
Fay melihat James dengan bingung.
"Kau tetap bersama mommy disini sayang..kau tidak akan pergi kemanapun", Fay memeluk erat Jayden seakan James akan mengambil Jayden darinya.
"Mom...tentu saja kita akan pergi bersama", kata Jayden.
"Sayang..ini tidak ...".
"Jayden..ayo kemarilah...kita keluar saja.", kata James memotong ucapan Fay.
Fay tetap mendekap tubuh Jayden dan tak mau melepaskannya.
"Mom...aku bersama Daddy..jadi aku aman", kata Jayden mencium pipi Fay.
Fay akhirnya melepaskan tangan Jayden karena James melihat tajam kearahnya.
James mengajak Jayden ke danau. Fay mengikutinya dari belakang. Bukannya tak percaya James. Tapi Fay tetap takut James akan membawa pergi Jayden meninggalkannya.
Fay memakai baju dress yang panjangnya hanya setengah paha.
Fay melipat tangannya di dadanya. Jayden tampak bahagia karena James menggendongnya diatas lehernya.
Fay tidak pernah melihat Jayden tertawa lepas seperti itu. Jayden yang dikenalnya biasanya bersikap cool dan introvert. Tapi bersama James membuat Jayden bahagia.
Fay terlihat sedikit iri dengan kedekatan mereka padahal baru beberapa jam saja mereka bertemu.
"Kau ingin berenang J?", tanya James yang memiliki panggilan baru untuk Jayden.
"Dia belum bisa berenang...aku terlalu sibuk dan tidak bisa mengantarnya kursus renang", kata Fay pelan.
"Dad..ajari aku berenang", kata Jayden semangat.
"Baiklah..tapi bukan sekarang J..nanti daddy akan mencari rumah baru yang ada kolam renang didalamnya", kata James mebgacak rambut Jayden.
"Semudah itu Dad?", tanya Jayden polos.
"Apa maksudmu?", tanya James.
"Semudah itu Daddy membeli rumah?", kata Jayden.
"Mintalah apapun pada Daddy ..Daddy akan memberikannya", James menggendong Jayden dan membawanya kedalam Rumah tanpa mempedulikan Fay.
Jayden turun dari gendongan James lalu menggandeng tangan Fay.
"Mom...kenapa kaki mommy?apa mommy jatuh?", Jayden melihat paha Fay yang sedikit memar.
Jayden duduk berlutut didepan Fay dan meniup paha Fay yang kehitaman akibat perlakuan kasar James semalam.
"Iya..mommy jatuh..tidak apa apa..bangunlah sayang", Fay berlutut mengecup bibir Jayden.
"Aku akan mengobati mommy nanti..i love you mom", kata Jayden dan mencium wajah Fay bertubi tubi.
James hanya diam melihat adegan itu. Jayden sangat menyayangi Fay dan James justru membuat ibunya terluka.
Jayden menggandeng tangan Fay dan juga James. Mereka berjalan bertiga bergandengan.
Kedatangan Jayden sedikit menyelamatkan Fay. James tidak menyentuhnya sama sekali dan tidak bertindak kasar padanya. Tetapi sikap James masih dingin terhadapnya.
Setelah makan malam, Jayden ingin tidur ditemani oleh James juga.
"Baiklah kalau begitu malam ini kau tidur dengan Daddy", kata Fay.
"Aku ingin tidur dengan mommy dan daddy..aku merindukan kalian berdua", jawab Jayden yang sudah terlihat mengantuk.
"Ayo kita tidur Son", kata James menggendong Jayden dan membawanya kekamarnya.
Jayden tidur ditengah tengah diapit oleh James dan Fay.
"Apakah nenek Heidi melakukan ini juga sayang?", tanya Fay ketika menepuk nepuk punggung Jayden.
"Hmm...", Jayden menganggukkan kepalanya dan kemudian memejamkan matanya sembari memeluk Fay.
"Biasanya kau tidak suka mommy peluk..", kata Fay lembut.
"I miss you mom", jawab Jayden lemas karena sudah benar benar mengantuk.
"I miss you too sayang", Fay mencium kepala Jayden berkali kali.
"Bayi mommy harum sekali", Fay masih menciumi Jayden seperti bayi.