingin membuat James jatuh cinta padanya. Maka dari itu Laura sama sekali tidak memberi celah sedikitpun pada James untuk berpaling darinya.


Laura sadar bahwa banyak wanita yang ingin mendekati James, jadi Laura takut kehilangan James karena wanita lain.


"Oiya James ..apa jadwalmu minggu depan..kebetulan aku sedang libur syuting", kata Laura tersenyum.


"Aku akan ke New Zealand...ke pernikahan relasiku", jawab James santai.


"Waaw itu negara yang bagus dan indah..apa aku boleh ikut?", tanya Laura berharap James mengizinkannya ikut.


"Hmm..boleh jika kau mau", jawab James.


"Thank you James", Laura mencium bibir James dan tersenyum manis.


James hanya membalasnya dengan senyuman dan melanjutkan kembali makan malamnya.


James hanya mengikuti alur hidupnya. Termasuk hubungannya dengan Laura. Dia hanya membiarkan mengalir apa adanya.


Lagipula Laura tidak pernah mengekangnya dan itu yang membuatnya nyaman. Benar kata Nik, jalani saja yang ada didepan kita. Nanti biarkan Tuhan yang mengaturnya.